PEMERINTAHAN

Ditempa Musibah Beruntun, Daya Tahan Zul-Rohmi Dinilai Sangat Baik

76
Wakil Ketua DPRD NTB, H Mori Hanafi

NUSRAMEDIA.COM — Tiga tahun perjalanan kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalillah (Zul-Rohmi) terbilang tidak mudah.

Betapa tidak, semenjak mereka mulai memimpin NTB, tengah dihadapkan oleh berbagai bencana yang terbilang beruntun. Mulai dari gempa bumi hingga pandemi COVID19.

Meski demikian, “PR” cukup berat itu mampu dijalani oleh pasangan yang kerap disebut “Duo Doktor” itu dengan cukup baik. Hingga titik ini, justru NTB dibawah kepemimpinan mereka mampu survive dan terus membuat gebrakan.

Jika masih ada hal yang belum maksimal, para wakil rakyat di DPRD NTB pun memaklumi berbagai kesulitan yang dihadapi oleh pemerintah daerah selama tiga tahun lamanya. Belum lagi banyaknya anggaran yang tersedot untuk penanganan bencana tersebut.

Kepada wartawan, H Mori Hanafi Wakil Ketua DPRD NTB juga mengakui bahwa perjalanan pemerintahan Zul-Rohmi cukup sulit. “Kita akui tiga tahun pemerintahan Zul-Rohmi ini ditempa oleh musibah yang terus beruntun,” katanya, Senin (20/9) di Mataram.

“Sehingga terus terang ini mengacaukan segalanya. Kita prihatin, kinerja hampir di semua lini menurun, baik eksekutif maupun legislatif tidak bisa optimal. Karena situasi memang sulit,” imbuhnya.

Baca Juga:  Rancangan KUA-PPAS APBD 2022 Diserahkan ke DPRD NTB

Mori Hanafi tak menampik dan turut merasakan langsung bagaimana beratnya beban yang ditanggung dalam pemerintahan Zul-Rohmi dark sejak dilantik pada 19 September 2018 lalu.

Usai bencana gempa bumi, pandemi COVID19 juga dinilai telah membuat perekonomian turun drastis. Ditambah lagi akibat pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM. Dimana kegiatan ekonomi masyarakat otomatis ikut terganggu.

Bahkan, kata dia, yang tentunya sangat mempengaruhi daya beli masyarakat menurun. Dimana semuanya kemudian berujung pada realisasi pendapatan daerah tidak bisa tercapai maksimal.

“Ini kenyataan, saya rasakan sendiri bagaimana kita susahnya setengah mati kelola anggaran, karena ndak ada uang,” kata Legislator Udayana asal Dapil VI Dompu, Kota Bima dan Bima ini.

“Didera musibah gempa bumi, COVID19 yang semuanya menyedot anggaran besar. Tahun ini saja kita alokasikan Rp 300 milyar untuk penanganan COVID19,” bebernya lagi.

Menurut dia, pandemi COVID19 ini tidak saja mengganggu rencana pembangunan pemerintah daerah. Bahkan beberapa proyek pemerintah pusat yang ada di NTB juga tak bisa terlaksana karena COVID19.

“Misalnya pembangunan kilang minyak di teluk Santong, terhenti karena COVID19,” kata politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut.

Baca Juga:  Pemkab Sumbawa Terus Geber Vaksinasi

Meski begitu, Mori Hanafi menilai daya tahan pemerintahan Zul-Rohmi sudah sangat baik walaupun dengan adanya tekanan hebat bencanan alam maupun non alam, khususnya di NTB. Sehingga dampak ekonomi Covid-19 di NTB bisa ditekan dengan baik.

Trobosan-trobosan yang dilahirkan Zul-Rohmi juga dinilainya sangat efektif untuk menahan NTB tidak terjun terlalu jauh dalam jurang resesi ekonomi.

“Kita bersyukur bisa bertahan karena banyak daerah yang lebih tidak siap hadapi situasi ini dari pada kita. Kalau pun ada program yang belum tercapai, bisa dimaklumi,” kata Mori.

“Pak Gubernur juga terus mencari terobosan-terbosan, sehingga program pembangunan tetap jalan. Jika ndak ada Covid-19, mungkin ceritanya akan berbeda, perkiraan kita lompatan pembangunan NTB akan jauh lebih bagus,” tambahnya lagi.

Oleh karenanya, ia berharap kondisi pada tahun 2022 mendatang sudah bisa kembali normal tidak ada lagi COVID19, sehingga kegiatan perekonomian masyarakat kembali berputar normal dan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Terlebih dengan adanya event Internasional yaitu Word Superbike diharapkan oleh pihaknya bisa menjadi salah satu faktor pendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. “Superbike ini kalau dalam keadaan normal saya perkirakan perputaran uangnya minimal Rp2 triliun,” ucap Mori.

Baca Juga:  NTB Segera Lakukan Percepatan Serapan Anggaran

“Kemudian selanjutnya mudahan-mudahan terealisasi, pergelaran MotoGP (Tahun 2022) yang perkiraan saya perputaran uangnya bisa sampai Rp 10 triliun. Itu bisa memulihkan prekonomian kita,” lagi katanya.

Dengan melihat potensi itu, Mori mengaku pihaknya menjadi sangat optimis disisa jabatan dua tahun terakhir ini. Zul-Rohmi bisa merealisasikan target pembangunannya sesuai RPJMD.

“Program infrastruktur jalan bagus, pertanian lumayan, sektor kesehatan pembangunan rumah sakit dari tipe B jadi A itukan sangat hebat. Nah yang lain-lainnya ini masih bisa dikejar disisa dua tahun terakhir ini,” ungkapnya.

Tak lupa juga Mori memberikan saran kepada Zul-Rohmi, terutama soal sisa masa jabatan kepemimpinan tinggal dua tahun lagi, agar lebih fokus. Menurutnya, semua sumber daya yang dimiliki ditengah keterbatasan ini agar didorong maksimal untuk mengejar target pembangunan.

“Dalam teori ekonomi, jika dalam situasi penuh keterbatasan, maka kuncinya adalah fokus pada target. Maka saya yakin RPJMD kita bisa tercapai,” demikian Wakil Ketua DPRD NTB ini. (red) 

Artikel sebelumyaHazmi Hamzar : Rantai Sabuk Pengamanan NTB Harus Kuat!
Artikel berikutnyaInilah Nahkoda Baru DPC PKB se-NTB