PEMERINTAHAN

Pemilahan Sampah adalah Kunci

51

MATARAM — Pengelolaan sampah berbasis desa dinilai sangat efektif. Penanganan sampah kovensional harus ditinggalkan.

“Karena sampah dapat diolah menjadi produk bermanfaat,” demikian hal itu ditegaskan oleh Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah.

Menurutnya, di hilir pemanfaatan sampah menjadi sumberdaya dan berharga harus mulai dikerjakan dari hulu.

“Tata kelola sampah ini juga upaya mengatasi masalah lingkungan,” kata orang nomor dua di Nusa Tenggara Barat ini, Rabu (1/9) di Mataram.

Baca Juga:  Kolaborasi Dispussip NTB dan Lotim Dukung Desa Tete Batu

Wagub menambahkan, dengan dukungan industrialisasi di hilir, tata kelola ini akan menghidupkan sirkular ekonomi baru di desa.

Sementara itu Kepala Dinas LHK, Madani Mukarom mengatakan, desa merdeka sampah harus berani dideklarasikan.

Mengelola sampah sendiri tanpa menunggu inisiasi dari pemerintah akan menghasilkan kemandirian dan penghargaan tersendiri bagi dunia.

Ia menyebut Singapura dan Desa Panglipuran di Bali yang memproklamirkan diri sebagai tempat terbersih di dunia membuatnya menjadi magnet bagi masyarakat dunia.

“Di NTB juga sudah mulai tumbuh inisiatif untuk menjadi desa terbersih,” demikian hal itu diungkapkan Kepala Dinas LHK NTB. (red) 

Baca Juga:  Sejumlah Fraksi Apresiasi Upaya Gubernur NTB Putus Kontrak GTI
Artikel sebelumyaMosi Tidak Percaya Dishub NTB Disayangkan
Artikel berikutnyaRamah Difabel Jadi Komitmen Zul-Rohmi