PEMERINTAHAN

Tahun Ini, CJH Sumbawa Diprediksi Bertambah

57

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA – Calon Jama’ah Haji (CJH) asal Kabupaten Sumbawa, yang diberangkatkan tahun ini ke Tanah Suci Makkah, kemungkinan besar bertambah.

Ini menyusul adanya permohonan dari 48 JCH, yang juga ingin diberangkatkan untuk dapat menunaikan Rukun Islam ke lima ini.

Sebelumnya sebanyak 283 JCH sudah pasti diberangkatkan untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini.

“Iya, ada 48 CJH yang bermohon agar bisa berhaji tahun ini. Mereka ini di luar kuota reguler. Kalau kuota regular kita yang sudah pasti berangkat itu ada 283 orang,” sebut Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa, H Suryanto.

Baca Juga:  Pemprov NTB Siapkan Rapid Tes Gratis

Mereka yang bermohon untuk dapat ikut berhaji juga tahun ini terang Haji Anto, sapaan akrabnya, berasal dari penggabungan Mahrom sebanyak 9 orang, Lansia 21 orang serta JCH cadangan 18 orang.

Permohonan itu menurutnya, sudah dimasukkan dalam aplikasi Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

Terkabul tidaknya permohonan mereka ini, tergantung terpenuhinya tidak porsi atau kuota haji untuk NTB. Artinya, jika nanti ada diantara JCH NTB, yang tidak melunasi BPIH dari tenggat waktu yang sudah ditentukan, maka merekalah (pengabungan mahrum.

Lansia dan cadangan) yang berhak mengisi nomor porsi yang kosong nanti. “Mekanismenya seperti itu. Data JCH yang bermohon ini sudah kita masukkan ke Siskohat. Prediksi kita sih sepertinya JCH Sumbawa, yang berangkat bernambah, sebab selama ini tetap ada penambahan,” tandasnya.

Baca Juga:  Ditempa Musibah Beruntun, Daya Tahan Zul-Rohmi Dinilai Sangat Baik

Mengenai jadwal pelunasan BPIH Haji Anto, menegaskan belum ditetapkan. Yang sudah disahkan oleh DPR RI sejauh ini baru menyangkut besaran biaya haji. Dan saat ini tinggal menunggu Kepresnya saja.

Secara nasional besaran biaya haji untuk tahun 2019 memang sudah ditetapkan. Namun, besaran biaya pelunasan masing-masing provinsi dipastikan berbeda.

Adanya penetapan zona embarkasilah yang membuat perbedaan tersebut. Sebagai gambaran saja untuk embarkasi Lombok tahun lalu, biaya penulasannya sebesar Rp 38,9 juta.

Baca Juga:  Program Zul-Rohmi Dinilai Luar Biasa

Lebih lanjut Haji Anto menegaskan, meski pemberangkatan masih lama, JCH yang sudah dipastikan berangkat saat ini sedang melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas masiang-masing. Kegiatan ini dilakukan sampai jamaah melakukan pelunasan.

Pemeriksaan awal kesehatan ini bertujuan untuk mendeteksi apakah JCH memiliki penyakit atau tidak, supaya mudah dideteksi oleh dokter sebelum berangkat.

“Nanti ada juga pemeriksaan kesehatan tahap kedua. Malah sudah ada puskesmas yang melaksanakannya. Pemeriksaan kesehatan tahap dua ini sebagai salah stau syarat pelunasan, apakah JCH ini Istitoah (mampu menjalankan ibadah haji dari segi kesehatan) atau tidak,” pungkasnya. (NM7)

Artikel sebelumyaKemenag RI Terbitkan SK Penegerian MTsN 4 Sumbawa
Artikel berikutnyaSudah Definitif Setahun, KUA Lantung Belum Miliki Penghulu Muda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here