PERISTIWA

Waspada! Potensi Hujan Lebat di NTB datang Lebih Cepat

68
Ilustrasi hujan lebat. (Foto/Ist)

NUSRAMEDIA.COM — BMKG mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca extreme seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es dan lain sebagainya.

Peringatan adanya potensi bencana hidrometeorologi di NTB yang memicu adanya hujan lebat, diperkirakan akan datang lebih awal dan lebih basah dari normalnya.

“Kami imbau warga NTB untuk waspada terkait potensi bencana hidrometeorologi itu,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Nuga Putrantijo, Kamis (16/9) kemarin.

Dikatakannya, kedatangan musim hujan umumnya berkaitan erat dengan peralihan angin timuran (Monsun Australia) menjadi angin baratan (Monsun Asia).

Menurut Nuga, pihaknya memprediksi peralihan angin Monsun akan terjadi pada akhir Oktober 2021 dan setelah itu Monsun Asia akan mulai aktif.

Baca Juga:  Gubernur NTB Perintahkan Kadinsos dan Kalak BPBD Segera Turun Berikan Bantuan

“Saat ini anomali cuaca dan iklim yaitu Madden Julian Oscillation (MJO) sedang aktif di wilayah Indonesia termasuk NTB. Kondisi ini menyebabkan beberapa hari terkahir di sebagian wilayah NTB telah terjadi hujan dengan intensitas yang cukup tinggi,” terangnya.

Namun itu bukan berarti musim hujan akan terjadi di NTB. Pada akhir September dan awal Oktober curah hujan akan kembali berkurang.

Nuga mengaku, umumnya musim hujan di NTB terjadi pada November hingga Desember, namun pada tahun ini di sebagian wilayah NTB yaitu Kota Mataram, dan Sebagian Lombok Barat musim hujan akan datang lebih cepat pada pertengahan Oktober 2021.

Baca Juga:  KMP Wicitra Dharma Kandas

“Puncak musim hujan periode ini diperkirakan akan terjadi pada Januari dan Februari 2022 dengan curah hujan pada musim hujan nanti akan sedikit lebih tinggi dibandingkan kondisi biasanya untuk beberapa wilayah di NTB,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Restu Patria Megantara mengatakan awal musim hujan 2021/2022 dari total 21 Zona Musim (ZOM) yang ada di NTB, sebanyak 5 persen diprediksi akan mengawali musim hujan pada Oktober 2021, Kota Mataram dan sebagian Lombok Barat.

Baca Juga:  KMP Wicitra Dharma Kandas

Selanjutnya, 52 persen wilayah pada November 2021, meliputi Pulau Lombok bagian selatan, Pulau Lombok bagian tengah, utara, dan sekitar wilayah Rinjani, serta Sumbawa Barat dan Sumbawa bagian tengah dan selatan.

“Sedangkan, sebanyak 43 persen wilayah lainnya baru akan memasuki musim hujan pada Desember 2021, meliputi pesisir timur Pulau Lombok, Lombok utara bagian barat, Sumbawa bagian utara, serta seluruh wilayah Dompu, Bima, dan Kota Bima,” tutupnya. (red) 

Artikel sebelumyaJangan Ketinggalan! Yuk, Hadiri Pameran Inovasi Daerah NTB
Artikel berikutnyaDP3AP2KB NTB Harap Tete Batu Jadi Model Ramah Anak dan Perempuan