POLITIK

Pilgub 2024, Dinilai Masih Mendominasi

377

MATARAM — Politisi Partai Demokrat, yaitu H Abdul Rauf menilai politik di Nusa Tenggara Barat akan terkesan biasa-biasa saja. Terutama pada Pilgub NTB 2024 mendatang.

Ini, meskipun ada situasi politik yang nampak akan berbeda. Dimana semua kepala daerah termasuk Gubernur selesai menjabat pada 2023, kemudian menunjuk Pjs hingga 2024.

Hal itu malah dinilainya tidak memberikan dampak signifikan atau mengurangi dominasj paket duet Dr H Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah (Zul-Rohmi). “Ini pandangan saya sebagai pengamat (pelaku) politik,” kata Abdul Rauf di Mataram.

Menurut dia, paket Zul-Rohmi jilid II dianggap sebagai duet yang masih cukup sulit dikalahkan. Hal ini setelah dilakukan pemetaan pula terhadap kandidat calon yang mungkin akan maju.

Oleh karenanya, ia menilai kontestasi politik pada 2024 mendatang terbilang biasa saja. Bahkan, sudab bisa ditebak siapa pemenangnya. “Jadi saya kira biasa-biasa saja,” ucap Abdul Rauf.

Namun disisi lain, kontestasi akan sedikit berbeda apabila Zul-Rohmi pecah kongsi seperti rumor yang berkembang belakangan ini. “Ini baru luar biasa,” katanya.

Pecahnya Zul dan Rohmi akan membuat politik lebih elastis dan dinamis. Sehingga pertarungan politik berpeluang menjadi lebih seru dan menarik.

“Selama Zul-Rohmi maju optimis menang, tetapi kalau berpisah baru menarik,” kata pria yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD NTB ini.

Peluang Zul-Rohmi pecah memang sama besarnya dengan peluang Zul-Rohmi tetap bersama saat ini. Selain karena situasi politik internal Zul-Rohmi, pengaruh keduanya pecah kongsi bisa dapat dipicu konfigurasi politik nasional.

Baca Juga:  Besok, Pengurus DPW dan DPD PAN se-NTB Dilantik

Politik paternalis nasional, dapat berimbas sampai daerah. Sehingga berpeluang besar mengubah konfigurasi koalisi di daerah. Dia mencontohkan, misalnya PKS-Demokrat di pusat membangun koalisi di Pilpres 2024.

Bila koalisi itu membuahkan hasil kemenangan, maka berpeluang dilinierkan dengan konfigurasi politik daerah. “Jadi kondisi koalisi di daerah dipengaruhi nasional,” ujarnya.

Pada situasi itu, Zul-Rohmi dapat pecah kongsi. Sekalipun politik nasional juga ditegaskannya bukan satu-satunya penentu berubahnya koalisi di daerah. “Tetapi pengaruhnya sangat besar,” pungkasnya.

PKS REKOMENDASIKAN ZUL-ROHMI JILID II

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) PKS NTB, Sambirang Ahmadi sebelumnya juga menegaskan, bahwa pihaknya merekomendasikan kepemimpinan Zul-Rohmi Jilid II untuk dua periode.

Rekomendasi PKS untuk Zul-Rohmi Jilid II bukan tanpa alasan atau pertimbangan. Menurut Sambirang, Zul-Rohmi harus melanjutkan program-programnya yang belum terselesaikan pada jilid pertama.

Hal itupun dinilai akan sangat menguntungkan Zul-Rohmi jika bisa tetap berpasangan lagi. Karena, kata dia, Zul-Rohmi tidak perlu lagi repot mendesain program baru lagi.

“Mereka hanya tinggal melanjutkan program yang sudah ada untuk dipacu lebih baik lagi,” kata pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PKS DPRD NTB ini.

Meski demikian, Sambirang juga menegaskan, bahwa pihaknya telah menyiapkan dua opsi dalam menyikapi Pilgub NTB 2024 mendatang.

“Ada dua opsi yang kami siapkan. Pertama, ya itu tadi (merekomendasi zul-rohmi jilid II). Kecuali kalau nanti misalkan Ibu Rohmi (Wagub NTB) sudah nggak dengan kami (mendampingi Doktor Zul). Maka tentu, kami membuka atau menyiapkan opsi lagi untuk yang lain. Itupun kalau Zul-Rohmi mentok tidak berjodohan lagi,” terangnya.

Baca Juga:  Inilah Nahkoda Baru DPC PKB se-NTB

Berkaitan dengan opsi kedua, Ketua Komisi III DPRD NTB itu mengungkapkan, bahwa hal tersebut sebagai upaya antisipasi setiap kemungkinan. Bahkan, beberapa nama sudah mulai menjadi target.

Antara lainnya, seperti Suhaili FT (Mantan Bupati Lombok Tengah). Kemudian, Sukiman Azmy (Bupati Lombok Timur), Mohan Roliskana (Walikota Mataram) dan sosok lainnya.

“Jadi misalnya, kalau Ibu Rohmi mau maju sendiri, intinya kita menyiapkan antisipasinya. Karena nanti bisa saja Zul-Suhaili, Zul-Sukiman atau dengan yang lainnya,” kata Sambirang.

Diakuinya, formasi kepemimpinan di NTB yang basis elektoralnya sangat besar hanya dua titik. Yaitu Lombok Timur dan Lombok Tengah. Oleh karenanya, sosok dari kedua daerah tersebut menjadi target pihaknya untuk digandengkan bersama Doktor Zul.

Diketahui, Hj Sitti Rohmi Djalillah berasal dari Lombok Timur, begitupun dengan Sukiman Azmy Bupati Lombok Timur. Sedangkan dari Lombok Tengah, nama H Suhaili FT cukup nyaring terdengar. Meski demikian, pihaknya mengaku masih mencermati seperti apa kondisi kedepan.

ZUL-ROHMI SANGAT HARMONIS

HM Khairul Rizal-Anggota DPRD NTB dari Fraksi NasDem yang tak lain adalah suami Wagub NTB, juga angkat bicara mengenai rumor yang berkembang.

Baca Juga:  Besok, Pengurus DPW dan DPD PAN se-NTB Dilantik

Yaitu mulai dari kabar bahwa ia disebut-sebut akan menggantikan istrinya pada Pilgub mendatang, hingga soal keretakan hubungan Zul-Rohmi.

“Jadi begini, kalau soal kabar akan menggantikan Bu Wagub, saya tidak pernah berfikir atau punya niat sedikitpun untuk ikut kontestalasi di Pilkada 2024, baik kabupaten/kota maupun provinsi (pilgub),” ujarnya kepada media ini beberapa hari lalu di Mataram. “Saya sendiri justru, sebenarnya mau istirahat di politik,” imbuhnya.

Khairul Rizal pun juga mengungkapkan berkaitan dengan rumor retaknya hubungan Zul-Rohmi. Menurut suami Wagub NTB itu, sangat tidak benar.

Justru sebaliknya, kata dia, hubungan Zul-Rohmi hingga saat ini sangat terjalin baik. Malah setiap program apapun itu di pemerintahan, tetap didiskusikan bersama.

“Kalau sampai hari ini, hubungannya Bu Wagub dengan Doktor Zul itu masih sangat harmonis,” tegas Khairul Rizal. “Program apapun yang dituangkan, tetap didiskusikan bersama. Demikian juga misalnya, mutasi dan sebagainya,” tambahnya lagi.

Oleh karenanya, ia menegaskan kembali bahwa tidak ada hal yang menjadi alasan yang menyebutkan bahwa ada keretakan atau tidak harmonisnya hubungan Zul dan Rohmi.

Karena pada dasarnya, hubungan Zul-Rohmi sangat terjalin baik dan kompak. “Jadi tidak ada hal-hal yang membuat hubungan Doktor Zul dengan Bu Rohmi itu retak,” tegasnya lagi.

“Intinya, saya sebagai suami melihat, bahwa sampai dengan hari ini hubungan antara Doktor Zul dan Ibu Rohmi harmonis,” demikian Khairul Rizal menambahkan. (red) 

Artikel sebelumyaMasyarakat NTB Diajak Dukung Sulis di LIDA 2021
Artikel berikutnyaMi6 Dorong Galang Open Donasi