PEMERINTAHAN

Mulai Agustus 2021, TPP PNS Pemprov NTB Akan Diberikan Beras

93

LOMBOK TENGAH — Rencananya mulai Agustus 2021 mendatang, berkaitan dengan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) PNS lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB tidak hanya berupa uang.

Namun, juga akan diberikan komoditas berupa beras sebanyak 10 Kg. Hal ini dimaksudkan, selain menjaga harha gabah tetap stabil, juga demi kesejahteraan petani dan UMKM lokal di NTB.

Demikian diungkapkan Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah saat menghadiri giat panen padi “Demplot Kombinasi Meyode System of Rise Intensification (SRI)-Jajar Legowo (Jarwo)” Program Integrated Farming System (IFS) di Dusun Dasan Baru Tojong Ojong, Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Kamis (15/7) kemarin.

Menurut Bang Zul kerap Gubernur NTB disapa, beras yang akan diberikan itu berasal dari pabrik yang membeli gabah petani lokal. Sehingga, ada kesinambungan permintaan dengan harga gabah agar mendekati stabil.

Baca Juga:  Ditempa Musibah Beruntun, Daya Tahan Zul-Rohmi Dinilai Sangat Baik

Terlebih, kata dia, pegawai pemprov dinilainya cukup banyak, yaitu ada sekitar 13 ribu orang. Jika setiap bulan dengan TPP diberikan berad 10 Kg, ia menilai akan ada pabrik penggilingan yang akan terus hidup. “Apalagi kualitas beras kita sangat baik, tidak kalah dengan daerah lain,” kata Bang Zul.

Pabrik penggilingan yang dipilih adalah yang mau membeli gabah dari para petani lokal NTB. Sehingga, bila konsep ini juga diterapkan di Lombok Tengah dan Kabupaten/Kota se-NTB, diyakininya akan sangat membantu harga gabah petani tetap stabil dan tidak anjlok.

Oleh karenanya, Bang Zul berharap setelah Pemprov, Bupati Lombok Tengah dapat mengikuti langkah ini. Minimal, kata dia, awal September sudah dimulai untuk mengawalinya. “Maka bila kurang lebih sekitar 50 ribuan ASN di NTB diberikan beras, sangat luas biasa untuk membantu mensejahtekan petani,” ujarnya.

Baca Juga:  Wagub Minta Pelabuhan Lembar Ditata Baik dan Menarik

Disisi lain, ia mengingatkan agar pemerintah daerah juga harus berani bersikap tegas, agar tidak ada permainan dalam pembelian gabah petani dan beras di pabrik penggilingan. “Buatkan aturan dan mekanisme yang baik,” kata Bang Zul.

Setelah tahun ini pemberian beras, samhungnya, tidak menutup kemungkinan produk selanjutnya yang akan dibagikan dengan TPP adalah produk seperti Kopi, Teh, Minyak Kelapa dan produk UMKM lainnya. “Kita ikut membantu produk UMKM dan ada kebanggaan kita menggunakan mengkonsumsi karya putra/i daerah,” ujar Bang Zul.

Setelah terpenuhi kebutuhan dalam daerah, dengan adanya Cost of Learning, masih kata dia, produk-produk NTB dapat dijual keluar daerah se-Indonesia bahkan dunia. “Perjalanan panjang, selalu harus dimulai dengan keberanian memulai dengan langkah pertama,” ucapnya seraya untuk terus membangkitkan masyarakat dan petani NTB.

Baca Juga:  Satgas Aset Pemprov NTB Mulai Lakukan Pendataan di Gili Trawangan

Mendengar hal itu, Bupati Lombok Tengah yaitu Fathul Bahri menyambut baik ide/gagasan dari orang nomor satu di NTB tersebut. “Ini langkah untuk menjaga kestabilan gabah di daerah dan menuju ketahanan pangan,” ucapnya singkat.

Kemudian, Saidi Amir salah satu petani Batukliang, mengapresiasi langkah yang akan dilakukan Gubernur NTB. Menurutnya, hal itu sangat menunjukkan keberpihakkan kepada masyarakat, terutama para petani. “Ini sangat membantu kami, agar terus semangat meningkatkan produktifitas,” ujarnya.

Maka dari itu, secara khusus ia sangat berharap kepada orang nomor satu di Kabupaten Lombok Tengah itu dapat segera merealisasikan pemberdayaa serta penguatan untuk para petani di Lombok Tengah. (red) 

Artikel sebelumyaSekda NTB Tegaskan Langkah Addendum Sudah Tepat
Artikel berikutnyaNTB Melesat ke Peringkat III Nasional