PEMERINTAHAN

Bupati Sumbawa Kunjungi Mentan Minta Dukungan Pengembangan Food Estate

41

NUSRAMEDIA.COM — Bupati Sumbawa, Mahmud Abdullah mengunjungi Kementerian Pertanian RI, beberapa waktu lalu. Kedatangannya tersebut untuk meminta dukungan dalam pengembangan kawasan Food Estate di Labangka. Dalam kunjungannya, Bupati Sumbawa didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa, Kepala Dinas Pertanian dan sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, serta diterima langsung Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

“Kami mengusulkan kepada Bapak Menteri Pertanian beberapa hal. Pertama dukungan di Food Estate Labangka,” kata Bupati melalui Lalu Suharmaji Kertawijaya selaku Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa, Jum’at (19/11). “Karena di pertanian ini banyak hal yang bisa didukung oleh Kementan. Ada Food Estate Labangka, antara lain disitu mesin pengolah, alat pertanian, akses jalan usaha tani. Termasuk juga embung dan cekdam dalam upaya mendukung itu,” tambahnya.

Baca Juga:  Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD KLU Terhadap Dua Raperda Eksekutif

Selain meminta bantuan untuk kawasan Food Estate, di kesempatan tersebut Pemda Sumbawa juga mengajukan bantuan untuk sektor pertanian di kecamatan lainnya. “Tapi juga bukan di kawasan food estate saja, kami minta juga di kecamatan lainnya. Untuk dukungan alsintan, jalan usaha tani, saprodi dan pengembangan-pengembangan lain,” tambahnya.

Diungkapkannya, terkait dari berbagai komoditi yang diusulkan seperti jagung, porang, kopi, jambu dan lain sebagainya. Menteri Pertanian meminta Pemda Sumbawa agar dapat lebih fokus di satu komoditi saja. Namun dengan area yang luas. “Terkait dengan komoditi yang kita usulkan, bapak Mentri merespon sangat bagus. Pak Mentri minta fokus disatu saja untuk dikembangkan. Tetapi dengan area yang luas. Nah itu akan memberikan contoh yang dikasih kita sama pak Mentri, adalah yang ada di Wonosari Jawa tengah, yang ada di Sulawesi, Kupang. Sehingga dia itu satu hamparan tapi fokus di satu bidang dengan dukungan alat-alat pertanian yang cukup bagus,” jelasnya.

Baca Juga:  DPRD KLU Setujui RAPBD 2022

Diakuinya, saat ini Pemda Sumbawa belum mengarah berfokus pada komoditi. Karena lebih dulu harus dirapatkan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Juga harus memperhatikan arahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Adapun yang harus dipersiapkan, yaitu lahan, dokumen dari master plan, dan kesiapan infrastruktur air. “Tapi dukungan infrastruktur lain saprodi, alsintan, bagunan cekdam itu yang kita usulkan. Nah, salah satu yang kita usulkan sebagai komoditi kita adalah bawang, nah nanti kita akan merealisasikan itu dengan rapat secara terpadu dengan OPD-OPD terkait. Agar kita tahu arah fokus komoditi kita nanti,” tandasnya.

Baca Juga:  159 Pejabat Lingkup Pemkab Sumbawa Dirotasi

Diterangkannya, satu hal yang paling penting di tekankan oleh Mentan adalah untuk menjaga lingkungan. Karena lingkungan ini menjadi salah satu utama dalam upaya mendukung pertanian. Bagaimana caranya supaya lahan-lahan pertanian itu dihijaukan kembali, direboisasikan kembali untuk bisa menjadi tempat penyimpanan air.

“Dilain pihak pak Bupati minta juga ke pak Mentri untuk dukungan-dukungan yang lain, banyak hal. Contoh satu bagaimana proses-proses karena kita menjadi lumbung pangan nasional untuk bisa mendapat dukungan dari Menteri Pertanian ke Kementerian PU dalam hal pembangunan bendungan. Salah satunya adalah dalam mendukung potensi labangka komplek, bendungan kereke, dan bendungan yang lain,” pungkasnya. (red) 

Artikel sebelumyaDialog Kebangsaan PKS, Kepala Daerah Perlu Membuka Jembatan Kebersamaan
Artikel berikutnyaKedatangan Siti Ma’rifah Dinilai Bawa Angin Segar Untuk NTB