POLITIK

Pilgub NTB 2024 Persaingan Meningkat : “Orang Bisa Nyalip Ditikungan”

121
H Mori Hanafi-Wakil Ketua DPRD NTB Fraksi Gerindra.

NUSRAMEDIA.COM — Persaingan pada kontestasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) NTB 2024 mendatang diprediksikan akan meningkat drastis. Tentunya peluang akan terbuka lebar. Ada beberapa nama, selain Zulkieflimansyah, Sitti Rohmi Djalillah selaku pemimpin NTB saat ini, sejumlah figur lain kini cukup marak disebut-sebut akan maju pada Pilgub mendatang.

Seperti isu yang beredar antara lainnya, Suhaili FT (Mantan Bupati Lombok Tengah), Sukiman Azmy (Bupati Lombok Timur), Ahyar Abduh (Mantan Walikota Mataram), M Syafruddin/Rudy Mbojo (Anggota DPR RI Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa) dan Ridwan Hidayat (Ketua Komisi II DPRD NTB).

Kemudian Mohan Roliskana (Walikota Mataram), Fauzan Khalid (Bupati Lombok Barat), Muazzim Akbar (Ketua DPW PAN NTB), H Bambang Kristiono (HBK-Anggota DPR RI Dapil NTB 2 Pulau Lombok), Muzihir (Ketua DPW PPP NTB/Wakil Ketua DPRD NTB) dan Mori Hanafi (Wakil Ketua DPRD NTB dari Fraksi Gerindra).

Baca Juga:  Gerindra Jagokan Jarot di Pilkada Sumbawa 2024

Dari sejumlah nama itu, nama Mori Hanafi cukup hangat menjadi sorotan. Kepada awak media, ia menegaskan 2024 dinilainya masih cukup lama. Membicarakan arah 2024 dirasakannya masih terlalu dini. “Kan 2024 masih lama. Saya terus terang sebagai kader partai (gerindra) tentunya masih menunggu instruksi partai,” tegasnya di Mataram belum lama ini.

Dia mengaku saat ini masih fokus bekerja dengan jabatan yang melekat pada dirinya sebagai wakil rakyat sekaligus pimpinan di DPRD NTB. Terlebih saat ini daerah masih dihadapkan dengan pandemi COVID19. “Kita kerja aja dulu dengan situasi dan jabatan yang ada. Saya kalau secara pribadi, belum ada persiapan apapun. Dari sisi partai, kita juga menunggu sikap partai,” kata Mori Hanafi.

Dalam kontestasi 2024 mendatang, dikatakannya ia memiliki banyak alternatif. Bisa jadi kembali nyaleg untuk DPRD NTB, DPR RI, sebagai Wakil Gubernur, bahkan menjadi calon pemimpin sebagai Bupati di Kabupaten Bima. Meski demikian, mengahadapi 2024 nanti, ia mengaku belum terfikirkan hingga saat ini.

Baca Juga:  PDIP KSB Fokus Tambah Kursi

“Saya belum sampai kesitu, karena punya banyak alternatif, saya (bisa) jadi anggota DPRD Provinsi lagi, bisa DPR RI, bisa jadi Wagub, bisa juga jadi bupati di Bima. Semua biat saya itu nggak terlalu (difikirkan untuk saat ini),” kata wakil rakyat di Udayana jebolah Dapil VI Dompu, Kota Bima dan Bima ini.

Disisi lain, ia tak menampik bahwa peluang dalam 2024 nanti dinilainya sangat terbuka lebar. Terlebih kepala daerah saat ini akan off sementara dalam kurun waktu lumayan lama. Yakni setahun lebih. Dimana posisi/jabatan Gubernur NTB akan ditunjuk oleh pusat sebagai Plt (pelaksana tugas).

Jeda waktu itu dinilainya justru memberikan peluang menjadi terbuka. Bahkan sisi persaingan juga akan berlangsung ketat. Jangankan jeda setahun lebih, yang hitungan bula saja cukup membuat sebuah gebrakkan oleh berbagai calon nantinya. Terlebih yang berminat akan maju, dinilai Mori tidaklah sedikit.

Baca Juga:  PDIP KSB Fokus Tambah Kursi

“Apalagi nanti Pak Gubernur kan off dulu selama satu (1) tahun lebih. Jadi pasti memang akan lebih meningkatkan persaingan. Namanya politik kan dinamika, kadang-kadang disatu bulan terakhir itu orang bisa nyalip ditikungan itu. Gak disangka-disangka kan? Karena yang mau jadi gubernur dan wagub itukan banyak,” kata Mori Hanafi lepas.

Kembali dipertegasnya, kalaupun harus maju pada Pilgub nanti, dirinya mengaku lebih memilih diposisi NTB II atau Wagub. “Kalau NTB 1 nggak mungkin kita ya. Terus terang saja, kita dari Pulau seberang memang realistisnya ya jadi Wagu saja,” demikian Mori Hanafi. (red) 

Artikel sebelumyaDPRD Pertanyakan Keputusan Strategis Pemprov NTB
Artikel berikutnyaMuhammad Nasir Dinilai Layak Pimpin KSB : “Tidak Perlu Diragukan Lagi”