PARIWISATA

Pengibaran Bendera Bawah Laut di Lombok Utara

67

LOMBOK UTARA — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang ke-76 yang jatuh hari ini, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB bekerjasama dengan Perkumpulan Penyelam Profesional Pulau Lombok Sumbawa (P3LS) menggelar pengibaran bendera merah putih di dasar laut perairan wilayah Kabupaten Lombok Utara, yakni tepatnya di Pantai Kecinan.

Ketua BPPD NTB, Ari Garmono mengungkapkan, dipilihnya Pantai Kecinan disebabkan oleh keindahan pantai di wilayah tersebut yang belum banyak terekspos ke publik. Sementara akses menuju ke sana sangat mudah dan kekayaan bawah lautnya sangat mengagumkan. Didalamnya terdapat banyak kekayaan laut berupa beraneka ragam terumbu karang dan hewan laut yang sangat indah.

Baca Juga:  Threeo Event Planner Gelar Audisi Mister Tourism Indonesia NTB 2021 di Sumbawa 

“Ini sejalan dengan upaya BPPD NTB untuk mengeksplor destinasi-destinasi baru di NTB, sekaligus menjadi tahapan penyusunan database kepariwisataan kita khususnya kekayaan bawah laut kita,” ujarnya kepada media ini, Selasa (17/8/2021).

Menurut dia, kekayaan laut NTB sangat luar biasa dan memiliki potensi besar untuk mengundang para wisatawan untuk datang ke NTB, baik itu pesisir, bawah laut maupun keindahan ombaknya. “Tahun ini kita adakan di Lombok Utara, harapan saya kegiatan ini bisa bergilir di kabupaten-kabupaten lain di tahun-tahun berikutnya karena hampir semua kabupaten kota di NTB memiliki pesona bawah laut yang cantik,” katanya.

Baca Juga:  Threeo Event Planner Gelar Audisi Mister Tourism Indonesia NTB 2021 di Sumbawa 

Untuk kegiatan ini BPPD NTB menggandeng 20 profesional selam yang tergabung dalam P3LS. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat mendatangkan dokumentasi yang menarik sebagai bahan publikasi dan promosi wisata di NTB. Dalam kegiatan ini juga nantinya para peserta akan membentangkan bendera merah putih sepanjang 76 meter dan melakukan kampanye lingkungan terutama terkait kelestarian terumbu karang.

Upaya pelestarian terumbu karang menjadi sangat penting di tengah kerusakan yang disebabkan oleh beberapa hal baik itu faktor alam dan manusia. Terakhir Ari menambahkan, upaya promosi di masa pandemi tetap penting untuk membangun brand awareness agar masyarakat sudah memiliki pilihan berwisata Ketika kondisi pariwisata sudah pulih nantinya. “Sekarang menanam, besok kita memanen,” tutupnya. (red) 

Baca Juga:  Threeo Event Planner Gelar Audisi Mister Tourism Indonesia NTB 2021 di Sumbawa 
Artikel sebelumyaPosisi Gubernur Dalam Pemilihan KPID NTB
Artikel berikutnyaBALAI PSDAH PULAU SUMBAWA : DIRGAHAYU RI KE-76