PEMERINTAHAN

Event Dunia di NTB, Haji Boh : Ini Kesempatan Emas Bagi Kita Semua!

46
Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD NTB, H Bohari Muslim.

NUSRAMEDIA.COM — Beredarnya spanduk dengan hastag #WSBK/MOTOGP #PulauSumbawaDapatApa cukup ramai jadi perbincangan publik dimedia sosial (medos). Baik itu facebook (FB) maupun disejumlah group whatsapp (WAG).

Hastag tersebut seolah menyiratkan sebuah pesan adanya ketidakadilan dari sisi perhatian Pemprov NTB, khususnya bagi Pulau Sumbawa. Seakan-akan hanya Pulau Lombok yang diperhatikan dan menikmati hasil dari adanya gelaran berbagai event dunia tersebut.

Hal ini menuai tanggapan sejumlah anggota DPRD Provinsi NTB. Salah satunya adalah Bohari Muslim-Anggota DPRD NTB jebolan asal Dapil Lombok Timur. Ia justru mengajak semua elemen masyarakat di Provinsi NTB agar tetap berfikir positif.

“Justru kita harus bersinergi, jangan kita berfikir yang negatif-negatiflah. Ini adalah ajang yang dibukakan oleh pemerintah pusat untuk kita berkompetisi. Pemerintah Provinsi (NTB) juga kan sudah ngasi slot, stand-stand (gratis) untuk para UMKM kita,” ujarnya, Kamis (25/11) di Mataram.

Baca Juga:  Sekda Sumbawa Terima Hasil SKB dari BKN

Berbicara porsi perhatian, ditegaskan pria yang akrab disapa Haji Boh itu, semua Kabupaten/Kota di NTB diperlakukan sama tanpa ada yang dibedakan. “Saya rasa dan saya lihat nggak ada (kabupaten/kota di NTB yang diperlakukan istimewa oleh Pemprov). Jadi nggak ada istilah (hastag) begituan,” katanya.

“Semuanya (diperlakukan) sama, semuanya terbuka saja dan diberikan peluang yang sama kepada Kabupaten/Kota di NTB untuk mempromosikan potensi daerahnya masing-masing. Baik itu dari UMKM-nya Pariwisata, maupun potensi lainnya,” imbuh Haji Boh.

Kalaupun harus berbicara Lombok Tengah, menurut Ketua Fraksi Partai NasDem NTB itu, kebetulan saja Loteng kecipratan tempat. Oleh karenanya, dia mendorong pemda/pemkot di NTB untuk kreatif, bersinergi dalam mencuatkan berbagai potensi yang ada di daerah masing-masing.

Baca Juga:  Wabup Lombok Utara Sampaikan Penjelasan RAPBD 2022

Pemda/Pemkot di NTB juga diharapkan tidak menunggu segala sesuatunya. Justru, kata dia, harus lebih mampu melihat peluang, terutama dalam mengambil setiap peranan. Khusus untuk UMKM, sebagai bentuk kepedulian Pemprov dan DPRD NTB telah membuatkan Peraturan Daerah (Perda).

Yaitu Perda Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. “Nah, sebagai bentuk Pemerintah Provinsi dengan DPRD NTB sudah kita buatkan Perda. Sudah ada payung hukumnya, disitu ada Perda tentang Ekonomi Kreatif,” ucap Haji Boh.

Mengingat saat ini Kabupaten/Kota sedang melakukan penyusunan APBD, dia menyarankan agar lebih fokus memberikan perhatian lebih terhadap para UMKM. Dimana menyediakan slot anggaran untuk sebuah pembinaan terhadap para pelaku UMKM.

Begitupun terhadap Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) baik ditingkat Provinsi, Kabupaten/Kota diberikan slot atau support anggaran sehingga dapat melakukan pembinaan dalam mempromosikan berbagai potensi pariwisata di NTB.

Baca Juga:  DPRD KLU Setujui RAPBD 2022

“Sekarang dunia memandang kita, jadi inilah kesempatannya dan ini adalah kesempatan emas bagi kita semua mencuatkan berbagai potensi yang ada. Berikan slot anggaran untuk melakukan pembinaan terhadap UMKM dan pariwisata kita,” harapnya.

Menuju MotoGP pada Maret 2022 mendatang, anggota Komisi V DPRD NTB itu mengajak agar semua elemen berkolaborasi demi menjaga nama baik NTB. Dimana momen tersebut juga dinilainya sebagai kebangkitan NTB. Oleh karenanya, semangat kebersamaan menjadi point penting.

“Ayo kita sama-sama bersinergi/berkolaborasi. Kita harus kreatif dan harus mampu melihat peluang serta menjemput peluang itu juga, jangan menunggu. Mari kita bergandengan menyatukan langkah. Jadikan ini sebagai motivasi bersama untuk kebangkitan kita. Terutama bertumbuhnya ekonomi NTB,” demikian ia menambahkan. (red) 

Artikel sebelumyaWagub Sampaikan Nota Keuangan dan Raperda Tentang APBD NTB 2022
Artikel berikutnyaBupati Djohan Tanggapi Pemandangan Umum Fraksi Terkait RAPBD 2022