PENDIDIKAN

Tujuh Prodi Teken MoU dengan Bintang Sejahtera

83

NUSRAMEDIA.COM — Tim Program Matching Fund (PMF) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) berhasil memenangkan program tersebut dari anggaran Kemendikbud Ristek 2021.

Zenafi Ariani, SE., ME selaku Project Leader PMF UMMAT

Tim PMF UMMAT terdiri dari Dosen Ekonomi Syariah Zaenafi Ariani, SE.,ME (Project Leader), Dosen Ilmu Hukum S1 dan Magister Hukum, Dr. Nurjannah S, SH.,MH.

Kemudian anggota tim lainnya, yakni Nur Fitri Hidayanti, S.E.I., M.E, Mardiyah Hayati,S.Ag.M.Pd.I, Aqodiah, M.Pd.I, Dr. Rina Rohayu H, SH.,MH, Baiq Ida Astini, M.Pd.I. dan dukungan dari Dekan Fakultas Agama Islam Suwandi, S.Ag., M.Pd.I.

Tepat (25/9) lalu, sebanyak 7 Prodi di UMMAT juga melakukan penekenan MoU dengan Bintang Sejahtera. Ini sebagai komitmen mensukseskan merdeka belajar kampus merdeka dan prodi berstandar Internasional yang bekerjasama dengan mitra kelas dunia.

Hal ini dibenarkan oleh Zenafi Ariani, SE., ME selaku Project Leader PMF UMMAT pada Rabu (29/9) kemarin, menyampaikan bahwa program tersebut bentuk dukungan nyata Kemendikbud RI.

Terutama dalam menciptakan kolaborasi dan sinergi strategis antara insan dikti (lembaga perguruan tinggi) dengan pihak dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dengan alokasi dana sebesar Rp 250 miliar.

“Matching Fund menjadi salah satu nilai tambah terbentuknya kolaborasi antara dua pihak melalui platform Kedaireka,” tegas Zaenafi Ariani.

Baca Juga:  341 Mahasiswa Poltekpar Lombok Diwisuda

Dijelaskannya, Dukungan Matching Fund Ini diprioritaskan bagi kolaborasi yang berkontribusi terhadap pencapaian 8 indikator kinerja utama perguruan tinggi (PT) yang telah ditetapkan Kemendikbud.

Yaitu pertama lulusan PT mendapat pekerjaan yang layak. Kedua, mahasiswa mendapat pengalaman diluar kampus. Ketiga, dosen berkegiatan diluar kampus. Keempat, praktisi mengajar di dalam kampus.

“Nah yang kelima, hasil kerja dosen berguna bagi masyarakat dan diakui internasional. Enam, program Studi Kampus Bekerjasama dengan Mitra Kelas Dunia. Tujuh, kelas bersifat kolaboratif dan partisipatif dan Program Studi berstandar Internasional,” imbuh Zaenafi Ariani.

Menurut dia, diwilayah Indonesia Timur, UMMAT menjadi satu-satunya universitas memenangkan program tersebut dibawah kepemimpinan Dr. Arsyad Abd Gani, M.Pd bersama project leader.

Dimana tim mengusung judul program “inovasi pusat studi sirkular ekonomi dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata yang berkelanjutan”.

“Program Ini sangat bermanfaat bagi prodi di UMMAT. Sehingga dilakukannya penandatanganan kerjasama atau MoU antara 7 prodi dengan dunia industri, Bintang Sejahtera pada 25 September 2021,” ujarnya.

“Ini juga merupakan salah satu wujud komitment program Matching Fund dalam kontribusinya terhadap mewujudkan pencapaian 8 Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi,” imbuhnya.

Baca Juga:  341 Mahasiswa Poltekpar Lombok Diwisuda

Disebutkan Zaenafi Ariani, ketujuh prodi ini, yaitu prodi ekonomi syariah, prodi pendidikan guri madrasah ibtidaiyah, Prodi KPI, Prodi PBA Fakultas Agama Islam, Prodi S1 Ilmu Hukum Fakultas Hukum, Prodi Magister (S2) Hukum, Kemudian Prodi Magister (S2) Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Mataram. “Mitra Dunia Usaha/Industri (DUDI) dalam kolaborasi matching fund kali ini adalah Bintang Sejahtera,” ungkapnya.

Diterangkannya, bahwa bintang sejahtera salah satu perusahaan yang menginisiasi dan memfasilitasi pengembangan 285 unit bank sampah di Provinsi NTB.

Dalam rantai ekonomi sirkularnya Bintang Sejahtera telah menciptakan dampak ekonomi dengan menciptakan 1.425 lapangan kerja. Bahkan pendapatan tambahan hingga Rp 7,5 miliar bagi masyarakat lokal di NTB.

“Perusahaan Bintang Sejahtera telah mengumpulkan dan memproses lebih dari 2.940 ton sampah anorganik dalam 11 tahun operasional, mengurangi 1.323 ton CO2-eq emisi Gas Rumah Kaca (GRK),” kata Zaenafi.

Menurut dia, DUDI masih menghadapi sejumlah tantangan dalam meningkatkan dampak dari sistem yang mereka jalankan diantaranya di sektor riset dan penyerapan sampah sebagai bahan baku terutama di area perkotaan serta sampah-sampah yang kurang berharga seperti kemasan dan kantong plastic/kresek.

Baca Juga:  341 Mahasiswa Poltekpar Lombok Diwisuda

Riset dibutuhkan untuk menghasilkan data-data terpercaya secara akademis yang dapat dijadikan rujukan dalam penyusunan strategi pengembangan jaringan bank sampah di perkotaan.

Sehingga, kata dia, keterserapan sampah yang siap menjadi bahan baku dapat ditingkatkan secara signifikan mengikuti permintaan industri daur ulang nasional.

“Jadi PMF 2021 ini juga dalam rangka membantu pemerintah menyelesaikan permasalahan sampah. Sekaligus mengembangkan potensi pemanfaatan sampah menjadi sumber daya dan bahan baku industri yang dapat berkontribusi secara signifikan bagi pemulihan ekonomi baik lokal maupun nasional,” paparnya.

“Mengembangkan implementasi Ekonomi Sirkular dengan perspektif ekonomi syariah. Sentuhan ekonomi syariah dipandang akan lebih menarik di tengah-tengah target nasabah dan lingkungan kampus yang beragama Islam,” tambahnya lagi.

Lebih jauh dikatakan Zaenafi, project ini akan menginisiasi pembentukan Bank Sampah Syariah (BSS) dan Pusat Studi Sirkular Ekonomi UMMAT yang akan didampingi secara penuh oleh Bintang Sejahtera.

“Yaitu dengan pendampingan penerapan prinsip-prinsip ekonomi syariah dan Hukum oleh tim Akademisi Universitas Muhammadiyah Mataram,” demikian. (red) 

Artikel sebelumyaBupati dan Wabup Sumbawa Berikan Semangat dan Motovasi
Artikel berikutnyaOptimis Menang, Sekretaris Komisi V DPRD NTB : Terpenting adalah Komitmen!