PERISTIWA

Pensiun Diawal, Talifuddin Tak Dapat Pangkat Istimewa

290

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Setda Sumbawa, Ir. Talifuddin M.Si telah mengajukan pensiun diawal sebelum masa jabatannya sebagai ASN berakhir. Atas dasar ini, ia tidak akan mendapat pangkat istimewa.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumbawa, Syahruddin SH kepada wartawan mengatakan, pihaknya sudah menerima surat pengunduran diri dari yang bersangkutan dan dinyatakan lengkap. Surat tersebut juga sudah diserahkan ke Bupati Sumbawa untuk nantinya didisposisi kembali. Setelah adanya disposisi dari Bupati, maka akan diproses lebih lanjut oleh pihak BKPP.

Baca Juga:  Waspada! Potensi Hujan Lebat di NTB datang Lebih Cepat

“Jadi surat itu masuk kemarin kami terima di BKPP kemudian sekarang sedang diproses. jadi karena alamatnya harus ke Bupati langsung, kami sudah memanggil yang bersangkutan untuk memperbaiki karena usulannya harus langsung ke pak Bupati dan sudah diperbaiki dan sekarang kami sudah antar ke pak Bupati nanti apa disposisi bupati baru kami tindak lajuti,” ujarnya, Rabu (31/7).

Diperkirakannya, proses hingga terbitnya surat pensiun akan memakan waktu sekitar satu bulan. Karena pihaknya harus mengirimkan berkas usulan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat.

Baca Juga:  Perempuan Ini Tewas Ditikam Adik Iparnya Sendiri Saat Tertidur Pulas

“Yang kedua jika sudah ada disposisi baru kami kirim ke Jakarta, karena  golongan IV dan eselon II harus mendapat persetejuan dari BKN pusat. Kami perkirakan paling cepat 1 september sudah kami buat surat pensiun dininya, jadi karena permintaan sendiri. Artinya pensiun atas permintaan sendiri pak talif ini, sedang kami proses sekarang,” tambahnya.

Karena meminta pensiun diawal, jelasnya, yang bersangkutan tidak akan mendapatkan pangkat istimewa atau lebih tinggi dari pangkatnya saat ini yaitu golongan IV C. Meskipun demikian hak-hak lainnya bagi ASN pensiun tetap sama dan diterima.

Baca Juga:  Perempuan Ini Tewas Ditikam Adik Iparnya Sendiri Saat Tertidur Pulas

“Hak-hak yang didapatkan tetap sama, cuman dia tidak bisa mencapai , tidak bisa naik pangkatnya setingkat lebih tinggi karena mengajukan pensiun atas permintaan sendiri. Beliau sekarang di IV C jadi pensiun di IV C itu kalau dia pensiun dengan batas waktu pensiun baru ada pangkat istimewa itu. Itu saja hak lainnya tetap sama,” tukasnya. (NM3)

Artikel sebelumyaBupati Ingatkan Pentingnya PKRT
Artikel berikutnyaBijaklah Menggunakan Frekuensi Radio

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here