PEMERINTAHAN

Komisioner KPID NTB Periode 2021-2024 Dilantik

104
Komisioner KPID NTB Resmi Dilantik oleh Sekda NTB, H Lalu Gita Ariadi

MATARAM — Senin (23/8), Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, H Lalu Gita Ariadi secara resmi melantik Komisioner Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) NTB periode 2021-2024 di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur NTB. Mereka yang dilantik ini adalah Ajeng Roslinda Motimori, Afifudin Adnan, Abdul Maluk, Darsono Yusin Sali, Auliya Rachman Chavez, Marga Harun dan Husna Fatayati.

Hadir pula Ketua Komisi I DPRD NTB, Sirajudin, Asisten I Tata Pemerintahan Hj Bq Eva Nurcahyaningsih, Kepala Dinas Kominfotik NTB Dr Najamudin Amy, Kepala BPKAD NTB, Komisioner Komisi Informasi (KI) NTB dan Komisioner KPID periode sebelumnya. Dikesempatan itu, Sekda NTB berharap agar KPID NTB dapat mengawal siaran informasi yang sehat bagi masyarakat. Terlebih ditengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan arus digitalisasi saat ini.

Baca Juga:  Wagub Minta Pelabuhan Lembar Ditata Baik dan Menarik

Maka potensi informasi, kata mantan Kepala DPMPTSP NTB ini, harus sedemikian rupa dikawal untuk membangun harmonisasi dan hal-hal positif bagi pembangunan dan kondisi sosial kemasyarakatan. “Karena itu sekecil apapun informasi hal-hal yang terkait dengan penyiaran yang keluar dari etika dan estetika yang ada ditengah masyarakat harus dilakukan mediasi agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” kata Gita Ariadi.

Selain itu, ia juga menyinggung tentang penanganan COVID19 yang membutuhkan pesan-pesan informasi yang akurat. Penanganan COVID19, kata dia, yang dilakukan di era informasi yang matang dan dewasa saat ini haruslah ditransformasikan dengan baik kepada masyarakat.

Baca Juga:  Pemprov NTB Siapkan Rapid Tes Gratis

Tujuannya, kata dia, agar informasi itu bisa lebih mengena kepada masyarakat dan bisa diterima dengan positif. “Oleh karena itu, kami berharap agar para Komisioner KPID NTB yang baru bisa terus mengawal informasi yang sehat dan benar dan dapat diterima positif oleh masyarakat,” kata Gita Ariadi.

“Jangan sampai sekecil apapun informasi yang diperoleh lembaga-lembaga penyiaran yang kontennya sesuatu yang kira-kira menjadi ancaman di tengah masyarakat maka harus segera dilakukan treatment-treatment yang baik,” imbuhnya.

Sekda juga tidak memungkiri penyiaran saat ini menjadi sebuah industri yang ingin tetap mendapatkan profit. Karena itu, untuk membentengi penyiaran-penyiaran yang lepas kontrol maka harus dibuatkan regulasi-regulasi yang bisa mengaturnya.

Baca Juga:  Ditempa Musibah Beruntun, Daya Tahan Zul-Rohmi Dinilai Sangat Baik

“Tujuannya untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan itu dapat dicerna dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat luas. Karena itu, Komisioner KPID NTB yang baru bisa berperan optimal untuk mengontrol, mengawasi informasi-informasi yang disampaikan melalui siaran agar bisa diterima dengan sejuk oleh masyarakat dan jauh dari keresahan-keresahan yang ditimbulkannya,” kata Sekda NTB.

“Saya berkeyakinan dengan kapasitas dan kemampuan personal dari Komisioner KPID yang baru yang telah melalui proses seleksi oleh DPRD NTB, mudahan tetap bersinergi dan bisa memberi kontribusi yang besar bagi kemajuan NTB yang lebih Gemilang di masa-masa yang akan datang,” demikian ia menambahkan. (red) 

Artikel sebelumyaDispar NTB Bahas Berbagai Langkah Konkret
Artikel berikutnyaSeorang Tukang Ojek di KSB Hamili Selingkuhannya