ADVERTORIAL

Belasan Desa Diusulkan Sebagai Desa Wisata

132

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Pemda Sumbawa melalui Dinas Pemdua Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa terus gencar mengembangkan desa sebagai daerah wisata. Setelah sebelumnya puluhan desa telah ditetapkan, kini di tahun 2019 belasan desa kembali diusulkan.

Kepala Dispopar Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Junaidi M.Si menyebutkan, sekarang ini ada pola pengembangan wisata, baik secara nasional maupun lokal. Yakni dengan mengembangkan wisata berbasis desa dalam bentuk desa wisata.

Saat ini, Sumbawa sudah menetapkan 29 desa dan dibuatkan profilnya. Pihaknya juga mengusulkan 15 desa lainnya ke pihak provinsi tahun 2019 ini. Sedangkan beberapa desa lain akan diusulkan ke pemerintah pusat melalui Kementrian Desa PDT dan transmigrasi.

Baca Juga:  Pemkab Sumbawa Siapkan Skema Tangani Jalan Osap Sio

“Kita sudah menetapkan tahun kemarin 29 desa dan sudah kita buatkan profilnya. Kebetulan ini kita padukan, kita dorong ke provinsi. Ternyata disambut oleh provinsi, provinsi mengembangkan 100 desa wisata di NTB. Maka kita sudah mengusulkan 15 desa wisata. Insya Allah nanti selain yang 15 ini, juga kita ingin dorong beberapa desa lagi kita ingin usul ke pusat. Terutama ke Kementrian PDT,” ujarnya kepada wartawan, Senin (14/1).

Diakui H. Jun-akrabnya disapa, dalam waktu dekat pihaknya segera melaksanakan rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait dalam rangka menyatukan program ini.

Baca Juga:  Fraksi PKB Minta Pemprov NTB Siapkan Isolasi Terpusat

Sehingga keterlibatan dinas terkait juga bisa dilakukan dari awal perencanaan. “Kita akan melakukan rapat koordinasi dulu dalam rangka mempersiapkan desa-desa yang akan kita usulkan itu, yang telah kita usulkan dan juga nanti desa lain yang memang perlu segera kita usulkan,” terangnya.

Dengan dibentukanya desa wisata ini, tambah H. Jun, banyak banyak hal yang bisa ditangani. Diantaranya terkait ingkungan sekitar desa dan mendorong keterlibatan masyarakat. Sehingga dampaknya dapat mempercepat pengembangan ekonomi di desa. (*)

Baca Juga:  Bimtek Monitoring Isu Publik
Artikel sebelumyaJalo : Mau Sampai Kapan, Korban Gempa Butuh Kepastian!
Artikel berikutnyaIni Tanggapan 10 Fraksi DPRD NTB terhadap Pendapat Gubernur NTB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here