PEMERINTAHAN

Doktor Zul Usulkan Direct Flight : “Kemestian yang Harus Dilakukan”

349

BADUNG — Sabtu (19/6) telah berlangsung rapat pembahasan isu-isu strategis pembangunan untuk tiga provinsi, yaitu NTB, NTT dan Bali.

Rapat bersama Bappenas RI yang berlangsung tepatnya di Ballroom Merusaka, Nusa Dua, Kawasan Wisata Nusa Dua Lot, Badung, Bali ini juga dihadiri Gubernur NTB.

Dikesempatan itu, Gubernur Dr H Zulkieflimansyah menyebut NTB memiliki banyak destinasi unggulan. Namun sayang, direct flight ke NTB masih minim.

Untuk itu, ia mengusulkan agar ‘Direct Flight’ atau Penerbangan Langsung dari dan ke NTB menjadi suatu kemestian yang harus digesa kembali.

Baca Juga:  DPRD dan Pemkab Lotara Sepakati KUA-PPAS RAPBD 2023

“Ketika ada direct flight, kunjungan dari negara tetangga seperti Australia meningkat berkali – kali lipat. Jadi direct flight ini adalah kesemestian yang harus dilakukan,” kata Doktor Zul.

Menurut dia, NTB harus bersiap menghadapi banyak event berskala nasional dan internasional yang digelar seperti MotoGP, World Superbike dan banyak event besar lainnya.

Doktor Zul pun berharap event-event berkelas dunia itu bisa menjadi pemicu bangkitnya pariwisata NTB pasca pandemi COVID19.

“Tentu ada destinasi selain Mandalika seperti, Gili Tramena, Rinjani, Moyo, dan Sembalun yang sudah mendunia. Yang paling penting untuk NTB, adalah konektifitas. Direct flight adalah kesemestian,” kata Gubernur.

Baca Juga:  Sembilan Nama Dikirim ke KASN

Selain menggesa direct flight, Gubernur Zul juga menyinggung usulan pemerintah pusat yang berencana menurunkan status bandara internasional menjadi domestik.

Untuk itu, ia dengan tegas meminta untuk tidak menyertakan Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid (BIZAM) dalam penyederhanaan airport internasional.

“Dengan adanya motogp dan internasional event maka mudah-mudahan status internasional Airport dipertahankan karena fasilitas kita ‘more than enough,” jelas Doktor Zul.

Menanggapi hal tersebut, Ir Joshapat Rizal Primana selaku Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas RI menyatakan masukan dari Gubernur NTB akan menjadi prioritas utama dalam perencanaan pembangunan.

Baca Juga:  28 Kendaraan Operasional Diserahkan : "Jangan Mengabaikan Peruntukan Sesungguhnya"

“Untuk bandara internasional kami berkoordinasi dengan angkasapura. Bizam Akan tetap kami fungsikan sebagai bandara internasional. Terkait direct flight dengan Australia dan negara lain juga akan menjadi perhatian kami,” tutup Joshapat Rizal Primana. (red) 

Artikel sebelumyaMi6 Dorong Galang Open Donasi
Artikel berikutnyaMCI Soft Launching Perumahan TAJ Gerunung