KESEHATAN

Sekolah Bersih dan Sehat Tangkal Virus Corona bagi Peserta Didik

232

OLEH : IDA ROSANTI – WARTAWAN NUSRAMEDIA

NUSRAMEDIA.COM, OPINI — Virus corona atau Covid 19 kini menjadi momok yang menakutkan di dunia. Virus yang diduga berasal dari Kota Wuhan China itu begitu cepat merebak.

Melansir dari peta penyebaran Covid-19, Coronavirus COVID-19 Global Cases by John Hopkins CSSE, hingga Rabu pagi (11/3/2020) kemarin, jumlah pasien yang sembuh tercatat sebanyak 64.406 orang.

Sementara itu, jumlah kasus virus Corona di seluruh dunia telah mencapai 118.596 kasus dengan korban meninggal sebanyak 4.262 orang di 113 negara.

Adapun di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, sebanyak 27 orang positif virus corona di Indonesia dan satu orang meninggal dunia.

Melihat jumlah kasus yang meningkat dalam waktu yang singkat, tidak menutup kemungkinan kalau jumlah itu akan terus bertambah. Meski demikian, kita tidak boleh panik. Waspada dan antisipasi terhadap Virus Corona harus tetap dilakukan.

Baca Juga:  Kadis Dikbud NTB: "Stop Bila Level 4, Diganti dengan Daring!"

Kita tidak boleh menganggap remeh virus tersebut. Berbagai antisipasi harus dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Karena peran aktif masyarakat adalah kunci untuk mencegah semakin merebaknya virus corona.

Semua lingkungan rentan untuk mengalami penularan virus Corona termasuk lingkungan sekolah. Karena bagaimanapun, siswa dari berbagai lingkungan yang berbeda berada dalam wadah pendidikan tersebut.

Sehingga langkah penting yang harus dilakukan adalah menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah penularan penyakit seperti virus corona di lingkungan sekolah.

PHBS di sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran. Maka secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.

Memperkenalkan PHBS pada anak-anak di sekolah seyogyanya tidak terlalu sulit. Karena PHBS gampang untuk diterapkan sepanjang semua unsur yang ada di sekolah tersebut melakukan gerakan yang sama.

Baca Juga:  Ditargetkan 41 Ribu Vaksin Perhari untuk Lombok Tengah

Selain itu, pada umumnya tiap sekolah sudah memiliki Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) untuk membina dan mengembangkan kebiasaan serta perilaku hidup sehat pada peserta didik usia sekolah yang dilakukan secara menyeluruh dan terpadu.

Dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 pasal 79 tentang Kesehatan, ditegaskan bahwa ”Kesehatan Sekolah” diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan setinggi-tingginya sehingga diharapkan dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Ruang lingkup dan tujuan UKS tidak lain mengarah pada praktik PHBS di sekolah. Karena terdiri dari sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran.

Diharapkan secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.

Baca Juga:  TGH Patompo : "PTM Jauh Lebih Baik dari Daring"

Beberapa indikator PHBS di sekolah di antaranya adalah mencuci tangan dengan air yang mengalir dan memakai sabun. Kemudian mengonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat serta olahraga yang teratur dan terukur. Selanjutnya adalah memberantas jentik nyamuk dan tidak merokok di sekolah.

Siswa yang sakit pun sebaiknya dipulangkan agar bisa beristirahat di rumah. Hal itu khususnya bagi siswa yang tengah batuk, bersin atau mengalami masalah pernapasan.

Hal penting lainnya yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman kepada orang tua siswa untuk turut menerapkan PHBS ini ketika siswa berada di rumah. Siswa harus diwajibkan mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas.

Dengan menerapkan PHBS ini diharapkan bisa mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus corona. Karena, biar bagaimanapun mencegah selalu lebih baik dari pada mengobati. (*) 

Artikel sebelumyaLSM LIRA NTB Fokus Jadi Mitra Kritis Pemerintah
Artikel berikutnyaBesar Peluang Nurdin Ranggabarani Didukung Demokrat