PENDIDIKAN

Wow, 50 Pemuda NTB Akan Dikirim Lagi ke Polandia

135

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Setelah sebelumnya sejumlah pemuda NTB sudah resmi dilepas untuk dikirim ke Polandia beberapa waktu lalu. Kini sedikitnya 50 pemuda di bumi NTB akan dikirim lagi mengikuti program magang di Polandia oleh Pemerintah Provinsi NTB. Proses rekrutmen pemuda ke Polandia akan dilakukan pada Februari 2019 mendatang.

Program ini merupakan tawaran Warsaw University of Technology, salah satu Universitas terbaik di Polandia. Tawaran tersebut disampaikan salah satu Guru Besar Warsaw University of Technology, Polandia, Prof. Thomaz, saat menemui Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah di Pendodo Gubernur, Selasa (30/10).

Warsaw University of Technology mengundang para pemuda NTB untuk menekuni ilmu di bidang lingkungan.  Tentu saja, yang ditawarkan tersebut harus memenuhi kualifikasi yang ditetapkan oleh pihak universitas. Terutama kualifikasi bahasa asing dan bidang ilmu terkait.

Baca Juga:  341 Mahasiswa Poltekpar Lombok Diwisuda

Peluang beasiswa atau tawaran magang ini disambut baik oleh Gubernur NTB. Menurut Doktor Zul, belum ada lulusan  S2 yang konsen pada enviromental enginering di NTB.

“Semua kandidat akan memasukkan aplikasi ke jurusan enviromental enginering, tidak hanya untuk memperdalam ilmu. Tapi, diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung di bidang enviromental industry dengan program magang di perusahaan/industri di bidang environmental, langsung di Polandia selama satu atau dua bulan,” kata Gubernur.

Dengan program tersebut diharapkan pelajar bisa menerapkan dan mengaplikasinya langsung di NTB, sehingga menjadi solusi dari problematika sampah yang ada.

Baca Juga:  341 Mahasiswa Poltekpar Lombok Diwisuda

Sementara itu, Prof. Tomasz menjelaskan  “This case (zero waste) is good for Lombok and be good to promote for tourism because  tourism from Europe like this kind of clean island, (Dalam persoalan ini (tanpa sampah) bagus untuk lombok dan bagus untuk mempromosikan pariwisata, karena wisatawan dari eropa menyukai pulau yang bersih, red),”  tuturnya dengan bahasa asing.

Usai bertemu Gubernur, Prof. Tomasz didaulat untuk menyampaikan kuliah singkat di hadapan puluhan ASN, perwakilan dari OPD di di Lingkup Pemerintah Provinsi NTB. Kegiatan itu juga diikuti sejumlah komunitas penggiat lingkungan yang terlibat langsung dalam pengolahan sampah di NTB.

Prof. Tomasz menggagas Program Zero Waste bagi NTB. Program ini katanya tidak akan terwujud bila masyarakat belum mengubah mindset-nya. Maka, pendidikan adalah salah satu cara menembus batasan itu. “Zero waste is for better life and the incentive is tourist to come, (Tanpa sampah untuk kehidupan yang lebih baik dan mengundang wisatawan untuk berkunjung, Red),” ucapnya.

Baca Juga:  341 Mahasiswa Poltekpar Lombok Diwisuda

Thomas, didampingi Gubenur memberikan kesempatan kepada peserta yang hadir untuk berdialog. Peserta bernama Ahmad, penggiat pariwisata di Gili Air, yang menggeluti bidang recycle, menjeskan manfaat pengolahan sampah bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan ini telah dijadikan sarana alternatif pendapatan baru masyarakat dengan mengubahnya menjadi cinderamata berefek besar mengurangi jumlah polusi plastik di Gili Air,” demikian. (NM1)

Artikel sebelumyaProduksi Gabah Sumbawa Terus Meningkat
Artikel berikutnyaPrihatin Kondisi Hutan NTB, JR : Mari Jaga Sumber Air dan Kelestarian Hutan Kita!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here