PERISTIWA

APH Diminta Tegas Sikapi Kasus Tarian Bugil

149

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Anggota Komisi II DPRD NTB, Made Slamet memberikan apresiasi kepada pihak Polda NTB atas pengungkapan kasus tarian striptis (penari bugil/tanpa busana) di salah satu tempat hiburan malam diwilayah Senggigi, Lombok Barat.

Ia meminta kepada aparat penegak hukum (APH) menindak secara tegas kasus dugaan tindak pidana pornografi tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kita harap aparat tegas dalam persoalan ini,” tutur Made Slamet, Rabu (12/2) di Mataram menyikapi aksi tarian bugil yang berhasil dikuak oleh Ditreskrimum Polda NTB tepatnya di Metzo Executive Club & Karaoke beberapa waktu lalu.

Penindakkan persoalan ini menurutnya harus mampu memberikan efek jerah, sehingga hal-hal serupa tidak perlu terulang atau diperbuat kembali oleh pihak yang lainnya.

Baca Juga:  Perempuan Ini Tewas Ditikam Adik Iparnya Sendiri Saat Tertidur Pulas

“Berikan efek jerah agar tidak terulang dan dapat diperbuat oleh yang lainnya lagi,” ucap politisi PDI Perjuangan tersebut.

Mengenai pencabutan izin terhadap Metzo Executive Club & Karaoke maupun pemecatan terhadap pemilik, karena diketahui Owner Metzo sendiri adalah Ketua DPD PHRI NTB.

Oleh karenanya, sejumlah pihak mendesak agar Ketua DPD PHRI NTB dipecat dari jabatan tersebut. Made Slamet nampak melihat persoalan itu lebih pada sisi yang bijak.

“Kalau soal itu (pemecatan) saya berfikir positif saja. Karena biasanya hotel dan lainnya kan ada manajemennya. Bisa saja yang punya tidak tahu, karena banyak juga tempat-tempat begitu dimiliki orang luar,” kata Made Slamet.

Baca Juga:  Waspada! Potensi Hujan Lebat di NTB datang Lebih Cepat

“(Soal Izin Usaha) nantikan aparat bisa menelisik itu. Mungkin perlu ada tahapan-tahapan sanksi. Kalau memang itu dianggap berat, ya lakukan itu (cabut izinnya),” tambahnya lagi.

Untuk diketahui, sebelumnya jajaran Polda NTB menangkap dua penari telanjang yang bekerja di Metzo Executive Club & Karaoke Lombok, kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.

Sebagaimana diungkapkan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto bahwa ada dua penari telanjang yang ditangkap. Mereka berinisial YM (35) dan SM (23).

“Jadi dua pelaku ini tertangkap tangan melakukan tarian telanjang. Mereka adalah PS (Partner Song) yang melayani konsumennya dalam paket khusus berupa tarian striptis,” tuturnya.

Baca Juga:  Waspada! Potensi Hujan Lebat di NTB datang Lebih Cepat

Selain kedua penari telanjang ini, pihaknya juga menangkap seorang pria yang diduga berperan sebagai mucikari, yaitu DA (43) pria yang kerap dipanggil “Papi”.

Untuk menikmati tarian stirptis ini, konsumen lebih dulu harus mengirimkan uang Rp 2,5 juta melalui transfer rekening Bank BCA milik DA.

Setelah uang diterima, konsumen sudah mendapatkan kamar khusus dengan fasilitas dan pelayanan berkelas.

“Jadi dari paket khusus ini, kedua pelaku (YM dan SM), harus melayani selama tiga jam. Untuk paket plus-nya, ada biaya tambahan Rp 3 juta per ‘partner song’,” tutup Kabid Humas Polda NTB. (red) 

Artikel sebelumyaDemokrat NTB : NR Punya Skor Tinggi Dibanding Balon Lainnya
Artikel berikutnyaSMAN 1 Mataram Diharapkan Jadi Pioner NTB Bersih