PENDIDIKAN

Guru Penggerak Lobar dapat “PR”

57

LOMBOK BARAT — Setelah mengikuti Lokakarya Pendidikan Guru Penggerak, kini Calon Guru Penggerak di Kabupaten Lombok Barat mendapatkan “PR” untuk merintis Komunitas Praktisi. Komunitas tersebut nantinya menjadi wadah bagi guru penggerak untuk secara sistematis membuat transformasi pembelajaran yang berpusat pada murid ditiap sekolah.

Salah satu peserta Pendidikan Guru Penggerak dari SMAN 1 Kuripan, Arifudin memfokuskan merintis komunitas ini di lingkungan sekolah. Praktik-praktik baik yang telah di dapatkan selama mengikuti program ini di sampaikan oleh masing-masing narasumber. “Kepala Sekolah sangat mendukung program ini. Kegiatan ini bisa terlaksana berkat kolaborasi guru , tenaga kependidikan dan rekan sejawat calon guru penggerak,” katanya.

Materi yang disampaikan para narasumber antara lain, program guru penggerak, visi dan peran guru penggerak dan budaya positif di sekolah. Menurutnya, komunitas praktisi merupakan sekelompok individu yang memiliki semangat dan kegelisahan yang sama tentang praktik-praktik baik yang di lakukan.

Baca Juga:  Sudah 600 Awardee Diberangkatkan Melalui Program Beasiswa NTB

Rekan sejawat yang ada di lingkungan sekolah dapat memperoleh informasi tentang program guru penggerak. “Mudah-mudahan komunitas ini menjadi wadah bagi para Calon Guru Penggerak untuk berkolaborasi dalam sebuah sekolah untuk melaksanakan transformasi pendidikan. Ini akan berbeda dari MGMP yang selama ini sudah ada, karena komunitas ini bisa mewadahi lintas mata pelajaran dan lintas jenjang kelas,” ungkapnya.

Sementara itu, pendamping Calon Guru Penggerak Nahar mengatakan, program Guru Penggerak ini merupakan program prioritas Kemdikbud yang diharapkan mampu untuk membuat perubahan besar dalam pendidikan di Indonesia.

“Jadi memang seakan para peserta dicuci otaknya, agar benar-benar memiliki visi seorang Guru Penggerak. Sehingga ke depan, menterinya siapapun, tidak akan mengubah karakter Guru Penggerak untuk melakukan perubahan baik di sekolah. Ini sebuah gerakan yang diharapkan memiliki efek permanen,” katanya. seraya mengatakan bahwa guru tidak pernah tergantikan oleh teknologi.

Baca Juga:  Gerakan Vaksinasi Pelajar Dimulai

Ia sangat mendukung kegiatan ini sekaligus berbagai inspirasi materi yang sudah di dapatkan selama mengikuti pendidikan guru penggerak ini. “Ini awal yang baik untuk menggerakkan komunitas ini. Jangan patah semangat terus bergerak danmenggerakkan,” pesannya.

Salah satu Calon Guru Penggerak SMPN 2 Kuripan Rahmawati, tak kalah semangatnya menyampaikan materi visi dan peran guru penggerak. Guru SMPN 2 Kuripan ini berbagi praktik baik tentang nilai-nilai yang harus dimiliki guru. “Setiap guru sudah memiliki nilai-nilai guru penggerak,” ujarnya.

Sementara itu, Calon Guru Penggerak dari SMPN 2 Kuripan Sahman memaparkan materi budaya positif di sekolah . Sebagai langkah awal untuk penerapan budaya positif, dimulai dengan menyusun kesepakatan kelas. Dalam pelaksanaannya, kesepakatan kelas ini harus melibatkan murid.

Anak-anak ditempatkan sebagai tokoh utama dalam pembelajaran, termasuk juga dalam pembuatan kesepakatan kelas, sehingga mereka merasakan keterlibatan dan perilaku yang mereka tunjukkan sebagai bagian dari tanggung jawab mereka sendiri, bukan sekedar menjalankan peraturan yang berlaku di kelas.

Baca Juga:  TGH Patompo : "PTM Jauh Lebih Baik dari Daring"

“Ruang kelas adalah salah satu ruangan paling berharga, tetapi juga paling berbahaya. Mudah-mudahan kegiatan ini, awal untuk menyalakan obor perubahan mewujdukan transformasi pendidikan yang lebih baik,” tuturnya.

Kemudian , Kepala SMAN 1 Kuripan Wasis Mujiono meresmikan komunitas praktisi di lingkungan sekolah itu. Komunitas ini sangat baik sebagai wadah berbagi praktik baik tentang paradingma pembelajaran baru.
“Mudah-mudahan program komunitas ini terus berlanjut. Saya sudah masukkan di RKAS . Saya berharap kepala sekolah yang baru bisa melanjutkan program ini,” harapnya.

Dia juga mengatakan bahwa pada mutasi beberapa waktu lalu, ia di mutasi ke SMAN 1 Lembar. Ia bertekad untuk menularkan praktik baik ini di tempat kerja yang baru. “Saya akan merintis komunitas praktisi di SMAN 1 Lembar,” pungkasnya. (red) 

Artikel sebelumyaJOHAN ROSIHAN : SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH
Artikel berikutnyaPrabowo Kembali Tunjuk HBK Pimpin BPD Partai Gerindra