PEMERINTAHAN

Hingga Oktober, Serapan Anggaran Nyaris 70 Persen

106

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Secara keseluruhan, serapan anggaran Kabupaten Sumbawa hingga Oktober atau awal November 2018, hampir mencapai 70 persen. Meski dengan dua bulan waktu tersisa, serapan tersebut masih sesuai skema yang direncanakan.

“Ada beberapa OPD yang cukup kecil karena paket tender sehingga mempengaruhi realisasi anggaran, untuk realisasi sudah di atas 60 hampir 70 persen. Berarti tinggal 30 persen,” kata Zaenal Arifin, Kabag Pemerintahan Setda Sumbawa, di ruang kerjanya, Senin (05/11).

Diungkapkan, faktor yang mempengaruhi postur anggaran sehingga masih dibawah 70 persen, karena ada beberapa paket yang masih berjalan, khusus tender. Sebab, serapan anggaran proyek fisik akan terlihat setelah pekerjaan proyek tersebut tuntas.

Baca Juga:  Event Dunia di NTB, Haji Boh : Ini Kesempatan Emas Bagi Kita Semua!

“Kan banyak OPD, terutama paket-paket PL itu banyak yang menunggu 100 persen baru dia ngambil pencairan. Salah satu faktor mempengaruhi itu, tetapi hanya beberapa persen saja,” tegasnya, juga menambahkan, meski demikian, serapan anggaran hingga sejauh ini masih berjalan sesuai skema, atau seluruh OPD bekerja dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan waktu.

Diungkapkan, OPD yang memiliki pekerjaan fisik sehingga menunjukkan serapan anggaran dibawah 70 persen antara lain Bapenda, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan dan PUPR. “Bapenda karena banyak paket pekerjaannya, seperti pasar Utan, pasar Langam, pasar Brangbiji, ini lagi proses hingga nampak tingkat serapan kecil. Tetapi secara program sedang berjalan kontrak. PU kecil, baru dibawah 70 persen. Karena masih jalan. Seperti pembangunan jalan dan jembatan. Sikim nanti kalau selesai 100 persen maka langsung drastis naik, karena itu tergantung tenggang waktu masa kontrak. Nah apabila nanti selesai maka dengan sendiri itu meroket” Ungkapnya.

Baca Juga:  Bupati Djohan Tanggapi Pemandangan Umum Fraksi Terkait RAPBD 2022

Dikatakan, APBD Kabupaten Sumbawa 2018 sekitar 710 untuk belanja langsung termasuk APBD-P, dan DAK. “Terutama yang dana-dana DAK, sangat kami konsen melihat perkembangan realisasi fisik. Semua sumber-sumber pendapatan kita bagus, sudah diatas 75 persen pendapatan realisasinya, seiring juga dengan realisasi yang ada di lapangan. Dan pada prinsipnya pekerjaan yang ada OPD itu untuk tahun 2018 ini saya perhatikan mungkin rata-rata diatas 90 persen,” ujarnya. (NM2)

Artikel sebelumyaBupati Instruksikan Pembangunan Huntap dan Huntara Dipercepat
Artikel berikutnyaGubernur NTB Saksikan MoU SRG dengan Kelompok Tani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here