PEMERINTAHAN

Tinjau Progress Rehab Rekons, Danrem 162/WB Berkunjung ke Loteng dan Lotim

77

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Guna meninjau progres rehab rekons pembanguna rumah rusak ringan, srdang maupun berat, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani didampingi Dantim Intel Kapten Inf Aditya Lian Mahardikha berkunjung ke Kodim 1620/Lombok Tengah dan Kodim 1615/Lombok Timur, Ahad 3 Februari 2019.

Kedatangan orang nomor satu dilingkup Korem itu, disambut langsung oleh para Pasi dan Danramil serta jajarannya yang berada di wilayah tersebut.

Tanpa lama, Danrem langsung menyisiri beberapa lokasi di Loteng maupun Lotim. Antara lainnya, Desa Bilebante dan Desa Sintung Kecamatan Pringgarata, Desa Sepakek, Dusun Pengengat Desa Pringgajurang Utara Kecamatan Montong Gading dan Dusun Dasan Paok Desa Loyok Kecamatan Sikur Lombok Timur.

Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk bertatap muka dan berdialog dengan para fasilitator umum maupun Babinsa dan Babinkamtibmas, para Pokmas serta dari pihak Bank BRI.

Baca Juga:  Bimtek Monitoring Isu Publik

“Jadi kunjungan ini dilakukan untuk mengecek secara langsung progress rehab rekons. Sehingga mengetahui perkembangannya di lapangan,” Kata Danrem.

“Karena tanggal 6 Februari mendatang, dana bantuan stimulan untuk rumah rusak ringan dan sedang sudah bisa dilakukan pencairan dana di Bank BRI,” tambahnya lagi dimomen pertemuan tersebut.

Dilanjutkan, sesuai rencana, teknis pencairannya akan dilakukan di masing-masing Kecamatan dan pada saat pencairan, semua pihak terkait baik Pokmas, pihak Bank BRI, Fasilitator dan para pengusaha toko bangunan harus hadir sehingga memperlancar proses pencairan dana stimulan.

“Bagi Pokmas agar segera merampungkan pembuatan RAB anggotanya paling lambat tanggal 5 Februari 2019. Pihak Bank BRI juga harus dapat merampungkan pembuatan buku tabungan masing-masing Pokmas yang belum jadi,” pinta Danrem.

Baca Juga:  Fraksi PKB Minta Pemprov NTB Siapkan Isolasi Terpusat

Menurutnya, para Babinsa dan Babinkamtibmas di wilayah agar memanfaatkan moment seperti ini untuk menciptakan kebersamaan dengan masyarakat dan mengajak masyarakat binaannya bergotong royong dalam percepatan rehab rekon.

“Jangan ada yang memanfaatkan momen rehab rekon untuk minta-minta jatah preman, tidak ada lagi yang memberatkan masyarakat dengan pungutan-pungutan yang tidak jelas dan jika ditemukan maka akan diproses secara hukum,” tegas pria kelahiran Jakarta tersebut.

Selain itu ia juga meminta peranan para Babinsa dan Babinkamtibmas bersama Pokmas di wilayah agar selektif dalam memilih toko bangunan.

Dengan harapan jangan sampai toko bangunan yang akan digandeng tidak mampu menyediakan bahan material yang dibutuhkan sesuai dengan spek, sehingga memperlambat proses rehab rekon.

Baca Juga:  Pemkab Sumbawa Siapkan Skema Tangani Jalan Osap Sio

“Masyarakat tidak perlu khawatir tentang harga material, tidak ada toko bangunan yang menaikkan harga barang materialnya,” ucapnya.

“Bagi toko bangunan yang sudah ada kontrak kerjasama agar segera mengirim material ke lokasi rehab rekon dan tidak boleh lebih dari 2 hari setelah uang diterima,” tandasnya.

Sekedar informasi, pemerintah akan memberikan dana stimulan rehab rekon rumah kepada korban gempa di NTB sesuai tingkat kerusakannya.

Sesuai dengan rahan sebelumnya, yakni pemilik rumah yang rumahnya rusak berat mendapat Rp 50 juta, rumah rusak sedang Rp 25 juta dan rusak ringan sebesar Rp10 juta. (NM1)

Artikel sebelumyaRespon Kendala di Lapangan, Kalak BPBD NTB Surati BRI
Artikel berikutnyaSiswa SMA/SMK Ingin ke Jerman dan Prancis? Persiapkan Diri, Ini Solusinya…!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here