PEMERINTAHAN

Pemprov NTB Harus Gerak Cepat

60
Anggota Komisi V DPRD NTB, Akhdiansyah

NUSRAMEDIA.COM — NTB akan menjadi tuan rumah gelaran World Superbike Championship (WSBK) pada tanggal 12 hingga 14 November. Kemudian MotoGP pada 2022 di Sirkuit Mandalika.

Salah satu syarat untuk menggelar event internasional tersebut adalah, vaksinasi warga di daerah lingkar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika harus mencapai 70 persen.

Terlebih agar terwujudnya herd immunity atau kekebalan kelompok. Oleh karenanya, Anggota DPRD NTB, Akhdiansyah mendorong Pemprov NTB agar gerak cepat melaksanakan vaksinasi COVID19.

Menurut dia, NTB sebagai tuan rumah gelaran olahraga balapan dunia ini harus berupaya maksimal. Terlebih demi suksesnya berbagai event yang akan terlaksana dalam waktu dekat, yakni salah satunya adalah World Superbike.

Baca Juga:  Wagub Minta Pelabuhan Lembar Ditata Baik dan Menarik

Vaksinasi, sambungnya, menjadi penting. Mengingat banyak orang dari berbagai dunia akan datang ke NTB, khususnya di Lombok Tengah untuk menyaksikan para raider dunia menungang kuda besinya di sirkuit Mandalika.

“Persiapan harus maksimal. Vaksinasi menjadi penting, agar tamu-tamu yang datang nanti merasa aman dan nyaman. Dan mereka tidak lagi merasa was-was tertular COVID19,” kata politisi muda PKB yang akrab disapa Yongki ini.

“Maka dari itu, pelaksanaan vaksin harus digencarkan. Yang lebih pentingnya lagi, vaksin kita harus tersedia. Saya dapat info, Kota Mataram sudah mencapai diangka 80 persen. Itu bagus, dan (polanya) bisa dijadikan contoh untuk diterapkan, terutama di Lombok Tengah atau KEK Mandalika,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pemprov NTB Siapkan Rapid Tes Gratis

Ditegaskannya, vaksin adalah hak semua masyarakat. Kalaupun stok vaksin kurang, Pemda diminta melakukan lobi ke pusat. Sehingga ketersediaan vaksin tercukupi dan target vaksinasi bisa mencapai sesuai yang diharapkan.

Terlebih, kata pria yang juga kerap disapa Guru To’i ini, KEK Mandalika adalah salah satu destinasi super prioritas atau The Golden Destination. Oleh karenanya, Lombok Tengah diharapkan jadi perhatian bersama.

“Lombok Tengah ini harus jadi bahan pemikiran bersama. Terutama Dikes harus mencari pola. Karena masyarakat yang ada disana (wilayah KEK Mandalika) harus jadi prioritas untuk divaksin,” ujarnya.

Baca Juga:  Apresiasi Upaya Bang Zul Tuntaskan Berbagai Persoalan

Walaupun begitu, Akhdiansyah mengaku sangat optimis gelaran WSBK di Mandalika akan berlangsung sukses. “Tinggal dua bulan efektifnya (September-Oktober), kalau bisa vaksinasi dimaksimalkan bagi masyarakat disektar area (Mandalika), bila perlu bisa mencapai 80 persen,” katanya.

“Maka dari itu, kami (DPRD) mendorong Pemprov NTB untuk lebih bergerak cepat. Mengingat sisa waktu tidak banyak lagi. Supaya apa yang kita harapkan bersama dapat terlealisasi, lebih-lebih demi suksesnya gelaran event-event internasional ini,” demikian Guru To’i menambahkan. (red) 

Artikel sebelumyaMuzihir Siap Maju Pilgub NTB
Artikel berikutnyaPemprov Kapan Surati GTI? Ini Kata Gubernur NTB