PARIWISATA

NTB Harus Gencarkan Strategi Promosi

234
Anggota DPRD Provinsi NTB, Made Slamet

NUSRAMEDIA.COM — Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Made Slamet mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam hal ini Dinas Pariwisata (Dispar) NTB agar menggencarkan strategi promosi.

Terutama, kata politisi PDI Perjuangan itu, yang berkaitan dengan pariwisata. Kemudian persoalan harga penginapan hotel hingga urusan transportasi dan lain sebagainya.

Hal ini dinilainya menjadi penting untuk diperhatikan bersama. Mengingat, NTB akan menggelar berbagai event internasional di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah.

Antara lainnya, sebut Made Slamet, yaitu event balap motor dunia MotoGP. Dengan harapan agar kehadiran event internasional di NTB benar-benar dapat dirasakan dampaknya.

Karena sejauh ini, ia melihat NTB nampak “kecolongan” bahkan dinilai kalah dengan provinsi tetangga yaitu Bali. Justru dengan adanya momen di Lombok mampu dimanfaatkan oleh Bali.

Baca Juga:  Rasakan Keseruan, Abdul Rafiq : "Pentingnya Tradisi Sumbawa Dilestarikan"

“Yang paling jadi masalah adalah (persoalan) penginapan, (karena) harga hotel (di NTB dikabarkan) tinggi. Sehingga tamu-tamu jadi nginap di Bali,” katanya, Selasa (15/2) di Mataram.

“Saya melihat, Bali justru panen. Padahal disini masih banyak (kamar hotel/penginapan) yang kosong,” imbuh anggota DPRD NTB jebolan asal Dapil Kota Mataram ini.

Meski demikian, Made Slamet juga tak mau berkomentar banyak terkait meroketnya harga kamar hotel di Lombok, NTB. Karena persoalan harga menjadi ranah pihak perhotelan.

Disisi lain, saat maraknya musim corona pun, ia menilai pemerintah juga tidak mampu berbuat banyak untuk para pengusaha hotel.

“Kita juga nggak bisa ngatur harga hotel, karena waktu corona pemerintah tidak bisa banyak berbuat, sehingga wajar pemerintah tidak terlalu berani mengatur,” katanya.

Baca Juga:  Rasakan Keseruan, Abdul Rafiq : "Pentingnya Tradisi Sumbawa Dilestarikan"

“Tetapi PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restorant Indonesia) kan bisa melihat dan mengkondisikan anggotanya (soal harga penginapan),” tambah Made Slamet.

Meroketnya harga kamar hotel menjadi salah satu faktor yang perlu dijadikan perhatian untuk dicarikan solusi bersama. Sehingga persoalan ini dapat segera teratasi.

“Karena kalau sudah begini kita yang rugi (tamu nginap di Bali, dan enggan nginap di Lombok karena persoalan harga),” kata pria yang juga Ketua DPC PDIP Kota Mataram ini.

“Ini harus dicarikan solusinya. Tetapi mungkin juga kita kalah promosi. Artinya pemerintah dalam hal ini Dispar juga harus cepat berkoordinasi, gandeng elemen pariwisata, karena selama ini mereka tidak banyak terlibat,” sarannya.

Berkaitan dengan maraknya isu persoalan meroketnya harga kamar hotel, pemerintah juga didorong agar dapat duduk bersama. Dimana semua pihak terkait dapat dilibatkan.

Baca Juga:  Rasakan Keseruan, Abdul Rafiq : "Pentingnya Tradisi Sumbawa Dilestarikan"

Terutama bekerjasama dalam mengcounter kabar/informasi liar yang tidak jelas kebenarannya. Terutama soal harga kamar/penginapan.

“Katanya mencapai Rp 35 juta, apa iya?. Nah, semua harus dilibatkan mengcounter hal yang tidak benar ini. Harga boleh saja tinggi, tapikan tidak seperti itu juga. Atau bisa jadi kita kalah promosi juga,” kata Made Slamet.

Mengingat saat ini masih dimasa pandemi, Made juga mengajak agar masyarakat tetap taat mematuhi protokol kesehatan. Apalagi saat ini cukup merebaknya COVID-19 dengan varian Omicron.

“Ikuti saran pemerintah soal omicron, tentu juga kita bersama harus tetap jaga prokes. Intinya semua persoalan ini perlu disikapi dengan memaksimalkan koordinasi dengan semua pihak,” demikian Made Slamet. (red) 

Artikel sebelumyaDiminta Tidak Panik, Wagub : Tetap Tenang, Disiplin Prokes!
Artikel berikutnyaSiswa SMAN 1 Kayangan Juara Lomba Debat Bahasa Inggris