PEMERINTAHAN

PPKM Mikro Berbasis Desa/Kelurahan Efektif Hadapi COVID19

66

MATARAM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama Pemerintah Kabupaten/Kota Se-NTB yang tergabung dalam Satgas melaksanakan rapat koordinasi percepatan dan evaluasi penanganan COVID19, Sabtu (10/7) kemarin secara offline dan online.

Dikesempatan itu, Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah menegaskan, bahwa penanganan penyebaran COVID19 berbasis Desa/Kelurahan dinilai sangat efektif dalam menghadapi corona.

“Karena selama ini, PPKM Mikro berbasis Desa/Kelurahan cukup efektif untuk penanganan COVID hingga tingkat Dusun dan RT,” kata orang nomor dua di NTB tersebut.

Menurut dia, tidak akan mungkin Provinsi atau Kabupaten saja yang fokus menghadapi pandemi ini. Namun, lanjutnya, harus melibatkan semua komponen dari tingkat desa ataupun kelurahan.

PPPM Mikro berbasis desa telah dilaksanakan selama ini. Apalagi, kata Wagub, keberadaan posko PPKM di Desa dan Kelurahan sudah mencapai 100 persen. Sehingga keberadaan posko ini dapat proaktif dan dimaksimalkan perannya.

Baca Juga:  Ditempa Musibah Beruntun, Daya Tahan Zul-Rohmi Dinilai Sangat Baik

“Kita sadar betul peran pemerintah desa, babinsa, babinkamtibmas dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya COVID19,” kata Wagub Rohmi.

Sehingga, penerapan dalam disiplin mengikuti protokol kesehatan dapat benar-benar diikuti oleh masyarakat. Termasuk membangun kesadaran masyarakat betapa pentingnya vaksinasi.

“Untuk itu, sinergi dan koordinasi Satgas COVID19 Kabupaten/Kota dengan Kecamatan hingga Desa harus terjalin dengan baik,” pintanya.

Selain itu, dia juga mengingatkan, dengan masuknya virus corona varian delta, penerapan prokes harus ditegakan dengan benar. Penyediaan faskel serta sarana dan fasilitas lainnya harus sudah teratasi dengan baik.

Ditambahkan Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal bahwa jajarannya telah menginisiasi adanya kampung sehat hingga ke Desa maupun Kelurahan.

Baca Juga:  Kolaborasi Dispussip NTB dan Lotim Dukung Desa Tete Batu

Dengan adanya kampung sehat, kata Kapolda, diharapkan masyarakat terus membiasakan diri untuk hidup sehat dan tetap menjaga protokol kesehatan.

“Peran serta semua komponen dari Kepala Desa, aparat TNI/Polri dan masyarakat untuk membiasan diri hidup sehat dan tetap menjaga prokes hadapi COVID,” kata Kapolda.

Sementara itu, Komandan Korem (Danrem) 162 Wira Bhakti, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa
COVID harus tangani dari lingkungan terkecil.

Yaitu seperti dilingkungan keluarga, desa, kecamatan keatas hingga negara. Jajaran TNI/Polri siap mendukung penuh semua kebijakan dan aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Sehingga kabupaten/kota hingga desa harus bersinergi dengan semua steakhokder hingga babinsa babinkamtibmas di desa maupun kelurahan,” kata Danrem.

Baca Juga:  Apresiasi Upaya Bang Zul Tuntaskan Berbagai Persoalan

Untuk diketahui, dalam rakor itu juga, Asisten Administrasi Umum dr Nurhandini Eka Dewi juga membahas soal persiapan Kota Mataram menerapkan PPKM Darurat.

Yaitu PPKM Darurat di Kota Mataram akan mulai diberlakukan pada tanggal 12-21 Juli 2021 esok (hari ini). Rakor itu juga diikuti antara lainnya oleh Walikota Mataram, Kepala Kemenag NTB, Kalak BPPBD, Kasat Pol-PP.

Kemudian, Kepala Dikes, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Kepala Dinas Dikbud NTB, Direktur RSUP NTB seta beberapa Kepala OPD lainnya, baik dilingkungan Pemprov maupun Pemkot Mataram yang tergabung dalam Satgas COVID19.

Sedangkan peserta rapat yang mengikuti secara online, yaitu para Kapolres, Dandim, dam Satgas Penanganan COVID9 Kabupaten/Kota Se-Provinsi Nusa Tenggara Barat. (red) 

Artikel sebelumyaAncaman COVID19 Harus Disikapi Bijaksana
Artikel berikutnyaJohan Sorot Distribusi Benih Bawang Putih Tidak Tepat Sasaran di NTB