PARIWISATA

Work From Lombok-Sumbawa Angin Segar untuk Pariwisata NTB

81

MATARAM — Work From Bali cukup ramai jadi perbincangan. Program ini merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam memulihkan perekonomian diwilayah pariwisata. Terutama yang terpuruk akibat pandemi COVID19.

Tak hanya Work From Bali, sebagaimana diungkapkan Menparekraf RI, Sandiaga Shalahudin Uno, tidak menutup kemungkinan hal yang sama juga diterapkan didaerah pariwisata lainnya. Seperti di Lombok dan Labuan Bajo.

“Tidak menutup kemungkinan daerah-daerah pariwisata lainnya juga diberlakukan kebijakan serupa seperti Work From Lombok atau Work From Labuan Bajo,” katanya.

“Saya sendiri telah melakukan kegiatan Work From Bali sejak kuartal pertama di tahun 2021, tentu berdampak pada tingkat efisiensi kerja, karena kualitas udara yang bersih, pemandangan yang indah,” imbuhnya.

Baca Juga:  Threeo Event Planner Gelar Audisi Mister Tourism Indonesia NTB 2021 di Sumbawa 

Mendengar hal itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Yusron Hadi mengaku sangat senang atas pernyataan Menparekraf Sandiaga Uno. Dimana hal serupa juga dapat diberlakukan di Nusa Tenggara Barat.

“Kami masyarakat pariwisata Lombok-Sumbawa sangat senang mendengar pernyataan Bapak Menteri perihal tidak menutup kemungkinan Work From Lombok juga bisa diberlakukan,” kata Kadispar kepada media ini, Kamis (3/6) di Mataram.

Ia mengapresiasi pernyataan Menparekraf dan berharap hal itu dapat terlealisasi. Terlebih berbagai event akan terlaksana di NTB, sehingga sudah pasti membutuhkan dukungan kuat dari berbagai pihak.

Baca Juga:  Threeo Event Planner Gelar Audisi Mister Tourism Indonesia NTB 2021 di Sumbawa 

“Tentunya apresiasi setinggi-tingginya bila hal tersebut dapat terlaksana. Mengingat berbagai events dalam tahun ini membutuhkan spirit yang kuat untuk semua sahabat wisata lombok-sumbawa bisa memperoleh manfaat,” tambah Yusron Hadi.

Menurut pria yang akrab disapa Bang Yus ini, kehadiran Work From Lombok-Sumbawa merupakan angin segar bagi masyarakat kepariwisataan NTB, terlebih ditengah situasi (Pendemi COVID19) ini.

Disisi lain tentu, kata dia, percepatan penuntasan CHSE (Cleanliness-Kebersihan), Health-Kesehatan), Safety-Keamanan), dan Environment-Ramah lingkungan).

“Tentu percepatan penuntasan CHSE dan vaksin bagi pelaku wisata harus kami lakukan. Dan mulai rabu ini sudah kita geber lagi setelah berlebaran, hingga Bubble Destination Lombok-Sumbawa terwujud,” ucapnya.

Baca Juga:  Threeo Event Planner Gelar Audisi Mister Tourism Indonesia NTB 2021 di Sumbawa 

Menyikapi situasi dimasa pandemi, sambunf Bang Yus, pemerintah daerah terus berupaya menekan laju COVID19 di NTB. “Sehingga segala upaya tersebut berhasil. Karenanya berwisata tetap lakukan dengan sehat dan bersih,” demikian pintanya kepada masyarakat yang hendak berwisata. (red) 

Artikel sebelumyaBeasiswa NTB Juga Sasar Penggiat NGO
Artikel berikutnyaKepedulian Nyata NTB untuk Palestina