POLITIK

Ketua BP3 PKS NTB Tergelitik dengan Analisa Direktur M16 : “Tendensius Sekali”

94
Ketua BP3 DPW PKS NTB, Sambirang Ahmadi (kiri) dan Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Bambang Mei Finarwanto (kanan).

NUSRAMEDIA.COM — Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nusa Tenggara Barat, Sambirang Ahmadi angkat bicara menanggapi pernyataan Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Bambang Mei Finarwanto atau kerap disapa Didu.

Pasalnya, pasangan Zul-Rohmi dinilai berpotensi pisah jalan. Nampaknya pernyataan tersebut membuat Sambirang cukup tergelitik. Bahkan dia justru menilai Direktur M16 terkesan tendensius mengenai Zul-Rohmi. “Saya kira analisa Bang Didu itu tendensius sekali,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD NTB itu dengan santai sambil tertawa, Selasa (28/9) di Mataram.

Menurut Sambirang, sejauh ini hubungan antara Gubernur Zul dan Wagub Rohmi terjalin baik bahkan sangat harmonis tanpa ada masalah apapun. “Sejauh ini tak ada masalah apapun dengan Zul-Rohmi. Jadi mau di provokasi kayak gimana lagi silahkan,” kata Legislator Udayana jebolan Dapil Sumbawa-KSB ini.

Analisa atau pernyataan yang dibuat mengenai Zul-Rohmi itu, menurut Sambirang, justru semakin membuat duet pasangan Zul-Rohmi tambah solid. “Justru semakin membuat duet pasangan ini tambah solid, kompak, harmonis, stabil dan sustainable,” ujar Sekretaris Fraksi PKS DPRD NTB itu.

Baca Juga:  PDIP KSB Fokus Tambah Kursi

Berkaitan dengan potensi Zul-Rohmi akan berpisah, Sambirang malah mengajak untuk tidak berandai-andai. Justru, kata dia, seharusnya semua pihak membiarkan Zul-Rohmi fokus menuntaskan atas apa yang sudah direncananakan. Berbicara soal Pilgub NTB saat ini, kata Sambirang masih sangat jauh.

Alangkah baiknya, kata dia, semua pihak dapat bergandengan dan menyatukan langkah bersama melakukan perbaikan pembangunan di NTB. “Biarkan Zul-Rohmi ini fokus dan konsen menuntaskan amanahnya sesuai yang direncanakan. Pilkada masih lama, mari kerahkan seluruh energi untuk perbaiki pembangunan NTB,” ajaknya.

Lebih lanjut ditegaskan Sambirang, bahwa hingga kini sikap PKS tidak berubah terhadap Zul-Rohmi. Malah pihaknya terus mendorong pasangan yang kerap disebut “duo doktor” itu tetap fokus menuntaskan apa yang menjadi harapan bersama. “Belum ada perubahan. Kami dorong Zul-Rohmi fokuskan energi untuk NTB Gemilang,” tegasnya.

Untuk diketahui, kata dia, menyikapi berbagai dinamika yang ada, menurut Sambirang, PKS memiliki sejumlah skenario. Hal inipun dinilainya juga dimiliki partai lainnya. “PKS tentu punya skenario-skenario A, B, C dan seterusnya. Begitu juga partai lainnya. Mana ada politik tanpa seni kemungkinan,” ucapnya.

Baca Juga:  Gerindra Jagokan Jarot di Pilkada Sumbawa 2024

Lebih jauh disampaikannya, terkait adanya tanggapan soal melemahnya posisi tawar Zul, justru Sambirang menilai sebaliknya. Dimana posisi tawar Zul semakin menguat. “Justru tambah menguat. Kan semakin nambah temannya PKS,” ujarnya. Terlepas dari semua itu, pihaknya tidak lupa memberikan selamat kepada Wagub Rohmi yang kini telah menahkodai Partai NasDem NTB. “Kami doakan semoga Ummi Rohmi bisa memimpin Nasdem dengan baik dan sukses,” demikian Sambirang Ahmadi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pendukung yang ingin melanjutkan kepemimpinan Dr H Zulkieflimansyah – Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) dua periode di NTB diprediksi akan kecewa. Melihat kondisi terkini, pasca Wagub NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah menjadi Ketua Nasdem Provinsi NTB, membuat posisi tawar Rohmi menjadi nomor satu kian kuat. “Dengan Bu Rohmi menjadi ketua partai, saya pikir tak ada alasan untuk melanjutkan paket ini dua periode,” kata Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Bambang Mei Finarwanto, Selasa (28/9) di Mataram.

Menurut pria yang akrab disapa Didu ini, pasca penetapan Rohmi sebagai Ketua Nasdem Provinsi NTB, suara-suara publik khususnya dari jamaah Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah (NWDI) semakin terang mengarah untuk menuju Gubernur NTB. Justru suara dua periode kalah riuh dengan suara Rohmi menuju gubernur. “Saya lihat belum ada indikator yang harus membuat Bu Rohmi tertahan pada posisi Wagub. Justru sekarang posisi tawar dari Doktor Zul semakin lemah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Haerul Warisin Ingin Kembalikan Kejayaan Petani Lombok Timur

Disamping itu pula, Didu menegaskan bahwa PKS pun belum tentu akan mendukung Gubernur Zul nantinya. “Belum tentu juga PKS akan memberikan dukungan ke Doktor Zul,” sambung Didu. Dikatakannya pula, tentu arah politik dari Rohmi, jamaah NWDI pada akhirnya tak dapat lepas dari keputusan Ketua Umum NWDI, yakni TGB HM Zainul Majdi.

Arah politik dari mantan Gubernur NTB periode 2008-2018 itu akan menentukan angin politik Pilgub NTB 2024. Secara hitungan politik, TGB tentu akan mendorong kakaknya menjadi gubernur. “Saya berani katakan paket Zul-Rohmi ini masa lalu. Sekarang tinggal menuntaskan saja pengabdian. Untuk 2024 jalan saja masing-masing,” tutupnya. (red) 

Artikel sebelumyaKetua IARMI NTB : Mari mencari Persamaan Dalam Perbedaan!
Artikel berikutnyaEvent Junior MotoGP Siap Digelar