PEMERINTAHAN

Apresiasi Sikap Tegas Gubernur NTB, Sudirsah : “Bravo Bang Zul”

79

LOMBOK UTARA — Apresiasi terus berdatangan dari berbagai pihak atas sikap tegas Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah. Yakni terkait pemutusan kontrak PT Gili Trawangan Indah (GTI) soal pemanfaatan/pengelolaan lahan seluas 65 hektare di Gili Trawangan, Lombok Utara.

Setelah, Sambirang Ahmadi selaku Ketua Komisi III DPRD NTB, kini apresiasi juga datang dari Sudirsah Sujanto-Anggota DPRD NTB jebolan asal Dapil Lombok Barat-Lombok Utara. Menurut dia, sikap tegas dan berani yang ditunjukkan Gubernur NTB patut diancungi jempol.

Oleh karenanya, ia mengajak masyarakat, khususnya warga di Gili Trawangan memberikan apresiasi yang tinggi atas sikap serta komitmen kuat Gubernur NTB dalam membela rakyatnya. Sehingga, dengan adanya keputusan tersebut kini semuanya menuai kejelasan.

“Kita patut berbangga serta tak lupa mengapresiasi ikhtiar dan perjuangan Bang Zul. Gubernur kita yang telah menunjukan komitmennya mengembalikan aset daerah yang sungguh telah begitu lama terlantar di tangan investor yang tidak serius,” kata Sudirsah, Minggu (5/9) kemarin.

“Kita mungkin sebelumnya sempat meragukan bahkan menaruh curiga terhadap komitmen Bang Zul. Tapi justru kesabarannya serta keterbukaannya terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak termasuk pula kecintaannya kepada rakyatnya terutama warga Gili Trawangan, akhirnya membuat beliau yakin dan tegas untuk memutus kontrak GTI yang terbukti merugikan daerah sekian lama,” imbuhnya.

Kini, lanjut politisi Gerindra tersebut, menunggu dan menyambut kebijakan Gubernur NTB terhadap pengelolaan tanah eks GTI dengan harapan jauh lebih baik serta bermanfaat bagi daerah dan rakyat. “Tentu kita yakin, gubernur akan lebih bijak dalam mengelola aset daerah di Gili Trawangan tersebut, dimana selanjutnya kita kawal bersama,” ujar Sudirsah.

Menurut dia, dengan putusnya kontrak PT GTI, akan semakin mudah dan sederhana dalam mengelola lahan dengan luas sekitar 65 hektare tersebut. Karena, gubernur beserta jajarannya lebih leluasa dalam menata kembali aset tersebut.

Baca Juga:  Satgas Aset Pemprov NTB Mulai Lakukan Pendataan di Gili Trawangan

“Kita juga berharap komitmen gubernur yang telah berjuang melepas aset tanah di Trawangan itu, diimbangi dengan keseriusan masyarakat terutama para penggarap lahan untuk secara terbuka bekerjasama dan kooperatif terhadap kebijakan baru pemerintah daerah nantinya,” harap Sudirsah.

Maka dari itu, masih kata pria yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Lombom Utara itu, kini saatnya pula, masyarakat dan pengusaha lokal setempat membalas keberhasilan gubernur itu dengan komitmen untuk membangun kembali Gili Trawangan.

“Segala hak dan kewajiban seperti pajak dan retribusi serta pelestarian lingkungan setempat yang melekat pada warga dan pengusaha atas lahan garapan yang dikelola, sudah selayaknya di penuhi sebagai bagian dari apresiasi kepada pemerintah dan semua pihak yang telah mengembalikan aset tersebut kepada rakyat,” katanya.

Dikatakan Sudirsah, satu hal penting juga bahwa pasca pemutusan kontrak GTI ini, pastinya ada dinamika baru terhadap dunia investasi kepariwisataan di daerah, khususnya di Gili Trawangan. Namun apapun kondisinyanya kedepan, ia mengajak agar semua pihak tetap bersatu dan lebih gigih membangun dan mengelola tanah dan aset sendiri.

“Meski saya yakin masyarakat dan pengusaha lokal mampu memberdayakan diri dalam mengelola lahan garapannya, namun tentunya kita tidak boleh membatasi kehadiran investasi atau konsorsium yang tertarik menanamkan modal di kawasan tersebut sepanjang dapat saling menguntungkan. Kita mesti open dan welcome bagi investasi namun tetap sesuai aturan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Sudirsah mengungkapkan, meski secara alami kawasan wisata tiga gili merupakan satu diantara banyak syurga destinasi yang indah yang dikaruniakan Tuhan di NTB. Namun, kata dia, tetaplah perlu diberikan sentuhan fasilitas tambahan guna mempercantik dan menambah kenyamanan para pengunjung.

“Tiga gili masih membutuhkan banyak sarana prasarana penunjang, seperti fasilitas umum lainnya sebuah resor wisata yang ideal. Disejumlah titik di ketiga Gili masih minim Penerangan Jalan Umum, sarana Sanitasi termasuk persoalan sampah yang belum terkelola secara sehat,” katanya.

Baca Juga:  Wagub Minta Pelabuhan Lembar Ditata Baik dan Menarik

“Belum lagi kebutuhan akan air bersih yang hingga hari ini belum maksimal. Disisi pulau lainnya, terdapat sejumlah titik rawan bencana banjir Rob akibat abrasi pantai yang sulit di hindari serta masih belum meratanya rabat/aspal jalan lingkar tiga gili sebagai penunjang kepariwisataan disana,” imbuhnya.

Oleh karenanya, ia menegaskan bahwa Pemprov NTB maupun Pemda KLU masih memiliki “PR” yang harus dijadikan perhatian bersama secara fokus. “Itu semua pekerjaan rumah pemerintah provinsi dan kabupaten yang harus menjadi atensi dan prioritas utama dalam membangkitkan kembali gairah dunia pariwisata di tiga gili,” tutur Sudirsah Sujanto sembari mengatakan Bravo Bang Zul serta memberikan selamat kepada seluruh warga masyarakat gili di KLU.

“KONTRAK GTI DIPUTUS”

Untuk diketahui, setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memilih memutuskan kontrak dengan pihak PT Gili Trawangan Indah (GTI) soal pemanfaatan/pengelolaan lahan seluas 65 hektare di Gili Trawangan.

Keputusan yang diambil Pemprov NTB juga berdasarkan dukungan semua pihak. Karena, pihak GTI dinilai belum mampu merealisasikan perjanjiannya yang sudah ditetapkan. “Oleh karena itu, setelah melihat keadaan seperti ini, kami memutuskan kontrak dengan pihak GTI,” kata Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah.

“Dan kami sendiri bisa mengelola lahan tersebut dengan baik,” imbuh orang nomor satu di NTB itu juga didampingi Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dalam Rapat Progres GTI melalui virtual di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jum’at (3/9) lalu.

Dalam rapat progres dengan pihak PT GTI tersebut dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Pipit Rismanto, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Imam Soejoedi, Kepala Kejati NTB, Tomo Sitepu serta stakeholder lainnya.

Baca Juga:  Ditempa Musibah Beruntun, Daya Tahan Zul-Rohmi Dinilai Sangat Baik

Bang Zul sapaan akrab Gubernur, menjelaskan, diantara 65 hektar yang dialokasikan pengelolaannya oleh GTI, ternyata 60 hektarnya telah dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat dengan kegiatan ekonomi yang cukup bagus. Sehingga dari lahan itu yang tersisa hanya 5 hektar yang belum dimanfaatkan alias masih kosong.

“Untuk itu, secara kasat mata dengan logika sederhana karena investasi masyarakat juga sudah sangat bagus. Tidak mungkin kami mengusir masyarakat kita sendiri untuk salah satu invastasi yang belum pasti,” kata mantan anggota DPR RI tiga periode tersebut.

Berangkat dari polemik ini, lanjut Bang Zul, karena lahan itu terlanjur dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga berbagai upaya dan komunikasi telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi bersama Kapolda NTB, Danrem 162/WB dan Kejati NTB.

Yakni salah satunya adalah membuat kebijakan addendum. Dalam addendum tersebut, Pemprov NTB mencoba menawarkan kepada pihak GTI untuk memanfaatkan lahan sisa tersebut guna membuktikan bahwa pihak GTI memiliki keseriusan untuk berinvestasi di Gili Trawangan.

“Sehingga tidak ada solusi lain kecuali kami memutuskan kontraknya. Karena ternyata suasana batin masyarakat di Gili Trawangan merasa lebih aman berkontribusi keuntungan kepada pemerintah daerah ketimbang berkontribusi dengan PT GTI yang gak kelihatan,” jelas Gubenur.

Selain itu, Bang Zul mengakui bahwa pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk membuka ruang dialog dengan pihak GTI namun tidak direspon dengan baik. Sehingga banyak acara yang dibatalkan karena menunggu kabar dari pihak GTI dan ini sangat keterlaluan.

“Oleh karenanya, tanpa ragu-ragu merasa tidak perlu ada lagi addendum karena pihak GTI tidak menunjukkan itikad baik. Kami sepakat untuk memutus kontraknya,” demikian tegas Doktor Ekonomi tersebut. (red) 

Artikel sebelumyaInovasi Kejutan UNW Mataram
Artikel berikutnyaDanrem 162/WB Pimpin Upacara Pemakaman Jenazah Kapten Chb Anumerta Dirman