PEMERINTAHAN

Pemilahan Sampah adalah Kunci

195

MATARAM — Pengelolaan sampah berbasis desa dinilai sangat efektif. Penanganan sampah kovensional harus ditinggalkan.

“Karena sampah dapat diolah menjadi produk bermanfaat,” demikian hal itu ditegaskan oleh Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah.

Menurutnya, di hilir pemanfaatan sampah menjadi sumberdaya dan berharga harus mulai dikerjakan dari hulu.

“Tata kelola sampah ini juga upaya mengatasi masalah lingkungan,” kata orang nomor dua di Nusa Tenggara Barat ini, Rabu (1/9) di Mataram.

Baca Juga:  Dikbud NTB Diminta Berikan Klarifikasi, LBS : "Jika Tidak Salah Kenapa Mesti Takut?"

Wagub menambahkan, dengan dukungan industrialisasi di hilir, tata kelola ini akan menghidupkan sirkular ekonomi baru di desa.

Sementara itu Kepala Dinas LHK, Madani Mukarom mengatakan, desa merdeka sampah harus berani dideklarasikan.

Mengelola sampah sendiri tanpa menunggu inisiasi dari pemerintah akan menghasilkan kemandirian dan penghargaan tersendiri bagi dunia.

Ia menyebut Singapura dan Desa Panglipuran di Bali yang memproklamirkan diri sebagai tempat terbersih di dunia membuatnya menjadi magnet bagi masyarakat dunia.

“Di NTB juga sudah mulai tumbuh inisiatif untuk menjadi desa terbersih,” demikian hal itu diungkapkan Kepala Dinas LHK NTB. (red) 

Baca Juga:  Pemda Didorong Mengolah Potensi Alam : "Kita Harus Punya Keberanian"
Artikel sebelumyaMosi Tidak Percaya Dishub NTB Disayangkan
Artikel berikutnyaRamah Difabel Jadi Komitmen Zul-Rohmi