PEMERINTAHAN

Rancangan KUA-PPAS APBD 2022 Diserahkan ke DPRD NTB

56
Penyerahan Rancangan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2022 dalam Rapat Paripurna DPRD NTB, Senin 25 Oktober 2021 di Mataram.

NUSRAMEDIA.COM — Gubernur NTB diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Gita Ariadi menyerahkan Rancangan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2022 kepada DPRD NTB. Rancangan KUA-PPAS itu diterima oleh Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda didampingi Wakil Ketua I dan II DPRD setempat, yakni Mori Hanafi dan Muzihir.

Serah terima dokumem Rancangan KUA-PPAS ini dilakukan pada Rapat Paripurna DPRD NTB yang dilaksanakan pada Senin 25 Oktober 2021 di Mataram. Gubernur diwakili Sekda NTB dalam sambutannya mengatakan, arah kebijakan anggaran pembangunan di NTB di ikhtiarkan untuk beberapa hal. Yaitu peningkatan nilai tambah pertanian/agribisnis, industri, pariwisata dan investasi, serta penguatan sistem kesehatan daerah.

“Dengan sasaran dan target pada pertumbuhan ekonomi, laju inflasi yang stabil,” kata Sekda dihadapan para Wakil Rakyat di Udayana. “Penurunan tingkat kemiskinan, gini ratio, IPM, dan kesempatan kerja yang semakin luas,” tambahnya lagi.

Baca Juga:  Bupati Djohan Tanggapi Pemandangan Umum Fraksi Terkait RAPBD 2022

Tahun Anggaran 2022, masih kata Sekda, kondisi fiskal NTB akan mengalami konstraksi lagi dengan adanya penurunan dana transfer pusat. Khususnya, dana insentif daerah yang berkurang secara signifikan dan meningkatnya alokasi anggaran untuk belanja pegawai. Ini diakibat rencana pengangkatan P3K dan CPNS. Dimana hal ini dinilai cukup mempengaruhi kapasitas fiskal NTB ditahun mendatang. Oleh karena itu, kata Sekda, pemerintah berupaya meningkatkan pendapatan dari sumber-sumber yang bisa diharapkan.

Dengan melihat kondisi tersebut, lanjutnya, sehingga perlu penyesuaian terkait arah, sasaran dan target pembangunan provinsi NTB tahun 2022. “Bukan tidak mungkin pula akan terjadi juga perubahan sasaran target didalam perencanaan pembangunan,” ungkap Sekda. Pria yang kerap disapa Miq Gite itu juga menyampaikan Rancangan KUA-PPAS APBD TA 2022 yang mencakup tiga komponen. Pertama, kata mantan Kepala Dinas PMPTSP Provinsi NTB itu, Pendapatan Daerah, Belanja Daerah dan Pembiayaan Daerah.

Baca Juga:  Event Dunia di NTB, Haji Boh : Ini Kesempatan Emas Bagi Kita Semua!

PENDAPATAN DAERAH

Untuk pendapatan daerah tahun anggaran 2022 direncanakan sebesar Rp 5,136 triliun lebih. Terjadi penurunan sebesar Rp 603,19 miliar atau 10,51 persen dibanding dengan APBD Perubahan 2021. Adapun rinciannya, meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat sebesar Rp 2,26 persen dari APBD-P 2021 yaitu sebesar Rp 2,25 triliun lebih menjadi Rp 2,30 triliun lebih.

“Pendapatan Transfer mengalami penurunan sebesar 2,91 persen dari APBD Perubahan yaitu sebesar Rp 3,42 miliar lebih menjadi Rp 2,81 miliar lebih,” kata Sekda. “Dan lain-lain pendapatan daerah yang sah pada APBD-P 2021 sebesar Rp 54,78 miliar lebih mengalami penurunan sebesar Rp 46,76 miliar lebih dari APBD-P 2021 atau sebesar 85,37 persen dari APBD-P 2021 yaitu sebesar Rp 8,01 miliar lebih,” imbuhnya.

Baca Juga:  Wabup Lombok Utara Sampaikan Penjelasan RAPBD 2022

BELANJA DAERAH

Kemudian untuk Belanja Daerah tahun anggaran 2022 direncanakan sebesar Rp 5,36 triliun lebih mengalami penurunan sebanyak Rp 1,019 triliun lebih atau 15,97 persen. Ini jika dibandingkan anggaran APBD-P 2021 yaitu sebesar Rp 6,38 triliun rupiah lebih. Terjadi defisit sebesar Rp 224,46 miliar lebih yang ditutupi dari pinjaman daerah.

PEMBIAYAAN DAERAH

Untuk pembiayaan daerah tahun anggaran 2022 sebesar Rp 224,46 miliar lebih mengalami penurunan sebesar 65,22 persen atau Rp 420,89 miliar lebih dibanding APBD-P 2021 sebesar Rp 645,35 miliar lebih. (red)

Artikel sebelumyaSambut Balapan Dunia, Dokter Jack : Kita Bisa dan Mampu Jalankan Tugas dengan Baik!
Artikel berikutnyaKehadiran Smelter Harus Memberikan Multiplier Effect