PENDIDIKAN

Kabar Gembira untuk Bima, Sumbawa dan Lombok Utara

225

NUSRAMEDIA.COM, JAKARTA — Gubernur NTB, didampingi Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri, Bupati Lombok Utara, Dr. TGH. Anjmur Ahyar, Rektor Unram dan perwakilan UTS itu, langsung bertemu Menteri Ristekdikti, H. Mohammad Nasir.

Kabar gembiranya, Gubernur membawa pulang ‘oleh-oleh’ dari hasil pertemuan dengan menteri tersebut.

Dalam waktu dekat akan dilakukan pendirian dan penegerian pada beberapa perguruan tinggi di Pulau Sumbawa dan di Kabupaten Lombok Utara.

“Insya Allah, minggu depan tim Ristekdikti akan berkunjung ke Bima, Sumbawa dan Lombok Utara untuk langsung eksekusi dan visitasi,” ungkap Gubernur Doktor Zul.

Baca Juga:  Sudah 600 Awardee Diberangkatkan Melalui Program Beasiswa NTB

Usulan pendirian dan penegerian kampus di NTB disambut baik Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan (Kemenristekdikti) RI.

Potensi pendidikan di beberapa titik di Lombok dan Sumbawa dinilai layak menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Gubernur kemudian membahas langkah – langkah yang akan diambil untuk percepatan penegerian tiga (3) Kampus/Universitas di NTB.

Ketiga Kampus/Universitas tersebut adalah Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) serta Poltekpar di Lombok Utara dan Bima.

Menurut Gubernur, penegerian Universitas ini akan mempercepat peningkatan kualitas pendidikan yang ada di daerah tersebut.

Baca Juga:  TGH Patompo : "PTM Jauh Lebih Baik dari Daring"

“Mudah-mudahan dengan hadirnya 3 perguruan tinggi negeri di NTB akan membuat pembangunan manusia kita menjadi lebih baik,” harap Gubernur.

“Pertemuan tadi kami bersama dengan rektor unram, bupati bima, bupati KLU dan perwakilan UTS. Pertemuan ini intinya adalah untuk Pendirian poltek negeri di Bima dan Lombok Utara. Serta penegerian UTS,” tambah orang nomor satu NTB tersebut.

Gubernur juga menegaskan tidak akan menunda-nunda waktu untuk mewujudkan hal tersebut.

“Kita akan mulai segera mungkin, Insya Allah minggu depan kita akan mulai melakukan visitasi, syarat-syaratnya segera akan kita lengkapi,” tegasnya

Baca Juga:  341 Lulusan Poltekpar Lombok Siap Terjun di Dunia Industri

Gubernur menambahkan, bahwa pendirian dan penegerian kampus walau dikebut, pemerintah akan tetap hati – hati dan memperhitungkan dampak yang mungkin terjadi.

“Akan kita lihat hasil visitasinya, karena ini juga menyangkut nasib dosen yang sudah ada dan lama disana. Jangan sampai, penegerian sudah kita laksanakan, namun dosen-dosen lama tidak mendapat jaminan kerja. Ini yang akan jadi masalah. Kita akan perjuangan,” tutup Gubernur NTB. (NM1)

Artikel sebelumyaWarga Dusun Unter Gedong Digegerkan Penemuan Mayat Bayi Mulai Membusuk
Artikel berikutnyaSempat Ditutup, Layanan Pindah Memilih Diperpanjang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here