PEMERINTAHAN

Apresiasi Sikap Gubernur Tuntaskan Masalah, Sambirang : “Benar-Benar Solutif”

90

MATARAM — Sikap tegas Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr H Zulkieflimansyah menuai pujian dari berbagai pihak. Bahkan, dinilai sebagai langkah berani.

Terutama dalam menyikapi persoalan kontrak PT Gili Trawangan Indah (GTI) terkait pemanfaatan/pengelolaan lahan seluas 65 hektare di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara.

Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi memberikan apresiasi atas sikap atau cara orang nomor satu di NTB tersebut dalam menyelesaikan polemik di Gili Trawangan.

“Sangat bersyukur dan mengapresiasi sikap sekaligus cara Pak Gubernur menyelesaikan kemelut investasi di gili trawangan,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (4/9).

Wakil rakyat di Udayana asal Dapil V Sumbawa-KSB itu juga menilai bahwa langkah Gubernur NTB sangat tepat, tentunya menjadi yang terbaik bagi semua pihak, khususnya warga gili trawangan.

“(Sikap Gubernur NTB) benar-benar solutif bukan hanya bagi pemerintah daerah, tapi yang lebih penting untuk keberlangsungan masyarakat setempat,” kata Sambirang.

Ditegaskan Sekretaris Fraksi PKS DPRD NTB ini, keputusan yang diambil oleh Pemprov sangat sejalan dengan rekomendasi DPRD NTB, yakni putus kontrak dengan PT GTI.

“Tentu kita berharap keputusan yang sangat sejalan dengan rekomendasi DPRD ini menjadi suatu kepastian hukum yang memungkinkan kita bisa dengan segera membuka skema baru,” kata Sambirang.

Baca Juga:  Ditempa Musibah Beruntun, Daya Tahan Zul-Rohmi Dinilai Sangat Baik

“Yaitu untuk mengelola, mengamankan dan menertibkan aset daerah serta mengoptimalkan potensi PAD (Pendapatan Asli Daerah) Gili Trawangan yang besar sekali. Potensinya ratusan milyar pertahun,” imbuhnya.

Lebih jauh, Sambirang meyakini keputusan yang telah diambil oleh Pemprov dalam hal ini Gubernur NTB adalah sebuah solusi terbaik demi kebaikan bersama.

“Insya Allah, kami yakini keputusan ini menjadi jalan keluar terbaik dari kemelut investasi yang selama ini tak tertangani dengan baik,” pungkasnya.

PEMPROV NTB PUTUS KONTRAK PT GTI

Diberitakan sebelumnya, setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memilih memutuskan kontrak dengan pihak PT Gili Trawangan Indah (GTI) soal pemanfaatan/pengelolaan lahan seluas 65 hektare di Gili Trawangan.

Keputusan yang diambil Pemprov NTB juga berdasarkan dukungan semua pihak. Karena, pihak GTI dinilai belum mampu merealisasikan perjanjiannya yang sudah ditetapkan. “Oleh karena itu, setelah melihat keadaan seperti ini, kami memutuskan kontrak dengan pihak GTI,” kata Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah.

Baca Juga:  Program Zul-Rohmi Dinilai Luar Biasa

“Dan kami sendiri bisa mengelola lahan tersebut dengan baik,” imbuh orang nomor satu di NTB itu juga didampingi Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dalam Rapat Progres GTI melalui virtual di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jum’at (3/9) kemarin.

Dalam rapat progres dengan pihak PT GTI tersebut dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Pipit Rismanto, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Imam Soejoedi, Kepala Kejati NTB, Tomo Sitepu serta stakeholder lainnya.

Bang Zul sapaan akrab Gubernur, menjelaskan, diantara 65 hektar yang dialokasikan pengelolaannya oleh GTI, ternyata 60 hektarnya telah dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat dengan kegiatan ekonomi yang cukup bagus. Sehingga dari lahan itu yang tersisa hanya 5 hektar yang belum dimanfaatkan alias masih kosong.

“Untuk itu, secara kasat mata dengan logika sederhana karena investasi masyarakat juga sudah sangat bagus. Tidak mungkin kami mengusir masyarakat kita sendiri untuk salah satu invastasi yang belum pasti,” kata mantan anggota DPR RI tiga periode tersebut.

Berangkat dari polemik ini, lanjut Bang Zul, karena lahan itu terlanjur dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga berbagai upaya dan komunikasi telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi bersama Kapolda NTB, Danrem 162/WB dan Kejati NTB.

Baca Juga:  Wagub Minta Pelabuhan Lembar Ditata Baik dan Menarik

Yakni salah satunya adalah membuat kebijakan addendum. Dalam addendum tersebut, Pemprov NTB mencoba menawarkan kepada pihak GTI untuk memanfaatkan lahan sisa tersebut guna membuktikan bahwa pihak GTI memiliki keseriusan untuk berinvestasi di Gili Trawangan.

“Sehingga tidak ada solusi lain kecuali kami memutuskan kontraknya. Karena ternyata suasana batin masyarakat di Gili Trawangan merasa lebih aman berkontribusi keuntungan kepada pemerintah daerah ketimbang berkontribusi dengan PT GTI yang gak kelihatan,” jelas Gubenur.

Selain itu, Bang Zul mengakui bahwa pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk membuka ruang dialog dengan pihak GTI namun tidak direspon dengan baik. Sehingga banyak acara yang dibatalkan karena menunggu kabar dari pihak GTI dan ini sangat keterlaluan.

“Oleh karenanya, tanpa ragu-ragu merasa tidak perlu ada lagi addendum karena pihak GTI tidak menunjukkan itikad baik. Kami sepakat untuk memutus kontraknya,” demikian tegas Doktor Ekonomi tersebut. (red) 

Artikel sebelumyaGubernur NTB Putus Kontrak PT GTI
Artikel berikutnya74 Supir Truk Asal NTT Terlantar dapat Bantuan Makanan