PARIWISATA

Pengembangan Pariwisata Sumbawa Harus Gunakan Cara Sendiri

161

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Iskandar mengakui, perkembangan pariwisata di Sumbawa lebih terlambat jika dibandingkan dengan Pulau Lombok dan Bali.

Sehingga dibutuhkan suatu strategi yang tepat dan cara tersendiri untuk mengejar ketertinggalan tersebut. “Dibandingkan Lombok dan Bali, dari segi progresifitas berkembangnya pariwisata, iya,” ujarnya kepada wartawan, Senin (4/3).

Menurutnya, meskipun memiliki perbadaan yang cukup jauh, namun Sumbawa tidak harus mengikuti pola cara Pulau Lombok dan Bali dalam mengembangkan pariwisata mereka. Sehingga harus ada langkah lain yang dapat ditemukan dan dilakukan.

Baca Juga:  Threeo Event Planner Gelar Audisi Mister Tourism Indonesia NTB 2021 di Sumbawa 

“Kita harus menemukan strategi yang tepat. Ikut seperti jalan yang mereka tempuh malah kita akan selalu dibelakang,” jelasanya.

Terhadap hal ini, pihaknya optimis akan menemukan cara yang sesuai dengan kondisi pariwisata Sumbawa. Seperti melakukan pengelolaan destinasi yang lebih mengarah ke penguatan pariwisata tingkat lokal.

“Oleh karena itu, kita harus punya cara sendiri. Nah itulah tadi saya katakan kita harus garap destinasi-destinasi wisata yang lebih mengarah ke penguatan pariwisata tingkat lokal. Mungkin desa wisatanya
atau Pokdarwisnya, karena investasi pariwisata yang datang dari investor masih kurang menggeliat di sumbawa ini,” tambahnya.

Baca Juga:  Threeo Event Planner Gelar Audisi Mister Tourism Indonesia NTB 2021 di Sumbawa 

Selain itu, pihaknya juga sedang menyusun pola lain, diantaranya merancang penataan pengelolaan destinasi melalui perna multi stakeholder, meningkatkan suasana kenyamanan obyek wisata, peningkatan aksesibilitas dan lebih mengintensifkan hubungan dengan para pegiat pariwisata baik hotel, agen traveler, dan pelaku wisata lainnya.

Termasuk berintergrasi dengan sejumlah instansi maupun OPD terkait yang berhubungan dengan pengembangan wisata.

“Dinas Pariwisata tidak bisa sendiri, sangat terbatas pariwisata ini, SDM nya juga belum mempuni untuk bisa menggarap segala hal yang menyangkut pariwisata secara regional atau global dengan standar begitu tinggi. Kita mencoaba melibatkan banyak pihak. Bagaimana pun Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata ini belum bisa untuk menggarap satu titik destinasi saja belum tentu kita bisa mencapai standar-standar yang diperoleh pariwisata tingkat dunia. Ndak bisa, butuh dunia usaha, butuh para pelaku yang sudah perprofesional,” pungkasnya. (NM3)

Baca Juga:  Threeo Event Planner Gelar Audisi Mister Tourism Indonesia NTB 2021 di Sumbawa 
Artikel sebelumyaGubernur Sambangi Kepala Ombusdman NTB
Artikel berikutnyaLalui Proses Panjang, Hibah Tanah dan Bangunan Korban Banjir Ditepati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here