PEMERINTAHAN

Pemprov NTB Disarankan Buat Terobosan Pemulihan Ekonomi

50

NUSRAMEDIA.COM — Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi NTB memberi sejumlah saran terkait dengan program pemulihan ekonomi akibat terdampak pandemi COVID19 dalam Rancangan APBD Perubahan tahun 2021.

“Dalam situasi Pandemi COVID19 yang masih berlangsung dan ditengah berbagai keterbatasan yang ada. Pemerintah daerah perlu menerapkan strategi implementasi yang inovatif dan efektif agar dapat merealisasikan target APBD-P secara optimal,” kata anggota Banggar DPRD NTB, Sambirang Ahmadi di Mataram.

Menurut dia hal ini juga sudah disampaikan pada saat Rapat Paripurna DPRD NTB yang digelar pada Selasa 7 September 2021. Oleh karenanya, dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah, pihaknya mendorong agar Pemprov NTB terus berupaya untuk meningkatkan kinerja pengelolaan aset daerah.

Baca Juga:  Satgas Aset Pemprov NTB Mulai Lakukan Pendataan di Gili Trawangan

Yaitu, kata Sambirang, melalui penguatan manajemen, permodalan dan pemuktahiran setrategi model bisnis serta peningkatan teknologi produksi. “Inovasi dan perluasan skala bisnis BUMD perlu didorong dengan serius. Bentuk keseriusan itu dapat berupa penyertaan modal yang rasional maupun kebijakan-kebijakan mendukung lainnya yang sejalan dengan regulasi,” ujarnya.

Demikian juga dalam upaya pemulihan ekonomi daerah disamping memberikan dukungan pada pelaku usaha yang ada. Pemprov, kata Ketua Komisi III DPRD NTB ini, juga perlu mendorong investasi baru, antara lain melalui peningkatan iklim investasi, identifikasi dan kajian pra kelayakan untuk investasi prioritas.

Baca Juga:  Pemprov NTB Siapkan Rapid Tes Gratis

“Pemerintah perlu mendorong diverifikasi sistem perekonomian daerah sehingga memiliki ketahanan yang handal terhadap gelombang perubahan besar yang mungkin timbul akibat perubahan iklim, digitalisasi ekonomi, dan bencana alam serta kesehatan,” ungkapnya.

Selanjutnya dalam rangka pembangunan ekonomi yang inklusif, lebih lanjut dikatakan politisi PKS ini, kemudian dukung perlindungan UMKM harus terus diupayakan agar UMKM mampu bertahan hidup dalam masa resesi ekonomi akibat Pandemi COVID19 saat ini.

“Pengembangan UMKM perlu dorongan untuk menghasilkan produk yang bersifat subtitusi impor. Kemudian semangat bela beli produk lokal juga penting didorong sehingga produk UMKM laku di pasaran, dapat tumbuh kembang dan kemandirian ekonomi lokal meningkat,” demikian Sambirang Ahmadi. (red) 

Baca Juga:  Ditempa Musibah Beruntun, Daya Tahan Zul-Rohmi Dinilai Sangat Baik
Artikel sebelumyaMegawati Dipastikan Sehat Bugar
Artikel berikutnyaNTB Dapat Tambahan Vaksin dari Komisi IX DPR RI