SOSMAS

50% Lebih Posyandu di NTB Menjadi Posyandu Keluarga

62

MATARAM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat terus berupaya konsisten dan optimis target Posyandu Keluarga berbasis Dusun dalam tahun 2021 ini bisa mencapai 100 persen.

Karena itu, diperlukan kerjasama dan kerja keras bagi seluruh masyarakat NTB terutama para Kepala Desa dan para Kader Posyandu di NTB untuk bisa mencapai target tersebut.

Dihadapan peserta Lokakarya Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Pencapaian Target Standar Pelayanan Minimal (SPM) di NTB di Santika Hotel Mataram, Jumat (25/6/2021), Wagub NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah menjelaskan, dari 7.561 jumlah Posyandu se-NTB yang sudah menjadi Posyandu Keluarga itu sebanyak 4.100 lebih.

Baca Juga:  Ketua IARMI NTB : Mari mencari Persamaan Dalam Perbedaan!

“Jadi sudah lebih dari 50 persen Posyandu di NTB sudah menjadi Posyandu Keluarga. Dan diharapkan tahun 2021 ini kita targetkan bisa mencapai 100 persen,” ujarnya dalam acara yang juga dihadiri Ketua NGO Kompak Ana Winoto secara zoom meeting.

Wagub menjelaskan, revitalisasi Posyandu di NTB hadir sebagai pusat edukasi berbasis dusun yang dihajatkan untuk bisa mengatasi berbagai masalah kesehatan dan sosial kemasyarakatan.

Ditambahkan Rohmi, dengan penanganan berbasis dusun diyakni penanganannya akan lebih tepat sasaran karena lokus dan data-datanya jelas serta lebih komprehensif. Dengan begitu permasalahan-permasalahan itu bisa didata, diatasi dan diedukasi sebaik-baiknya.

Baca Juga:  Pulau Lombok Deklarasikan Sandiaga Uno Maju Presiden 2024

“Saya mengapresiasi para Kades dan kader Posyandu se NTB yang memiliki respon yang luar biasa cepat sehingga sampai saat ini pelaksanaan kegiatan Posyandu tetap berjalan dengan baik. Tanpa Kader Posyandu, pengelolaan Posyanduan tidak bisa berfungsi dengan baik,” katanya.

“Karena itu kita harapkan kader-kader kita di NTB untuk lebih bersemangat untuk bersama-sama untuk bagaimana tetap menggairahkan Posyandu Keluarga ini bisa menjadi Posyandu berbasis Dusun,” demikian Wagub NTB menambahkan. (red) 

Artikel sebelumyaPengurus Baru Harus Mewariskan Kebaikan
Artikel berikutnyaPentingnya PHBS : “Mari Tetap Patuhi Prokes”