PENDIDIKAN

Dikbud NTB Segera Ajukan Anggaran Untuk SMAN 11 Mataram

179

MATARAM — Kondisi SMA Negeri 11 Mataram sungguh memprihatinkan. Pasalnya, ruang kelas belajar (RKB) disekolah tersebut masih sangat kurang.

Selain itu, ruang laboratorium, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang perpustakaan, ruang tata usaha (TU) bahkan tidak dimiliki.

Sehingga para siswapun harus bergantian menggunakan ruangan untuk belajar. Bahkan bangunan atau ruang kelas yang ada saja temboknya sudah retak.

Mirisnya lagi, seperti pagar, buku, meja, kursi, papan tulis dan lain sebagainya merupakan sumbangan dari sejumlah sekolah lain.

Sekolah yang berada ditengah Ibu Kota Provinsi NTB ini nampak memprihatinkan. Oleh karenanya, Pemprov dalam hal ini Dinas Dikbud NTB diharapkan dapat memberikan perhatian nyata.

Kepala Dinas Dikbud NTB, H Aidy Furqan yang dikonfirmasi mengaku berterimakasih atas informasi tersebut. “Terimakasih atas informasinya,” ucapnya kepada media ini, Sabtu (12/6) kemarin.

Terkait kondisi yang dialami SMA yang terletak diwilayah Majeluk itu, Dikbud berencana akan segera mengajukan anggaran untuk penambahan sejumlah ruang kelas, termasuk laboratorium.

Baca Juga:  Gerakan Vaksinasi Pelajar Dimulai

“Tahun pelajaran 2021 ini, segera kita ajukan anggarannya untuk menambah kelas dan laboratorium,” kata Aidy Furqan.

Dia tak menampik, bahwa SMAN 11 Mataram merupakan sekolah yang dibangun melalui APBDP 2018 guna mengakomodir Zona Cakra. “Karena belum ada sekolah di zona tersebut,” ucapnya.

Dijelaskan Kadis Dikbud NTB, pada awal tahun penerimaan siswa sebelumnya dititip di SMAN 6 Mataram sambil menunggu proses pembangunan gedung sekolah selesai.

Sekitar pertengahan 2019 lalu, lanjut dia, mulai digunakan, karena bangunan sudah selesai sebanyak empat (4) lokal.

“Jumlah lok sementara untuk kelas I (X) dan II (XI) tercukupi, hanya ruang kantpr dan ruang guru belum ada,” aku Aidy Furqan.

Oleh karenanya, pada tahun 2020 lalu pihaknya bahkan telah merencanakan penambahan, namun belum bisa terlealisasi karena kondisi anggaran.

Baca Juga:  341 Lulusan Poltekpar Lombok Siap Terjun di Dunia Industri

“Lalu kami mengajukan ke BPAKD untuk menggunakan beberapa rumah dinas yang ada didekat sekolah untuk bisa digunakan sebagai ruang guru dan kantor,” katanya.

“Tahun 2021 ini kami ajukan kembali hal yang sama ke BPAKD. Pengajuan ruang kelas ke pusat sesuai dengan jumlah kebutuhan,” tambah Aidy Furqan.

Disinggung, lantas bagaimana dengan nasib siswa atau sekolah tersebut, terlebih dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran ini?

“Nanti dinas mengatur dengan sekolah terdekat atau sistem double shift sambil meproses fasilitas bangunan tambahan,” kata Kadis Dikbud NTB.

“Dengan bertambah siswa menjadi dasar pengisian kebutuhan ruang belajar di Dapodik pusat maupun usulan melalui Siplah. Tahun ajaran baru ini SMAN 11 akan menerima empat (4) kelas,” demikian Aidy Furqan menambahkan.

Sekedar informasi, kondisi yang dialami SMAN 11 Mataram baru terkuak pada saat Anggota DPRD NTB Made Slamet bersama Nyayu Ernawati Anggota DPRD Kota Mataram berkunjung ke sekolah itu beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Sudah 600 Awardee Diberangkatkan Melalui Program Beasiswa NTB

Pasalnya, wakil rakyat di Udayana itu mengaku prihatin dengan kondisi sekolah yang berada diwilayah Majeluk, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram ini.

Oleh karenanya, secara tegas, Made menyuarakan hal itu dan meminta Pemprov NTB melalui Dinas Dikbud NTB agar memperhatikan persoalan ini untuk disikapi sesegera mungkin.

“Saya minta kepada pak gubernur dan wakil gubernur agar hal ini segera diperhatikan. Saya sebagai anggota dewan di dapil ini (Kota Mataram) merasa tersinggung. Tolong ini diperhatikan,” pinta politisi PDIP itu dengan tegas.

“Ini penting, tolong jangan yang lain-lain. Bila perlu SDM yang ada dibawa kesini (SMAN 11 Mataram. Sekali lagi tolong ini diperhatikan,” demikian Made Slamet menambahkan. (red) 

Artikel sebelumyaBima Destinasi Wisata Baru di Indonesia
Artikel berikutnyaNTB Usulkan Pembangunan Bandara Perintis di Dompu