PEMERINTAHAN

Dorong Pembangunan Bandara Perintis di Dompu

55

MATARAM — Anggota DPRD Provinsi NTB-Akhdiansyah mendorong pemerintah untuk membangun bandara perintis di Kabupaten Dompu. Sehingga, diharapkan dapat terbukanya konektifitas dan pemerataan pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumbawa.

“Saya sangat setuju kalau ada rencana pemerintah ingin membangun bandara di Kabupaten Dompu,” kata Anggota DPRD NTB jebolan asal Dapil Bima, Kota Bima dan Dompu tersebut pada Jum’at 9 Juli 2021 di Mataram.

Dia menilai, selama ini moda transportasi di Kabupaten Dompu masih jauh tertinggal dengan kabupaten kota lain di Pulau Sumbawa, termasuk di Pulau Lombok.

Padahal jika ditarik kebelakang Kabupaten Dompu pernah menjadi daerah terpenting di Pulau Sumbawa, bahkan NTB dalam urusan transportasi khususnya laut.

Karena secara historinya, Kabupaten Dompu pernah menjadi tempat ekspansi Patih Gadjah Mada dan pusat penyebaran Islam di Pulau Sumbawa, karena itulah Dompu menjadi pusat transportasi laut pada saat itu.

Selain soal histori dan konektivitas antar moda transportasi, menurut dia, keberadaan bandara perintis, tentunya akan meningkatkan pembanguan dan perekonomian masyarakat setempat.

Sebab, kata pria yang akrab disapa Yongki ini, Dompu memiliki keunggulan dalam sektor pertanian, peternakan, pertambangan dan pariwisata. Contoh di sektor pertanian dan peternakan, Dompu saat ini menjadi lumbung jagung nasional dan sapi.

Baca Juga:  Pemprov NTB Siapkan Rapid Tes Gratis

Bahkan, lanjutnya, di bidang pariwisata, Dompu juga dianugerahi keberadaan Gunung Tambora dan Pantai Lakey dan Danau Satonda. Dimana kedua destinasi ini menjadi lokasi pavorit wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Bahkan, wilayah Dompu diapit dua Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima.

“Berkaca dari itulah kami mendorong adanya bandara perintis di bangun di Dompu, tetapi ini bukan soal kemauan pribadi melainkan ini kemauan besar masyarakat Dompu yang disampaikan setiap saat kami turun reses ke masyarakat,” kata Yongki.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menegaskan, jika rencana tersebut terealisasi, dirinya mengusulkan dua lokasi yang menjadi pusat pembangunan bandara, yakni pertama di Kecamatan Hu’u dan kedua di Kecamatan Manggalewa.

“Kenapa dua lokasi itu, karena lahannya luas sehingga sangat cocok kalau di bangun bandara,” kata Yongki.

Untuk diketahui, sebelumnya Pemerintah Provinsi NTB mengusulkan pembangunan bandara perintis di Kabupaten Dompu untuk mempercepat akses moda transportasi ke sejumlah destinasi di wilayah itu.

Baca Juga:  Satgas Aset Pemprov NTB Mulai Lakukan Pendataan di Gili Trawangan

“Kami sedang mengusulkan penambahan penerbangan ke Bima atau mungkin saja membangun bandara perintis di Dompu, supaya akses menuju Tambora, Moyo dan Lakey sebagai destinasi utama di bagian timur bisa lebih baik,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Yusron Hadi.

Menurut Yusron, selama ini untuk menuju tiga destinasi utama di Pulau Sumbawa itu, yakni Taman Nasional Gunung Tambora, Pulau Moyo dan pantai Lakey dibutuhkan waktu 7 jam perjalanan dari Bandara Sultan Salahuddin Bima atau 12 jam dari Kabupaten Sumbawa, untuk bisa sampai ke lokasi.

“Karena itu rencana kita sampaikan ke Pak Menteri Pariwisata Sandiaga Uno sehingga bisa diatensi,” kata mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Nusa Tenggara Barat ini.

Selain persoalan transportasi, pihaknya juga meminta kepada pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk membantu daerah melakukan penataan estetika destinasi wisata, mulai fasilitas jalan dalam kawasan dan toilet dengan standar yang bersih dan sehat.

“Termasuk, penguatan industri kreatif yang banyak ragamnya dan dukungan festival-festival supaya masuk kembali dalam kalender event nasional,” kata Yusron.

Baca Juga:  Wagub Minta Pelabuhan Lembar Ditata Baik dan Menarik

Dijelaskannya, Lombok dan Sumbawa kaya sekali dengan spot-spot menarik dan eksotis untuk dikunjungi. Karakter destinasi Lombok dengan Sumbawa yang dibentuk oleh ragam landscape, sosial budaya yang berbeda memberi varian berwisata yang tak ada habisnya.

“Ketika di Lombok kita bisa mendapatkan pantai yg mempesona, alam pegunungan yang sejuk, ragam budaya dan tentu saja area spot tourism yang menantang di belahan timur kita menemukan tempat yang kuat untuk wisata adventure alam hutan pegunungan, deburan ombak pantai yang disukai para peselancar dengan suguhan budaya yang amat beda dengan Lombok,” tuturnya.

Oleh karena itu, Yusron berharap kehadiran Menparekraf Sandiaga Uno di Kabupaten Bima dapat menguatkan sektor wisata di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

“Kedatangan Pak Menteri Parekraf kali ini mengunjungi bagian timur NTB, yakni spot berkuda dan desa wisata Maria di Bima semoga terus bisa menghidupkan kembali giat wisata Lombok-Sumbawa,” demikian Yusron Hadi. (red) 

Artikel sebelumyaNTB Buka Layanan Telekonsultasi COVID19
Artikel berikutnyaKetua DPRD NTB Tepis Ada Surat Masuk Soal Permohonan Hutang