PEMERINTAHAN

Sumbawa Kini PPKM Level 2

46
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Drs H Hasan Basri

NUSRAMEDIA.COM — Kabupaten Sumbawa kini telah berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2. Ini berdasarkan dikeluarkannya Instruksi Menteri Dalam Negeri (InMendagri) Nomor 50 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1. Serta Mengoptimalkan Posko Penanganan COVID19 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran COVID19 di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Selasa (9/11), Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Hasan Basri yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, status PPKM Sumbawa telah menurun, yaitu sebelumnya berstatus level 3 dan sekarang menjadi level 2. “Di dalam instruksi tersebut kita sudah berada di level 2 dari sebelumnya level 3,” ujar pria ramah yang akrab disapa Haji Bas ini. Dia juga menerangkan, membaiknya status PPKM Sumbawa karena capaian vaksinasi yang sudah melebihi 40 persen.

Baca Juga:  Event Dunia di NTB, Haji Boh : Ini Kesempatan Emas Bagi Kita Semua!

“Alhamudlillah sekarang sudah karena cakupan vaksin kita sudah diatas 40 persen. Hal itu menjadi ketentuan persyaratan untuk bisa ke level 2,” ungkap mantan Kepala Dinas Diknas Sumbawa itu. Setelah capaian ini, sambung Haji Bas, pihaknya akan menggenjot sebanyak 70 persen vaksinasi untuk dosis pertama. Sehingga nantinya, Sumbawa dapat berstatus PPKM level 1.

“Sekarang kita sedang berusaha bekerja keras dengan melibatkan semua pihak agar kedepannya kita bisa mencapai 70 persen diakhir Desember nanti, untuk dosis satu,” katanya. Oleh karenanya, pria yang juga pernah menjabat sebagai Inspektur Inspektorat Sumbawa itu menegaskan, saat ini pihaknya terus meningkatkan cakupan. “Kita saat ini berupaya meningkatkan cakupan untuk dosis 2 juga,” ungkap Haji Bas.

Baca Juga:  Wabup Lombok Utara Sampaikan Penjelasan RAPBD 2022

Terkait target ini, lanjut Sekda, Pemkab Sumbawa sudah melakukan rapat koordinasi terkait dengan strategi percepatan cakupan vaksin. Salah satu strategi yang akan dilakukan adalah, dengan mengoptimalkan tenaga vaksinator. Terutama mereka yang ada di kecamatan dan juga Kabupaten.

Karena sekarang sudah ada 53 tim vaksinator. Jumlah ini bertambah, dari sebelumnya hanya 25 vaksinator. “Inilah yang akan diperbantukan di desa dan kecamatan yang ada palaksanaan vaksinnya. Sakarang sudah 44 persen lebih,” jelasnya. “Kita terima vaksin setiap minggu. Saat ini lancar, dan harapannya seterusnya lancar dan meningkat,” demikian Sekda Sumbawa menambahkan. (red) 

Baca Juga:  Gali Informasi, Pansus Berkunjung ke KLU
Artikel sebelumyaDirektur RSUP Jamin Pelayanan Kesehatan Masyarakat NTB Tidak Terabaikan
Artikel berikutnyaDemokrat Targetkan Rebut Kursi Pimpinan DPRD NTB