POLITIK

DPP PKS Siapkan Salim Segaf di Pilpres 2024

305

BANG ZUL UNTUK NTB DUA PERIODE

MATARAM — Menghadapi Pilpres 2024 mendatang, nampaknya sejumlah partai tengah bersiap. Salah satu contoh, PDI Perjuangan, yakni baliho Puan Maharani mulai menjamur di Kota Mataram. Begitupun, Airlangga Hartarto dari Golkar.

Tak hanya itu, baliho Salim Segaf Al-Jufri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga mulai terlihat di Kota Mataram. Meski demikian, diketahui bersama Dr H Zulkieflimansyah asal PKS yang juga Gubernur NTB saat ini cukup ramai jadi perbincangan publik.

Bang Zul kerap Gubernur NTB disapa digadang-gadang akan maju pada kontestasi nasional 2024 mendatang. Bahkan beberapa waktu lalu, sejumlah lembaga survei telah memunculkan orang nomor satu di NTB itu bersama sosok lainnya. Secara garis besar hasil survei, Bang Zul cukup berpeluang dan diperhitungkan.

Lantas bagaimana dengan sikap DPP PKS sendiri terkait Pilpres 2024? H Johan Rosihan selaku Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Wilayah Bali-Nusra mengungkapkan, bahwa partai lebih menghendaki Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah untuk tidak naik kelas tampil dipentas politik nasional 2024.

Baca Juga:  Inilah Nahkoda Baru DPC PKB se-NTB

Pasalnya, PKS lebih mengharapkan agar Bang Zul tetap maju pada Pilgub 2024 mendatang untuk periode kedua. Pernyataan yang disampaikan Johan Rosihan bukan tanpa alasan, mengapa PKS lebih condong agar Bang Zul tetap di NTB.

Pertama, kata pria yang akrab disapa Ustadz Jo ini, PKS sampai saat ini belum mempersiapkan kader yang akan menjadi pengganti Bang Zul jika ia naik ke pentas nasional. Oleh karenanya, sebagai seorang sahabat, Johan menegaskan akan tetap mendukung langkah Bang Zul.

Hanya saja, alangkah baiknya Bang Zul diharapkan dapat mempertahankan kepemimpinannya di NTB untuk dua periode. Terlebih PKS juga belum mempersiapkan calon lain untuk di Pilgub NTB mendatang. “Sebagai seorang kawan, saya tetap mendukung, kalau beliau mau lanjut ke nasional, ya kita mau bilang apa,” kata Johan Rosihan.

“Tapi kalau menurut saya, kita harus mempertahankan kepemimpinan (Bang Zul) di NTB sampai dua periode. Karena kita juga belum mempersiapkan calon yang lain untuk melanjutkan kepemimpinan berikutnya di pilkada 2024,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI jebolan asal Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa tersebut beberapa hari lalu di Mataram.

Baca Juga:  Wagub Sebut Kata-Kata Gubernur NTB Menggetarkan Jiwa

Tak hanya itu, lanjut Johan Rosihan, adapun alasan berikutnya. Dimana DPP PKS sendiri sudah mempersiapkan kader dan diproyeksikan sebagai kandidat calon pemimpin nasional (Capres) 2024, yakni Salim Segaf Al-Jufri. “Keputusan majelis Syuro PKS itu hanya mengeluarkan satu nama doang, yakni mengamanatkan kepada Bapak Salim Segaf Al-Jufri untuk tampil dalam bursa kepemimpinan nasional (Pilpres 2024),” tegasnya.

Bahkan, masih kata mantan Anggota DPRD NTB tiga periode itu, keputusan Majlis Syuro PKS tersebut juga sudah langsung ditindaklanjuti dengan menginstruksikan semua komponen mesin politik PKS agar dari sekarang mulai masif mensosialisasikan nama Salim Segaf Al-Jufri sebagai kandidat bakal calon pemimpin nasional 2024.

“Keputusan majlis syuro sudah mengamanatkan, Salim Segaf Al-Jufri sebagai pemimpin nasional. Maka semua struktur partai, kader dan pejabat publik PKS, diwajibkan mensosialisasikan dengan masif, baik dalam bentuk baliho dan lain-lain,” ujar Johan Rosihan.

Baca Juga:  Inilah Nahkoda Baru DPC PKB se-NTB

Gerakan mensosialisasikan figur Salim Segaf Al-Jufri sebagai calon pemimpin nasional sudah dimulai oleh PKS melalui berbagai program kerja partai seperti pembagian satu juta paket daging kurban yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

“Kedepan dalam momentum peringatan kemerdekaan RI ini, PKS akan menyalurkan 1,7 juta paket sembako. Format acaranya sama, yakni menampilkan satu tokoh calon pemimpin nasional kita dari PKS yaitu Bapak Salim Segaf Al-Jufri,” jelas Johan lagi.

Kendati demikian, pria yang duduk menjabat sebagai anggota Komisi IV DPR RI itu tak menampik bahwa dinamika politik menuju Pilpres 2024 tentu masih sangat dinamis. Oleh karenanya, apa yang disampaikan Johan merupakan keputusan Majelis Syuro.

“Jadi saya hanya menyampaikan keputusan majlis syuro. Soal perkembangan kedepan, kan kita tidak tahu. Konstelasi politik bisa saja berubah. Untuk Pak Gubernur, saya kutip ulang bahasa beliau sendiri bahwa perjalanan masih panjang, dan keputusan juga belum diambil,” tutup politisi PKS yang dikenal ramah dan santun ini. (red) 

Artikel sebelumyaOksigen Medis di NTB Aman
Artikel berikutnyaMENGENANG SUMUR INSPIRASI DARI BANG AMIN