PENDIDIKAN

Prof Masnun Harus Berani Membuat Terobosan

65

MATARAM — Diketahui bersama, kini Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram telah memiliki Rektor baru untuk masa jabatan lima tahun kedepan. Ini ditandai dengan resmi dilantiknya Prof Dr H Masnun Tahir oleh Menteri Agama (Menag) RI menggantikan Prof Dr H Mutawalli selaku Rektor UIN Mataram sebelumnya.

Pengambilan sumpah, dilakukan tepatnya di Kantor Kemenag Jakarta, Rabu (28/7) kemarin. Itu juga sekaligus menandakan tongkat estapet pucuk pimpinan UIN Mataram telah resmi berganti. Berkaitan dengan hal ini, berbagai harapan mencuat untuk Rektor UIN Mataram yang baru. Salah satunya datang dari Dosen Politik UIN Mataram, yaitu Ihsan Hamid.

Sebagai bagian dari Civitas Akademika UIN Mataram, kata dia, ia sangat berharap dengan kehadiran Rektor baru UIN Mataram dapat segera berbenah menuju kampus yang lebih mandiri dan progrersif secara keilmuan dan kelembagaan. “Setidaknya rektor baru kita harapkan dapat memperbaiki beberapa aspek,” kata Ihsan Hamid, Kamis 29 Juli 2021 di Mataram.

Baca Juga:  Kadis Dikbud NTB: "Stop Bila Level 4, Diganti dengan Daring!"

Beberapa aspek itu, ungkap dia, pertama soal kelembagaan UIN Mataram kedepan harus lebih baik dalam manajemen tata kelola kelembagaan, baik kelembagaan yang terkait pegawai, dosen dan mahasiswa. “Kesejahateraan terhadap hak-hak dosen dan mahasiswa bisa lebih diperhatikan, terutama disaat masa-masa sulit pandemi COVID19 saat ini,” kata Ihsan.

Tak kalah pentingnya, masih kata dia, sebagai bentuk akselerasi dan inovasi kelembagaan, Rektor baru harus berani membuat terobosan baru, berinovasi dengan membuat unit-unit kerja sesuai kebutuhan saat ini. “Terutama unit kerja yang membuka ruang sinergi dan kolaborasi dengan pihak lain, demi mengangkat marwah keilmual dan kelembagaan tersebut,” katanya.

Baca Juga:  Sudah 600 Awardee Diberangkatkan Melalui Program Beasiswa NTB

Dilanjutkan Ihsan, adapun hal kedua. Yaiti dari sisi kualitas dan daya saing. “Dari sisi ini, UIN Mataram saya kira masih banyak hal yang perlu dibenahi, untuk mengerjar ketertinggalan dari kampus-kampus lain diluar sana,” ujarnya. “Jika secara keilmuan UIN Mataram kedepan mau punya tempat, ruang dan warna tersendiri, maka Rektor baru saya kira harus berani membuat terobosan baru,” imbuhnya.

Terobosan yang dimaksud adalah dengan memberi dukungan penuh terhadap riset dan publikasi karya ilmiah dengan menaikkan anggaran penelitian dan pengabdian. Kemudian jaringan literaratur penunjang yang lebih banyak. Baik untuk dosen dan mahasiswa yang selama ini masih dianggap minim. “Ini penting sebagai upaya untuk menstimulus dosen dan mahasiswa untuk lebih produktif dan punya daya saing,” tegas Ihsan.

Baca Juga:  341 Lulusan Poltekpar Lombok Siap Terjun di Dunia Industri

Lebih lanjut disampaikan salah satu Pengamat Politik di NTB itu, yakni hal ketiga yang berkaitan sisi kerjasama. Menurut dia, UIN Mataram harus memperbanyak lagi kerjasama dan kolaborasi dengan pihak lain terutama dengan dunia international.

Apalagi, masih kata Ihsan, dengan pergeseran pola interaksi komunitas global hari ini yang berbasis digital. “UIN Mataram saya kira harus mampu mengambil peluang tersebut, sehingga kedepan mimpi UIN Mataram menjadi salah satu destinasi akademik dunia, terutama di Indonesia Bagain Timur akan lebih cepat terwujud,” sarannya kepada Rektor UIN Mataram yang baru. (red) 

Artikel sebelumyaUnizar Gelar Wisuda ke-69
Artikel berikutnyaWitel NTB Sasar Tiga Lokasi