PEMERINTAHAN

Program Food Estate dan Shrimp Estate Terus Digesa

69

SUMBAWA — Pembangunan Food Estate terintegrasi dan kawasan budidaya udang vaname terintegrasi (shrimp estate) di Kabupaten Sumbawa terus digesa oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

“Dua program ini merupakan sinergi antara Pemda Sumbawa, Pemerintah Provinsi NTB dan Pusat, untuk mewujudkan program indusrialisasi,” ungkap Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviany dalam acara Bincang Gemilang yang digagas Dinas Kominfotik NTB, Jum’at (3/9) lalu di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

Bincang Gemilang edisi kelima ini, mengusung tema Industrualisasi dan motor listrik, dikemas dengan live streaming media sosial Pemprov NTB. Menghadirkan Wakil Bupati Sumbawa Dewi Noviany, Kadis Kominfotik NTB Dr Najamuddin Amy, Rektor UTS Ir Chairul Hudaya dan Direktur UD Fajar Samudra.

Baca Juga:  Satgas Aset Pemprov NTB Mulai Lakukan Pendataan di Gili Trawangan

Didepan Forum Wartawan Pemerintah Provinsi NTB, yang sedang melakukan kunjungan Press Trip lokal, Wakil Bupati menegaskan 2 program yang terintegrasi ini masing-masing dalam proses dan tahapan pengerjaan.

Untuk pengembangan kawasan budidaya udang Vaname terintegrasi (shrimp estate) di atas lahan 1.121 Ha yang ditentukan pusat, akan dibangun semua sektor industri dari hulu hingga hilir. “Ada di tiga desa di wilayah Kecamatan Moyo Utara. Yakni Desa Penyaring, Desa Kukin, dan Desa Baru,” katanya.

Begitupun Food Estate di atas lahan seluas 1.000 Ha di Labangka, yang dilakukan secara terintegrasi mencakup Peternakan, pertanian dan perkebunan dengan melibatkan beberapa stakeholder terkait.

Baca Juga:  Program Zul-Rohmi Dinilai Luar Biasa

Semua proses produksi seperti pabrik pakan, es batu, kemasan dan lain sebagainnya, akan diolah di wilayah tersebut. Sehingga terwujud kawasan industri yang tercentral. “Semua itu, untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat tutupnya,” jelasnya.

Lebih jauh orang nomor dua di Kabupaten Sumbawa itu menegaskan, bahwa potensi lain juga terus dilirik. Yakni untuk dikembangkan dan dibangun serta didorong agar bertahap. Oleh karenanya, dia menyatakan semuanya butuh proses dan strategi.

Sementara itu, Kadis Kominfotik NTB Dr. Najamuddin Amy mengatakan geliat industrialisasi di NTB terus terlihat. “Baik itu sektor pertanian, perkebunan hingga sinergi kampus,UMK dan pemerintah memproduksi sepeda listrik,”sebut Doktor Najam.

Baca Juga:  Pemprov NTB Siapkan Rapid Tes Gratis

Termasuk industrialisasi beras lokal di Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin maju. Jika petani mampu memproduksi beras premium ini akan berdampak pada kestabilan harga gabah dan mensejahterakan petani maupun pelaku UMKM di NTB.

Senada dengan Doktor Najm, Rektor UTS Ir. Chairul Hudaya terus mendukung industrialisasi. Peran Perguruan tinggi untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan dunia industri serta Pemda, akan terus dikedepan. “Memproduksi motor listrik dan termasuk alat deteksi covid melalui udara untuk zona green di even MotoGP,” jelasnya. (red) 

Artikel sebelumyaKabupaten/Kota Diminta Progresif Usulkan Tuntas Blank Spot dan Sinyal Lemah
Artikel berikutnyaInovasi Kejutan UNW Mataram