PERISTIWA

Shabu dengan Berat 480,76 gram Dimusnahkan

184

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Narkotika jenis shabu dengan berat 480,76 gram dimusnahkan oleh pihak BNN Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pemusnahan hasil pengungkapkan kasus narkotika senilai Rp 800 juga rupiah itu dilakukan pada Selasa (1/10) kemarin tepatnya di halaman kantor BNNP setempat.

Yakni dengan cara diblender, kemudian dicampur dengan oli bekas. Setelah itu dibuang ke dalam sebuah lubang yang ada di halaman kantor tersebut.

Barang bukti yang dimusnahkan itu merupakan hasil sitaan petugas dari pengungkapan kasus narkotika yang ditangkap pada 9 Agustuas lalu.

“Barang bukti yang dimusnahkan ini kami amankan dari salah satu kantor ekspedisi di Jalan Anyelir Kota Mataram beberapa waktu  lalu,” ujar Kepala  BNNP NTB, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra.

Baca Juga:  Seorang Pemuda Ditemukan Tak Bernyawa 

Barang bukti ini milik seorang pelaku berinisial AMS alias Bagong, warga Kesik, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur.

Pada saat penangkapan lanjutnya, jumlah barang bukti mencapai 493,20 gram. “Hanya saja setelah dikurangi pembungkusnya, didapatkan bahwa beratnya mencapai 484,55 gram,” ujarnya.

“Nah setelah disisihkan untuk uji lab di Badan POM RI Mataram, dan juga sebagai bahrang bukti di persidangan nanti. Maka berat keseluruhan barang bukti yang dimusnahkan menjadi 480,76 gram,” tambah Gde Sugianyar.

Baca Juga:  Na'as, Pemancing Asal Jakarta Jatuh dari Tebing

Terkait perkembangan penanganan kasus tersebut, ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, tersangka akan mulai di adili di persidangan.

Ia dijerat dengan pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) Undang-undang R No 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.

Sejauh ini pihak BNN masih melakukan pengembangan, guna mengungkap jaringan-jaringan narkoba yang kerapkali menyelundupkan narkotika ke daerah NTB.

“Hasil pengungkapan ini masih kita kembangkan, dan kita juga selalu berkordinasi dengan jajaran BNNP dari provinsi lain,“ kata Gde Gianyar.

Baca Juga:  Na'as, Pemancing Asal Jakarta Jatuh dari Tebing

Terkait adanya tren peyelundupan narkotika melalui jasa eksepedisi saat ini, Kepala BNNP NTB itu mengatakan bahwa pihaknya telah bekerjasama juga dengan pihak eksepedisi untuk sama-sama mengantisipasi penyelundupan narkotika.

“Komunikasi kami tetap jalan, dan yang paling penting adalah peran serta masyarakat. Dimana kita harapkan kepada masyarakat agar jangan mau dimanfaatkan oleh jaringan-jaringan ini,” tuturnya.

“Kebanyakan masyarakat yang dimanfaatkan adalah mereka yang tidak punya pekerjaan dan masyarakat awam. Mereka diminta hanya mengambil paket, dan diiming-imingi uang puluhan juta,” demikian Gde Sugianyar Dwi Putra. (red)

Artikel sebelumyaPolda NTB Tangkap 9 Orang Penyedia Bahan Kimia untuk Tambang Ilegal
Artikel berikutnyaWaspada Bahaya Laten Komunis!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here