SOSMAS

Ancaman COVID19 Harus Disikapi Bijaksana

80

SUMBAWA BARAT — Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah berkunjung ke Desa Tatar, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Sabtu (9/7).

Desa Tatar diklaim sebagai zona hijau se-KSB. Meski demikian, orang nomor satu di NTB itu terus memberikan pesan, agar tidak abai dengan prokes.

“Pandemi yang masih mengancam harus disikapi bijaksana. Tidak mengabaikan, tapi juga tidak panik berlebihan,” pesan Gubernur NTB.

“Karena dampaknya (pandemi) pada ekonomi orang lebih takut kehilangan pekerjaan. Tapi kita juga tidak boleh abai apalagi varian baru COVID19 ini lebih mematikan dari
sebelumnya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Yuk Daftar! ESPE Syndicate Siap Gelar Pemilihan Raja dan Ratu Dangdut NTB

Dalam kunjungannya ke Desa Tatar, selain mendengarkan persoalan masyarakat, Gubernur juga mencoba mendorong potensi desa. Diantaranya UKM Batako dan Pariwisata.

Asif – salah seorang warga Dusun Tabiung memulai usaha pembuatan batako, pavingblock dan lainnya sejak setahun lalu.

Ia membutuhkan modal untuk pengembangan usaha, karena sanggup menciptakan lapangan kerja dan potensi pasar yang besar.

Warga lainnya, Lalu Kamarudin mengatakan wisata pantai Tabiung dan Muara Punak potensial untuk dikembangkan.

Hanya saja, lahan tersebut masih dikelola Dinas Lingkungan Hidup, sehingga masyarakat mengusulkan pengelolaan menjadi tujuan wisata untuk usaha desa.

Baca Juga:  DP3AP2KB NTB Dorong Partisipasi Perempuan Lingkar Sirkuit Mandalika

Sementara itu, M Yunus – Kepala Desa Tatar menambahkan, warga desa yang sejak 1996 bertransmigrasi ke KSB sebagian besarnya dihuni orang Sasak Lombok dan berprofesi petani.

Beberapa warga memang masih belum memiliki rumah layak huni, selain irigasi peninggalan PT Newmont 25 tahun lalu yang membutuhkan rehab. “Petani Desa Tatar membutuhkan embung agar panen bisa baik lagi,” demikian. (red) 

Artikel sebelumyaLombok-Sumbawa Infinite Experiences Diresmikan
Artikel berikutnyaPPKM Mikro Berbasis Desa/Kelurahan Efektif Hadapi COVID19