PEMERINTAHAN

Sikapi COVID-19, Komisi V DPRD NTB Bakal Panggil Dinas Terkait

85

“SIDAK DALAM WAKTU DEKAT”

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTB, H Bukhori Muslim mengaku akan memanggil dinas terkait guna mengantisipasi COVID-19 atau dikenal virus corona.

Informasi tengah masuknya corona di Indonesia kata politisi Partai Nasdem itu, cukup membuat kekhawatiran bagi warga masyarakat, tak terkecuali di Nusa Tenggara Barat.

“Persoalan ini tidak boleh dipandang sebelah mata, harus disikapi serius. Untuk itu, nanti kita akan panggil pihak-pihak seperti Dikes, Dinsos, Dikbud, BPBD dan dinas terkait lainnya,” ujarnya, Kamis (5/3) di Mataram.

Menurut dia, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah harus bergerak cepat melakukan upaya antisipasi dalam rangak mewaspadai COVID-19, baik dikalangan masyarakat maupun di lingkup pendidikan.

Baca Juga:  Program Zul-Rohmi Dinilai Luar Biasa

“Jadi disini kolaborasi itu menjadi penting. Tidak bisa sendiri, peran semua pihak harus maksimal dalam saling mendukung dan bekerjasama. Contoh BPBD bisa memberikan masker kepada masyarakat hingga ke sekolah-sekolah,” kata Anggota DPRD NTB asal Dapil Lotim itu.

“Begitu juga dengan Dikes, Dinsos, dan Dikbud bisa melakukan perannya masing-masing. Tentu harus juga melakukan koordinasi dengan Dikes, Dinsos maupun Dikbud yang ada di kabupaten/kota agar sejalan,” tambahnya.

KOMISI V BAKAL LAKUKAN SIDAK

Tak hanya itu, Komisi V DPRD NTB juga akan melakukan inspeksi mendadaka (sidak) ke sejumlah apotek/toko lainnya yang menjual masker.

Baca Juga:  Ditempa Musibah Beruntun, Daya Tahan Zul-Rohmi Dinilai Sangat Baik

Ini dilakukan sebagai upaya dalam melakukan monitoring serta merespon banyaknya keluhan dari masyarakat yang sulit mendapatkan masker kesehatan.

Selain itu masih kata Bukhori Muslim, parahnya lagi ia juga mengaku kaget dengan meroketnya harga masker yang diperjual belikan oleh sejumlah oknum, termasuk online shop.

“Masker kok tiba-tiba jadi langka dan harga masker melonjak drastis. Bahkan katanya ada yang mencapai Rp 300 ribu perkotak yang biasa dijual itu. Ini kan bagaimana, kasihan masyarakat kita ditambah lagi dengan kekhawatiran mereka saat seperti ini (merebaknya corona),” sesalnya.

Baca Juga:  Satgas Aset Pemprov NTB Mulai Lakukan Pendataan di Gili Trawangan

“Insya Allah, nanti akan kita bicarakan dengan teman-teman anggota lainnya. Jadi selain memanggil dinad terkait, kami juga akan melakukan kunjungan dalam daerah sekaligus melakukan sidak,” tegas pria yang dikenal santun dan ramah ini menambahkan.

Diakhir, ia juga berharap sekaligus meminta kepada Gubernur NTB agar persoalan tersebut juga bisa segera disikapi serius. Terutama memerintahkan dinas terkait untuk segera bergerak melakukan langkah antisipasi secara nyata.

“Harus disikapi serius. Karena ini persoalan serius. Jadi kita harap Gubernur juga bersikap dan memerintah dinas terkait untuk bergerak,” demikian Bukhori Muslim. (red)

Artikel sebelumyaMo-Novi atau Husni-Ikhsan?, LBS : Kita Masih Wait and See Dulu!
Artikel berikutnyaDenda Rp 50 Miliar, Penimbun Masker Dijerat 5 Tahun Penjara