PEMERINTAHAN

Pemprov NTB Apresiasi Command Center dan Smartcity Kota Bima

67
Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr Najamuddin Amy, SSos, MM

MATARAM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat mengapresiasi capaian yang telah dilakukan oleh Kota Bima dalam mewujudkan pemerintahan yang terbuka. Hal ini tergambar dari kebijakan-kebijakan yang mengedepankan pelayanan dan keterbukaan informasi bagi publik.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr Najamuddin Amy yang turut hadir dalam acara Launching Command Center dan Smartcity Kota Bima secara virtual, di Ruang Kerjanya, Senin (23/8).

“Kami ingin memberikan apresiasi sangat luar biasa kepada pemerintah Kota Bima yang sudah memulai hal ini. Kami melihat ini sebgaai legacy yang luar biasa. Tiga tahun bukan waktu yang singkat untuk mempersiapkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemprov NTB Siapkan Rapid Tes Gratis

“Apalagi ini terkait digitalisasi terkait dengan aplikasi, maka untuk menuju smartcity dan smart province dibutuhkan kolaborasi antara provinsi NTB dan Kota Bima,” tambah Bang Najam sapaan akrab Kadis Kominfotik NTB ini.

Bang Najam juga mngatakan bahwa Provinsi NTB telah memiliki hampir 138 aplikasi, dimana aplikasi-aplikasi ini dijadikan hub dan sangat terkait erat dengan pelayanan publik. Salah satunya seperti aplikasi NTB Care, SI Posyandu, Aplikasi Lestari dan lain sebagainya.

“Adanya aplikasi NTB Care memudahkan masyarakat untuk dapat mengetahui kondisi lingkungan dan sebagainya dan sebagai pelayanan pengaduan untuk masyarakat,” jelas pria kelahiran asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tersebut.

Baca Juga:  Program Zul-Rohmi Dinilai Luar Biasa

“SI Posyandu dimana pelayanan kesehatan mulai dari balita sampai lansia dapat kita lakukan termasuk bagaimana kita mewujudkan desa bersih dari narkoba. Aplikasi lestari untuk menjaga kelestarian dan zero waste dilingkungan kita,” imbuh Bang Najam.

Ia juga menjelaskan bahwa Smartcity Kota Bima yang akan berkolaborasi dengan smart province yang berkaitan dengan aplikasi – aplikasi pelayanan publik, seperti NTB Satu Data, PPID dimasing – masing Kabupaten Kota.

“Sehingga menuju smartcity harus melibatkann government, technology patner, industry patner, asosiasi, komunitas, konsultan dan media patner juga penting untuk dilibatkan dalam perjalanannya smartcity di Kota Bima dimasa – masa yang akan datang,” tutupnya. (red) 

Baca Juga:  Satgas Aset Pemprov NTB Mulai Lakukan Pendataan di Gili Trawangan
Artikel sebelumyaGubernur NTB Minta ITDC Jelaskan Kondisi Apa Adanya
Artikel berikutnyaBang Zul Segera Selesaikan Masalah Lahan Warga di Mandalika