PERISTIWA

Perempuan Ini Tewas Ditikam Adik Iparnya Sendiri Saat Tertidur Pulas

73

NUSRAMEDIA.COM — Na’as menimpa FH seorang ibu empat orang anak. Perempuan berusia 44 tahun itu tewas ditikam secara sadis dirumahnya sendiri. Yaitu tepatnya dilingkungan Gubug Mamben, Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram Selasa (21/9) kemarin.

Mirisnya, penikaman terhadap FH hingga tewas dilakukan oleh adik iparnya sendiri saat tertidur pulas diruang keluarga. “Informasi yang diperoleh menyebutkan peristiwa berdarah itu terjadi saat korban tertidur pulas diruang keluarga bersama suaminya,” ungkap Kompol Kadek Adi Budi Astawa-Kasat Reskrim Polresta Mataram.

Terduga pelaku, kata dia, berinisial HN (45) yang tak lain adalah adik ipar korban. “Setelah diidientifikasi, ditemukan adanya peristiwa penganiayaan,” terangnya. “Yang mana setelah kami dalami, motifnya bukan pure (murni) penganiayaan tapi ada sebuah rencana disana,” imbuh Kasat Reskrim.

Baca Juga:  KMP Wicitra Dharma Kandas

Dijelaskan Kadek Adi, saat memberikan keterangan dihadapan awak media di TKP, kejadian tersebut diduga terjadi karena adanya unsur sakit hati. Bahkan persoalan dendam antara pelaku dengan korban meskipun masih adanya hubungan keluarga.

Tetangga korban, Hj Hadriah yang menjadi saksi malam itu, sempat mendengar cekcok antara terduga pelaku dan korban pada sore harinya. Dia menerangkan, bahwa HN masih berstatuskan bujang. Bahkan ia mengungkapkan sifat terduga pelaku. “Pelaku ini bujang, belum pernah menikah dan dia orang yang tempramen,” beber Hj Hadriah.

Baca Juga:  KMP Wicitra Dharma Kandas

Saat itu, pelaku memasuki rumah korban dengan cara memanjat tembok. Kemudian langsung naik ke lantai dua (2) rumah korban yang sedang dalam kondisi direnovasi. Melihat korban sedang tertidur pulas, pelaku langsung menyerang korban dengan menggunakan pisau yang sudah disiapkan sebelumnya.

“Pelaku waktu itu masuk ke rumah korban dan langsung menikam korban dengan menggunakan pisau dan tikamannya lumayan banyak ada sekitar belasan,” beber Kasat Reskrim. Setelah pelaku melakukan hal itu, kemudian ia berlari ke dalam rumahnya yang masih berada dalam satu pekarangan dengan rumah korban untuk mengamankan diri.

Baca Juga:  KMP Wicitra Dharma Kandas

Pelaku masuk ke rumahnya untuk menghindari amukan masa. Kemudian sekitar pukul 03.00 Wita dini hari, jajaran Polsek Pagutan mengamankan terduga pelaku. Dan kini tengah dibawa ke Polres Mataram. “Terhadap (terduga) pelaku penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif,” kata Kasat Reskrim. “Untuk mengetahui modus maupun motif pelaku,” imbuhnya.

Informasi yang diserap media ini, jenazah dipulangkan sore kemarin dan telah dimakamkan di TPU wilayah Sekarbela. “HN sudah kami amankan di Rutan Polresta Mataram dan sudah kami tetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 340 sub 338 KUHP,” tutupnya. (red) 

Artikel sebelumyaKritikan dan Apresiasi Warnai DPRD NTB Bicara 3 Tahun Zul-Rohmi
Artikel berikutnyaPemprov NTB Siapkan Rapid Tes Gratis