PARIWISATA

Majukan Pariwisata, NTB Disarankan Berkolaborasi dengan Bali

74

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Guna memajukan Pariwisata Nusa Tenggara Barat, Komisi II DPRD Provinsi NTB menyarankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bermitra dengan Provinsi Bali.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, H Ridwan Hidayat.

Mengelola pariwisata, maka kiblat
Indonesia adalah Pulau Dewata (Julukan Provinsi Bali). Sehingga wajar, daerah lain yang ada di Indonesia harus belajar dari Bali. Tak terkecuali Provinsi NTB.

Diketahui, Bali ditetapkan sebagai pulau terbaik kedua dunia versi majalah Travel and Leisure secara beruntun sejak tahun 2015 hingga 2018 lalu. Posisinya kalah tipis dengan Kepulauan Galapagos di Equador, Amerika Latin.

Keunggulan Bali dalam dunia pariwisata karena culture, nature, dan dukungan masyarakatnya. Selain itu, peran Pemerintah Provinsi itu juga cukup vital dalam mengatur dunia
pariwisata.

H Ridwan Hidayat selaku Ketua Komisi II DPRD NTB, menyambut baik dan mendukung langkah Pemprov NTB bersama Provinsi NTT melalui dua Gubernur yang telah bertemu dengan Gubernur Bali beberapa waktu lalu, dirasakannya sudah sangat tepat.

Baca Juga:  Threeo Event Planner Gelar Audisi Mister Tourism Indonesia NTB 2021 di Sumbawa 

Dengan menggandeng Provinsi Bali sebagai mitra strategis dalam pengembangan pariwisata menurut dia, sangatlah penting. Terlebih dalam memajukan pariwisata diwilayahnya masing-masing.

“Disini, perlu hasil pertemuan tiga Gubernur itu perlu ditindak lanjuti oleh masing-masing kepala dinasnya. Khusus NTB, Kadis Pariwisata NTB jangan lagi menjadikan Bali sebagai pesaing, tapi libatkan Bali sebagai kolaborasi promosi yang saling mendukung bersama demi kemajuan pariwisata NTB,” kata H Ridwan Hidayat, Jum’at (6/3) di Mataram.

Ketua DPD Partai Gerindra NTB itu mengaku, sejarah antara tiga daerah, yakni Bali, NTT dan NTB tidak bisa dipisahkan. Sebab, antara ketiganya merupakan satu kesatuan bernama
wilayah “Sunda Kecil” yang sebelum dimekarkan masing-masing pada tahun 1958 silam.

Baca Juga:  Threeo Event Planner Gelar Audisi Mister Tourism Indonesia NTB 2021 di Sumbawa 

“Jadi, promosi kerjasama tiga gubernur itu adalah bagian dari menghidupkan Sunda Kecil. Bagi saya, ini positif. Karena sudah banyak pengusaha biro perjalanan telah menjual paket liburan ke Bali dan Lombok, bahkan ke NTT khususnya Labuhan Bajo,” kata Anggota DPRD NTB jebolan Dapil Kota Mataram itu.

Ditegaskannya, bahwa sejauh ini di Provinsi Bali terdapat tiga kelompok yang bersinggungan langsung pada sektor pariwisata. Mulai dari pemerintah daerah, swasta, dan peran desa adat atau warga setempat. Ridwan mengakui sebagian besar sektor pariwisata
dikelola masing-masing desa adat.

“Nah, keunggulan Provinsi Bali ini yang perlu kita tiru. Minimal, Provinsi NTB itu menopang dan saling tunjang antar satu daerahnya. Kalau saya mendukung NTB harus bersama Bali dari sisi promosi pariwisatanya. Karena kalau kita kedepankan ego sektoral, maka pengembangan pariwisata NTB akan terus stagnan
tanpa ada perkembangan signifikan kedepannya,” demikian saran H Ridwan Hidayat.

Baca Juga:  Threeo Event Planner Gelar Audisi Mister Tourism Indonesia NTB 2021 di Sumbawa 

Untuk diketahui, belum lama ini ketiga Gubernur yakni NTB, Bali dan NTT telah bertemu sekaligus bersilaturahim tepatnya pada acara Rapat Konsultasi Koordinas sekaligus Ramah Tamah dengan para Anggota DPR RI, DPD RI tiap dapil tiga provinsi tersebut. Bahkan juga melibatkan para Pimpinan DPRD NTB, Bali dan NTT.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah dikesempatan itu mengaku bersyukur dan senang bisa saling mengunjungi sekaligus bersilaturrahim.

Kedepan ia berharap, NTB, Bali dan NTT dapat saling bersinergi. “Mudah-mudahan dengan saling mengunjungi dan bersilaturrahim, Bali, NTB dan NTT bisa saling bersinergi, dan saling membantu dalam banyak hal. NTB harus banyak belajar dari Bali dalam mengembangkan pariwisatanya,” demikian Bang Zul kerap Gubernur NTB disapa. (red) 

Artikel sebelumyaBerbagi Disejumlah Titik, Mereka Ucap  Terimakasih kepada Johan Rosihan
Artikel berikutnyaKasus Perdagangan Orang, Kini Penyandang Dana Diringkus