PARIWISATA

Dispar NTB Bahas Berbagai Langkah Konkret

78
Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Yusron Hadi. (Ist)

MATARAM — Dinas Pariwisata (Dispar) NTB menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Dukungan Sektor Pariwisata dalam Pelaksanaan Event World Superbike (WSBK) 2021 yang rencananya akan digelar pada November mendatang di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah.

Dalam rakor tersebut berbagai langkah konkret jadi pembahasan untuk dimatangkan. Terlebih dalam mensukseskan perhelatan event balapan internasional tersebut. Rapat ini berlangsung, Senin (23/8), tepatnya di UPTD Pengelola Destinasi Wisata Unggulan Islamic Center.

Untuk diketahui, rakor itu dipimpin oleh Kepala Dispar NTB, H Yusron Hadi. Turut pula dihadiri instansi terkait, Dispar Kabupaten/Kota, Managing Direktur ITDC, BPPD NTB serta perwakilan Asosiasi Pelaku Wisata maupun Pelaku Ekonomi Kreatif lainnya.

Kadispar NTB menjelaskan, rencana pelaksanaan event-event internasional yang akan datang, seperti World Superbike pada bulan November, dan beberapa event pendukung lainnya yang akan terselenggara bulan Oktober-November 2021 mendatang.

Yakni, sebut Yusron Hadi, seperti HKEC dan Pemilihan Duta Wasata Nasional dan sebagainya. “Kita masih fokus untuk perhelatan tahun 2021. Bila ini berhasil, Insya Allah saat penyelenggaran MotoGP 2022 kita lebih siap. Sesuai dengan schedule yang sudah ditentukan, World Superbike akan diselenggarakan pada 12-14 November mendatang,” jelasnya.

Baca Juga:  Threeo Event Planner Gelar Audisi Mister Tourism Indonesia NTB 2021 di Sumbawa 

Untuk menyukseskan event balap internasional tersebut, sambungnya, berbagai upaya disektor kepariwisataan yang telah dan tengah dilakukan ialah mengupayakan akselerasi CHSE. Kemudian vaksinasi di destinasi wisata, pelatihan kepada pelaku usaha wisata.

“Termasuk juga mengawal kurasi terhadap produk ekraf yang dapat mendukung pelaksanaan WSBK. Salah satu syarat untuk menyelenggarakan event ini adalah minimal 70 persen masyarakat NTB harus sudah di vaksin untuk menjamin keamanan event dari penyebaran COVID19,” ungkap Yusron.

Sementara itu, Bram Subiandoro selaku Managing Director The Mandalika menyampaikan secara singkat progress sirkuit Mandalika untuk menyelenggarakan event internasional seperti MotoGP dan World Superbike.

Menurut Bram Subiandoro, hingga saat ini progress akumulatif pekerjaan sirkuit Mandalika telah mencapai 92% dan sisanya ialah membangun fasilitas-fasilitas pendukung lainnya. “Kita perkirakan untuk event World Superbike bisa menarik sebanyak 20-25 ribu penonton. Sedangkan untuk MotoGP sendiri bisa hingga 150-165 ribu penonton,” jelasnya.

Selain itu, dia juga menjelaskan progres-progres kerjasama yang telah dilakukan KEK Mandalika dengan para pelaku ekonomi, seperti Hotel dan UMKM yang akan dijadikan sebagai marchandise resmi saat perhelatan World Superbike dan MotoGP berlangsung. “Untuk saat ini total UMKM yang sudah resmi terkurasi bekerjasama menjadi official merchandise adalah 29 UMKM, dan pastinya akan terus bertambah hingga mencakup semua UMKM di daerah NTB,” jelasnya.

Baca Juga:  Threeo Event Planner Gelar Audisi Mister Tourism Indonesia NTB 2021 di Sumbawa 

Usai mendengar hal itu, Kadispar NTB nenambahkan, bahwa untuk memantapkan pelaksanaan event-event internasional ini, selain telah dan sedang melakukan hal tersebut, ia menilai perlu juga fokus perhatian pasa destinasi, ketersediaan kamar hotel, atraksi dan kegiatan pre-event, dan pengembangan paket-paket wisata.

“Mengintegrasikan lebih banyak produk ekraf semua Kabupaten/Kota se-NTB untuk dapat mengambil manfaat dalam event ini, pelatihan SDM pariwisata hingga upaya promosi event. Terkait dengan destinasi, selain Vaksin pelaku wisata kita membutuhkan persiapan dari sisi kesiapan jumlah hotel dengan sarpras yg ter CHsE agar tercipta suasana nyaman dan sehat bagi wisatawan yang datang,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Yusron Hadi berharap penginapan, fasilitas wisata ataupun ekraf agar segera memproses sertifikat CHSE (Clean, Health, Safety, Environment Sustainability). Kemudian, desa-desa wisata juga diharapkan ikut berbenah disamping destinasi yang menjadi prioritas Kabupaten/Kota untuk mendapat dukungan Pemkab/Kota melalui Dispar Kabupaten/Kota.

Baca Juga:  Threeo Event Planner Gelar Audisi Mister Tourism Indonesia NTB 2021 di Sumbawa 

“Yang tak kalah pentingnya adalah, menyiapkan paket-paket perjalanan wisata dengan mengakomodir pola perjalanan yg bisa mengikutsertakan potensi wisata di Lombok dan Sumbawa. Para palaku usaha wisata kita sudah terbiasa buat paket ini,” terang mantan Kepala Dislutkan NTB tersebut.

Menurut dia, pelatihan SDM pariwisata beberapa sedang tengah berlangsung baik di Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Demikian juga ekraf dan atraksi diharapkan ikut menyemarakkan perhelatan ini melalui berkoordinasi Dengan penyelenggara event.

Promosi, masih kata Yusron Hadi, tentu tak kalah penting dengan mengeluarkan segenap potensi yang ada di Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Termasuk dukungan pelaku wisata memantapkan penggunaan platform-platform digital yang ada.

Maupun, kata dia, cara berpromosi yang lainnya setelah ada kepastian penyelenggaran tersebut. “Besar harapan kita untuk semua pihak saling berkoordinasi dan bekerjasama demi menyukseskan event-event internasional yang akan datang,” demikian harapnya. (red)

Artikel sebelumyaBang Zul Segera Selesaikan Masalah Lahan Warga di Mandalika
Artikel berikutnyaKomisioner KPID NTB Periode 2021-2024 Dilantik