POLITIK

PKS Tetap Usung Zul di Pilgub NTB 2024

83
Ketua DPW PKS NTB, Yek Agil (kiri) dan Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah (kanan)

NUSRAMEDIA.COM — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nusa Tenggara Barat menegaskan tetap akan mengusung Zulkieflimansyah Gubernur NTB saat ini untuk kembali maju pada Pilgub 2024 mendatang. Sebagaimana diungkapkan Ketua DPW PKS NTB, Yek Agil, bahwa hal ini telah disampaikan oleh pihaknya ke publik. Dimana pada kontestasi Pilgub NTB mendatang PKS akan kembali mengusung pria yang kerap disapa Bang Zul ini.

“Kami sudah menyampaikan ke publik, sebagai calon Pilkada NTB kita usung (kembali) Zul. Terkait hal-hal lainnya kita lihat nanti,” tegas pria yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut. Menurut dia, pihaknya masih belum bisa memastikan apakah Zul akan tetap berpasangan dengan Sitti Rohmi Djalillah yang tak lain adalah Wakil Gubernur NTB saat ini. “Soal pasangannya, nanti kita serahkan ke Zul untuk wakilnya,” kata Yek Agil.

Kalaupun nantinya Zul tidak berpasangan dengan Rohmi lagi, pihaknya akan melakukan berbagai kajian, termasuk mempertanyakan kepada Zul sendiri. “Jika (pasangannya nanti) lain kita akan tanya kajian-kajiannya,” ujarnya. Meski demikian, berdasarkan kacamata PKS sendiri, Yek Agil menilai hingga saat ini pasangan yang kerap disebut Duo Doktor atau Zul-Rohmi itu sangat kompak bahkan harmonis.

Baca Juga:  Asaat Sambut Baik Rencana Koalisi Linear PKS-NasDem

Terlebih dalam menjalankan kepemimpinan mereka menuntaskan berbagai persoalan yang ada. Meski begitu, tetap saja berbagai kemungkinan tetap saja ada. Dimana nantinya apakah Zul akan tetap bersama Rohmi dan melanjutkan Zul-Rohmi Jilid II ataupun sebaliknya. “Kalau dalam kacamata kami, (Zul-Rohmi) bagus, malah berjalan kompak,” katanya. “Zul-Rohmi juga sangat harmonis malah. Mereka mampu menyelesaikan berbagai persoalan dengan baik selama ini. Yang pasti, PKS usung Zul, terkait bagaimana dan seperi apa, kita lihat nanti,” tambah Yek Agil.

WACANA KOALISI LINEAR PKS-NASDEM DISAMBUT BAIK

Diberitakan sebelumnya, Yek Agil juga menyambut baik niatan Partai NasDem untuk membangun koalisi linear dalam menghadapi Pilkada Serentak 2024 di Provinsi NTB hingga Kabupaten/Kota. Kedua partai nampaknya memiliki kesepahaman bersama terkait terbangunnya koalisi tersebut.

“Kita sambut baik niat itu. Kami sangat menghargai ada keinginan untuk membangun koalisi linear antara PKS-NasDem,” katanya kepada wartawan, Kamis (11/11) di Mataran. Meski demikian, ia menegaskan bahwa rencana koalisi tersebut baru sebatas kesepahaman bersama. Sebab, menurut Yek Agil, perlu dilakukan pembicaraan intens dan teknis soal format koalisi linear.

Baca Juga:  Tinggal Tunggu Jadwal, Sudirsah Sujanto : "Saya Merekomendasikan Dhany Karter"

“Ini baru terbangun kesepahaman saja, tentu kita perlu dibicarakan lebih detail lagi terkait tekhnis implementasinya,” kata pria yang juga anggota DPRD Provinsi NTB ini. “Karena dalam perjalanannya tentu mungkin ada perbedaan-perbedaan pandangan menyikapi terkait dinamika Pilkada ditiap daerah,” imbuh Yek Agil.

Menurutnya, dinamika politik dalam membangun koalisi tentu terjadi. Karena pada prinsipnya semua partai punya setrategi pemenangan yang berbeda-beda. Selain itu juga memiliki masing-masing kader yang akan didorong nantinya. Perkiraannya, bahwa disinilah letak alotnya yang mungkin terjadi dalam membentuk koalisi tersebut.

“Disitulah kita perlu bicara secara lebih tekhnis. Misalnya calon pasangan yang diajukan tidak tepat, kemudian kalau hasil Pileg NasDem dan PKS bisa usung calon sendiri. Maka tentu dinamikanya akan berbeda,” jelasnya. Rencana koalisi linear antara PKS dengan Nasdem tersebut dipicu oleh keinginan dari dua partai untuk melanjutkan paket Zul-Rohmi jilid II.

Baca Juga:  DPD PAN Sumbawa Mulai Roadshow Politik

Dimana koalisi ditingkat Provinsi NTB itu bisa diturunkan kebawah sampai Pilkada Kabupaten/Kota. Sehingga lebih memudahkan kerja pemenangan. Namun bagi Yek Agil, pihaknya saat ini belum bisa berbicara banyak terkait dengan rencana koalisi linear tersebut. Rencana koalisi linear itu baru akan bisa terang terlihat ketika hasil Pileg keluar.

Karena itu, pihaknya akan menunggu hasil Pileg terlebih dahulu baru pembicaraan koalisi linear tersebut akan dibicarakan lebih dalam lagi. Disisi lain ia menilai bahwa hal ini masih terlalu dini. “Waktu kita masih panjang dan yang menentukan arah koalisi itu nanti hasil Pileg 2024. Disana baru kelihatan petanya. Kalau kursi NasDem dan PKS bisa memenuhi syarat usulkan calon sendiri, tentu kemungkinan koalisi itu bisa terjadi,” kata Yek Agil. “Tapi kalau satu daerah tidak cukup kursinya, maka tentu harus berkoalisi dengan partai lain. Nah, disini tentu ada dinamikanya nanti. Namun yang jelas kita sudah punya harapan yang sama terkait membangun NTB Gemilang,” demikian ia menambahkan. (red) 

Artikel sebelumyaKaryawan Toko di Labuhan Badas Nekat Curi Uang Rp 60 Juta
Artikel berikutnyaWabup : “Pemda Sumbawa Terus Upayakan Percepatan Vaksinasi”