PEMERINTAHAN

Seluruh Desa di NTB Diminta Segera Bentuk Posko PPKM

53
Keterangan Foto : Wakil Gubernur NTB saat memimpin Rakor Percepatan dan Evaluasi Penanganan COVID19 di NTB, Senin (30/8).

MATARAM — Terus mengingatkan masyarakat agar tidak abai dengan protokol kesehatan (prokes), itulah penekanan yang diserukan oleh Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah.

Pasalnya, penerapan prokes masih menjadi hal penting dalam melawan sekaligus mencegah penyebaran corona virus disease 2019 atau COVID19, khususnya di NTB.

Wagub menilai, meski penanganan pandemi COVID19 sudah cukup baik dan mampu menekan laju penyebaran, bukan berarti prokes harus kendor.

“Meski penanganan COVID19 di NTB cukup baik namun jangan pernah kendor dengan prokes,” tegasnya saat memimpin Rakor Percepatan dan Evaluasi Penanganan COVID19 di NTB, Senin (30/8).

Tak hanya itu, Wagub juga meminta pembentukan posko PPKM harus lebih digiatkan lagi. Dengan harapan, agar pasien COVID19 mendapatkan isolasi terpadu berbasis desa.

Baca Juga:  Satgas Aset Pemprov NTB Mulai Lakukan Pendataan di Gili Trawangan

Untuk itu, posko PPKM dapat terealisasi nyata diseluruh desa di NTB dan dilaporkan dengan baik. “Kalau data dari DPMPD Provinsi NTB jumlah posko PPKM mikro yang sudah dibentuk terdapat 891 posko desa/kelurahan, 116 posko kecamatan dan 10 posko kabupaten/kota,” ungkapnya.

“Namun ada beberapa kabupaten/kota yang belum maksimal pembentukan posko PPKM, sehingga kedepannya semua desa, kecataman dan kabupaten sudah mencapai target,” imbuhnya.

Oleh karenanya, kabupaten/kota yang sudah membentuk posko PPKM diharapkan segera melaporkan dan menginput progresnya pada aplikasi BLC (Bersama Lindungi COVID19) dari BNPB yang dimonitoring oleh pusat.

Baca Juga:  Wagub Minta Pelabuhan Lembar Ditata Baik dan Menarik

Sehingga jumlah posko PPKM yang terealisasi di lapangan harus masuk dan dilaporkan melalui aplikasi BLC agar semua jumlah posko PPKM di NTB sama dengan data di pusat.

“Karena kita melihat bahwa jumlah posko PPKM yang direalisasikan di lapangan secara keseluruhan belum masuk dalam aplikasi BLC BNPB pusat. Saya berharap ke depannya, semua kabupaten kota sudah melaporkan dan mencapai target,” kata Wagub.

Sementara itu, Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal mengakui, situasi COVID19 di Provinsi NTB cenderung melandai baik kasus aktif dan ketersediaan tempat tidur bagi pasien juga terkendali dengan baik.

Beberapa indikator lainnya juga mengalami perbaikan yang cukup signifikan seperti kegiatan tasting, tracing dan treatment (3T) begitu juga dengan indikator penanganan lainnya.

Baca Juga:  Ditempa Musibah Beruntun, Daya Tahan Zul-Rohmi Dinilai Sangat Baik

“Melandainya kasus hari ini adalah bukan kebetulan. Tapi kerja keras semua pihak Jadi saya tegaskan kita tidak boleh kendor dengan prokes dan semangat kerjanya harus lebih ditingkatkan lagi,” harapnya.

Selain itu, Kapolda meminta kepada semua jajaran polres di seluruh kabupaten kota se-NTB untuk terus meningkatkan sinergi bersama bupati walikota dalam menangani pandemi COVID19 terutama realisasi pada program vaksinasi tahap satu maupun tahap dua dapat mencapai target.

“Saya meminta kepada adik-adik Kapolres untuk menunjukkan kinerja dilapangkan. Tunjukkan kerja keras baik sebagai konseptor maupun eksekutor,” demikian pinta Kapolda NTB. (red) 

Artikel sebelumyaSiap Didukung Penuh, ABDI untuk Sumbawa
Artikel berikutnyaJaring Talenta Muda, PSTI Akan Gelar Lomba Sepak Takraw Antar Pelajar se-NTB