PEMERINTAHAN

Wagub Buka Seminar Pengelolaan Sampah

61

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd membuka sekaligus memberikan sambutan pada Seminar Nasional dan Lokakarya Sirkulasi Ekonomi Pengelolaan Sampah, Rabu (27/3).

Indonesia merupakan negara penyumbang sampah ke laut nomor 2 terbesar setelah china. Semua orang menghasilkan sampah setiap harinya bahkan setiap jam.

Sampah plastik di laut indonesia sekitar 57% dan 80% sampah tersebut berasal dari daratan. Hal tersebut menyebabkan kematian satwa laut karena memakan sampah plastik.

Menurut Wagub yang kerap disapa Ummi Rohmi ini, kondisi lingkungan dan pengelolaan sampah di negara ini belum sesuai harapan.

Seminar ini adalah salah satu hal yang sangat penting untuk masa depan Nusa Tenggara Barat. Menjaga lingkungan untuk mewariskan alam pada generasi di masa yang akan datang.

Baca Juga:  Ditempa Musibah Beruntun, Daya Tahan Zul-Rohmi Dinilai Sangat Baik

“Ini lah yang paling berharga, seperti apa perlakuan kita saat ini. Itulah yang akan diterima oleh generasi di masa yang akan datang,” tuturnya.

NTB merupakan daerah yang menjual keindahan alamnya. Berbicara keindahan, berhubungan erat dengan kelestarian dan lingkungan.

Suatu hal yang tidak mungkin, jika kita memperkenalkan dan mempersilahkan wisatawan untuk datang namun disisi lain masyarakat tidak memiliki tanggungjawab untuk menjaga lingkungan.

“Mari kita pikirkan bersama, mari kita cross check pada diri kita masing-masing,” ajak Ummi Rohmi.

Dalam sambutannya, ia menjelaskan ikan dan garam terkontaminasi mikroplastik. Garam yang merupakan salah satu bahan yang sering kita konsumsi mengandung 90% mikroplastik.

Baca Juga:  Pemprov NTB Siapkan Rapid Tes Gratis

“Kita makan ikan dan garam yang mengandung mikroplastik, itu semua karena kesalahan kita semua. Karena pandangan kita terhadap sampah yang salah,” ucapnya.

Ummi Rohmi mengajak hadirin untuk mengubah mindset dan cara berpikir masyarakat untuk memandang sampah.

Sampah bukan menjadi masalah dan musibah, tetapi bagaimana kita memandang sampah sebagai sumber daya. Jika dikelola dengan baik, sampah akan membawa manfaat.

“Mari bersama-sama dengan stakeholder terkait, dengan LSM, dan semua masyarakat yang peduli dengan masalah ini,” ajaknya lagi.

Diakhir sambutannya Ummi Rohmi berharap agar memiliki lebih banyak Bank Sampah di desa dan keluarahan, masyarakat teredukasi untuk memilah sampah.

Industri dan perusahaan di NTB pun wajib mengikuti rencana Pemerintah untuk lingkungan ini.

Baca Juga:  Satgas Aset Pemprov NTB Mulai Lakukan Pendataan di Gili Trawangan

“Jika Bank Sampah ini sudah tersedia di desa-desa dan kelurahan kita, maka tugas dan tanggungjawab pemerintah adalah mendorong dan menjaga sistem jangan sampai tersumbat,” tandasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Ir. Madani Mukarom, menjelaskan tujuan dari seminar ini.

Yaitu kata dia, memberikan gambaran umum tentang Program NTB Zero Waste atau NTB Bebas Sampah.

Sehingga dapat disingkronkan bersama Pemerintah di Kabupaten/Kota termasuk seluruh stakeholder lainnya di NTB.

Termasuk juga perencanaan langkah-langkah teknis untuk pencapaian Program NTB Zero Waste.

“Ini merupakan teknologi baru yang kelak kita lakukan pada program Zero Waste ini,” pungkasnya. (NM1)

Artikel sebelumyaSambut MotoGP 2021, Pemprov NTB Siapkan SDM yang Mumpuni
Artikel berikutnyaPenyerahan SK, Ahyar Abduh : Selamat Bergabung Jadi Keluarga Besar ASN Kota Mataram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here