PEMERINTAHAN

Bimtek Monitoring Isu Publik

48
Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Dr Najamuddin Amy, S.Sos, M.M

NUSRAMEDIA.COM — Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy memaparkan pengelolaan isu publik melalui manajemen inovasi Public Relation Command Center (PRCC) sebagai sebuah sistem yang terpusat dalam manajemen hubungan masyarakat di Nusa Tenggara Barat.

“Pengelolaan PRCC ini sudah kami lakukan sejak dua tahun yang lalu,” kata pria yang kerap dipanggil Doktor Najam itu pada Bimtek Pelaksanaan Kebijakan Sub Urusan Informasi dan Komunikasi Publik tentang Monitoring Isu Publik, yang dihelat Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Kamis (21/10/2021) di Svarga Resort Lombok-Villasa Senggigi, Lombok Barat.

Dijelaskan Kadiskominfotik NTB ini, pengelolaan semua informasi akan terpusat dalam Public Relation Command Center (PRCC) yang berlokasi di area Media center Pemprov. “Mulai dari pengelolaan isu, pengawasan media, trust management dalam Tim Public Relation hingga Tim Penyelaras,” terang Alumni Universitas Airlangga Surabaya ini didepan peserta via offline dan online zoom yang diikuti Diskominfo se-Indonesia.

Baca Juga:  159 Pejabat Lingkup Pemkab Sumbawa Dirotasi

Informasi dan isu yang berkembang akan diawasi secara realtime, sambung Doktor Najam, kemudian dengan cepat dikelola sehingga dapat diselesaikan. Semua aktifitas publik dan kinerja dinas terpantau sehingga bisa selaras dengan visi misi NTB Gemilang. “Cara ini merupakan salahsatu cara untuk meningkatkan partisipasin publik, sehingga membangun trash masyarakat agar ikut serta dan terlibat mensukseskan semua kegiatan masyarakat,”pinta mantan Karo Humaspro NTB.

Sehingga dari sini, kata pria asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu, Pemrov NTB dapat menjadikan pijakan dalam menentukan kebijakan dan menyelesaikan semua isu yang berkembang ditengah masyarakat. Termasuk segera mungkin mengeliminasi isu agat tidak bias dan berkembang dimasyarakat. Hal lain juga ada aduan NTB Care, media untuk menyampaikan aduan masyarakat baik melalui aplikasi dan Media Sosisl.

Baca Juga:  Bupati Djohan Tanggapi Pemandangan Umum Fraksi Terkait RAPBD 2022

Tim NTB Care juga memantau postingan Pimpinan daerah dan membantu menyampaikan aduan tersebut ke dinas terkait. Sehingga Gubernur NTB dan Wakil Gubernur dapat memantau sistem ini. Dapat juga melihat langsung isu publik. Apalagi Gubernur NTB, salahsatu tokoh yang paling aktif di medsos terutama Facebook. “Beliau kerap mempublikasikan kegiatannya di Medsos,” tambah Doktor Najam.

Diakhir paparannya, Doktor Najam mengingatkan, bahwa zaman sudah berubah, untuk menggali dan menjemput aspirasi masyarakat, sudah sulit untuk berkomunikasi 2 arah. Maka pergunakan medsos dan media online lain memberikan pelayanan kepada masyarat.

Baca Juga:  Event Dunia di NTB, Haji Boh : Ini Kesempatan Emas Bagi Kita Semua!

Sementara itu, Hasyim Gautama Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik, Kemenkominfo RI mengatakan tantangan kedepan, bagaimana dapat memprediksi Isu pubpik kedepan. “Karena menyangkut untuk menjaga kestabilan,”katanya.

Pengelolaan isu ini harus mudah dan berguna untuk di konsumsi masyarakat. Agar dapat memberikan pencerahan dan ketenangan menerima informasi. Menariknya lagi, Praktisi Komunikasi Emilia Bassar mengakui bahwa monitoring opini dan aspirasi publik sangat penting bagi pemerintah. “Karena dapat membantu organisasi menangkap isu publik lebih awal, belajar dari kesalahanya dan mendorong keragaman pemikiran dan pendapat dan menemukan hubungan sebab akibat,” tuturnya seraya mengajak agar yang paling penting mengelola isu publik, harus dicatat semua yang dilakukan. (red) 

Artikel sebelumyaGerindra Jagokan Jarot di Pilkada Sumbawa 2024
Artikel berikutnyaMedia Center Korem 162/WB Diresmikan